Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
(Hari Bahagia)


__ADS_3

"De, anter Lella ke butik langganan mami ya, kemarin mami udh ditelp sama org butik katanya gaun pengantin nya sudah jadi, bisa kan?"


"Ehm ehm.. aahh.. aku aja mii.." ucap Alvin, yang hampir tersedak nasi goreng karna pas mendengar maminya bicara dia sedang menghabiskan sarapannya.


"Pelan- pelan ka iih.. gak sabaran deh! kan mami udh bilang, seminggu ini kamu gak bisa ketemu sama Lella"


"yaahh.. mamii" Alvin cemberut


"Hihihi.. rasain loe ka.." ledek Dea


"Siap mi.. laksanakan?"kata Dea masih sambil.terkekeh melihat wajah kaka nya..


" Udah jangan begitu mukanya, ntar Lella illfeel lho.." kata Dea sambil.berlalu.tangannya yang jahil mengusap wajah cemberut alvin.


"De.. salamin yaa" kata alvin sambil menunjukkan giginya yang putih


"Salam salam.. tuh cabe nyelip di gigi.." kata Dea, Alvin meraba2 gigi mana yang terselip cabe..


"resek loe ya De." kata Alvin merasa di kerjai adiknya itu..


mami merry hanya menggelengkan kepala saja melihat kelakuan kedua anaknya tersebut.


tiing.. (pesan masuk di ponsel Lella)


"La aku jemput" Dea


Lella membaca pesan singkat "Tumben nih anak jemput. " katanya pada diri sendiri seraya membalas pesan Dea.


"Ka alvin kemana?" Lella


"Dipingiiiit" emot ketawa Dea


"Kok gitu!" Lella


"Disuruh mami!" emot nyengir Dea


"Ya udh kamu udh dimana De? lella


"Didepan rumah kamu La!" Dea


Lella menyimpan kembali ponselnya saat tau Dea sudah di depan rumah.


"Kenapa gak masuk?" Lella


"Gak ah.. Mager!" Dea


"cuz aah" Dea


Lella menaiki mobil milik Dea, menatap jalan yang hari itu begitu sibuk kelihatannya ,karna macet dimana-mana.


"La, kata mami nanti mampir ke butik, ngambil baju," Dea


"ooh udah jadi ya?" Lella


"Hemm.." Dea


mereka sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing, berjalan dilorong tanpa sepatah katapun..


wajah Lella tersenyum ketika menatap layar ponselnya begitu pula dengan Dea, tanpa sadar tingkah keduanya mendapatkan perhatian dari seseorang.


"Wooyy.. senyum aja loe berdua!!" kata Giska yang memang sedang berjalan lawan arah.

__ADS_1


"eh. Giska?" kata Lella, "mau kemana?" Tambahnya lagi.


"Aku mau jemput mama ka di stasiun." kata Giska


"Mama?" kata Lella


"Iya, beberapa hari lalu mama sama ka Gisel mengunjungi kerabat di desa ka, hari ini mama pulang, tapi ka Gisel sementara menetap." kata Giska


"Baiklah, hati-hati ya!" mereka kembali dengan tujuan mereka masing-masing.


"De, aku ikut ke rumah mami ya, mau ketemu ka Alvin!" kata Lella


Dea tertawa.. "Jangan deh La, tadi mami udah pesen sama ka Alvin, gak boleh ketemu sama kamu sampai hari H, kalo mami tau kamu yang malah nyamperin apa gak jadi enak ka alvin nya.."


"Hhmm.. gitu, ya sudah, kita pulang aja, anterin yak" Lella memasang wajah gemasnya.


"Siap nona!" kekeh Dea


"ceh.. dasar kamu De!" Lella menoyor kepala Dea bercanda.


***


Hari Bahagia


pukul 4 pagi Lella sudah bangun dan mempersiapkan diri untuk di dandani, tim Make up Artis yang datang ke rumahnya satu jam lagi, karna akad nikah yang berlangsung nanti pada pukul 9 maka semua harus sudah siap setengah jam sebelumnya.


Pak Jaya terlihat gugup, sesekali melihat jam yang melingkar ditangannya, tangan satunya di masukka ke dalam saku celana, dengan wajah yang sulit di baca, Jaya lebih memilih berdiam diri di dalam kamar pribadinya, seutas senyum dia lempar ke arah bingkai foto berukuran jumbo, dimana ada wanita hamil memakai pakaian toska dengan rambut curly berpose dengan memegang perutnya yang membesar, dihadapannya terlihat seorang pria yang membawa buket bunga mawar seolah ingin memberikan buket tersebut, dalam foto itu terlihat pancaran kebahagiaan di wajah keduanya. bukan lain dia adalah kayla mendiang ibu Lella, Kayla sangat feminim dan cantik, setelah beberapa tahun mereka menikah, akhirnya Kayla hamil dan itu juga ternyata menjadi kehamilan terakhirnya, karna berita duka menyelimuti hari bahagia keduanya kala itu, Jaya memeluk bayi perempuan yang terlihat memandang ke arahnya memainkan jemari kecilnya, dengan tatapan lembut Jaya mengisi hati bayi tersebut dengan kasih sayang, Lella kecil belum pernah sama sekali bertemu ibu kandungnya, namun kasih sayang Jaya seorang ayah telah menutup semua kesedihannya, bahkan disetiap sudut bingkai foto kayla masih berada pada tempatnya walaupun Jaya sempat menikahi Ketty tidak ada yang berubah disana.


Jaya menghapus kembali butiran kristal dipelupuk mata lelahnya, mengganti dengan senyuman bahagia, "Kay, kamu pasti juga bahagia disana kan? anak kita hari ini akan menemui jodohnya, Lella akan menikah dengan pria pilihanku kay, namanya Alvin, dia anak dari teman kita Rio, kamu pasti tidak keberatan kan kay, Lella mencintai Alvin begitu sebaliknya, walau mereka kami jodohkan, ternyata tali jodoh telah mengikatnya lebih dulu kay.. " Jaya tertawa kecil sambil mengusap kembali air matanya.


tok tok tok ( pintu kamar Jaya diketuk)


Jaya berjalan menuju kamar Lella, disana Jaya terpaku melihat begitu anggun dan cantik puteri semata wayangnya, Jaya berjalan menghampiri Putri kecilnya.


Dibalut kebaya berwarna putih dengan riasan minimalis namun anggun, mahkota berhias diatas kepala gadis itu, dengan memegang buket bunga yang sudah dihias sedemikian rupa, Lella tersenyum melihat kedatangan ayahnya.


"Ayah?"


Jaya menyiapkan lengan untuk dipegang putrinya. mereka berjalan keluar kamar menuju tempat akad nikah itu berlangsung, terlihat Alvin mengenakan jas yang senada dengan warna kebaya Lella, dibelakangnya duduk bersebelahan, Dea dan mami nya, disamping Alvin duduk Rio selaku saksi, terlihat juga Ketty yang datang bersama Giska, dan Teman -teman Alvin yang ikut menyaksikan acara tersebut.


Setelah semua siap, Alvin pun menyambut tangan Jaya dan melakukan prosesi ijab kabul, dengan suasana hikmat Alvin melancarkan mengucapkan dalam satu tarikan nafas, dan itu berarti tanggung jawab Jaya terhadap putrinya sudah berpindah ke tangan Alvin. Alvin terkesiap menatap gadisnya, Lella menyalimi tangan Alvin dan Alvin mengecup kening Lella untuk pertama kali di depan umum, mengurai senyum diwajah mereka, prosesi berlanjut ke acara sungkeman, dengan dipandu WO ternama di kota S, Alvin dan Lella menyelesaikan prosesi sungkeman dengan banjir airmata, namun tak mengurangi rasa bahagia mereka.


Kini mereka berdiri di atas kursi raja dan ratu sehari, giliran para tamu menghampiri mereka satu per satu memberi selamat.


"Selamat ya nak,!" kata Bu ketty, sejak hari dimana Lella menolong Gisel, bu ketty menjadi lebih lembut dalam bersikap kepada Lella, namun terlambat, karna meski sikap bu Ketty berubah tidak bisa merubah sikap Jaya terhadapnya.


"Terimakaasih maa.." lella memeluk hangat bu Ketty.


"Ka.. jaga sahabat aku ya!" kata Dea menepuk bahu kaka nya.


"Hmm.. serahkan itu kepada kakamu yang tampan ini De,"seraya menepuk dada bidangnya, dengan sombong Alvin bicara sambil menatap lembut ke arah Lella,


Sesi foto


Lella menggandeng lengan ayahnya di sampingnya Alvin berdiri di temani Rio dan Merry serta Dea.


"Akan menjadi foto keluargaku yang manis" ucap Lella dalam hati. Jaya tersenyum lepas bahkan tak henti Lella memandangi wajah ayahnya itu, dalam hati dia merindukan ibunya namun melihat wajah ayahnya seperti itu, seperti hilang sudah kesedihannya.


"Ibuu.. lihatlah, betapa bahagia nya ayah, aku akan selalu menjaga ayah bu, ibu tenang saja " Lella tersenyum, Alvin yang memandangi wajah istrinya merasa haru dan menggenggam jemari Lella dengan erat.


-

__ADS_1


-


-


-


TAMAT


Terimakasih kepada para readers yang setia membaca karya ku, semoga kalian suka dengan jalan ceritanya.


Epilog


1tahun kemudian.


"Ka.. isshh.. kaa.. " panggil Lella, dengan mengelus perut besarnya, Lella berjalan lemah menghampiri suami tercinta di ruang kerja rumahnya.


Alvin menghentikan aktifitas kerja nya saat melihat istrinya begitu lelah berjalan menghampirinya."ada apa sayang? apa kau merasa sakit?"


"Hmm.. sepertinya twins akan lahir.. aku bisa merasakan gerakannya lebih sering dari biasanya." kata Lella dengan nafas terengah engah.


"Tapi ini masih dua minggu lagi harusnya sayang.!" kata Alvin


"Ss ssudah jangan berdebat, ayo bawa aku ke rumahsakit ka, aku gak kuat lagi, sssaakiitt..!"


"Bb baik, sebentar aku siapkan mobil ya.."


Lella menggangguk, mereka mengendarai mobil menuju rumahsakit tempat biasa Lella mengontrol kehamilannya tiap bulan,


Dokter dengan jubah putih keluar menghampiri Alvin. " Dengan suami ny. Lella, maaf sepertinya kita harus segera melakukan tindakan operasi, karna posisi bayi ny. Lella mengalami perubahan dari semestinya, bagaimana pak?"


"Baik dokter, lakukan yang terbaik untuk istri saya!" kata Alvin


"Baiklah.." seorang perawat dengan pakaian putih juga menghampiri Alvin. " Mari pak, ikut saya membereskan administtasi ny. Lella "


Alvin mengikuti perawat tersebut.


Selang 45menit, semua keluarga telah berkumpul disana, menantikan kehadiran anggota keluarga baru mereka, "Gimana Lella vin? " kata pak Jaya


"Lella masih di dalam ayah, tadi alvin disuruh menemani namun sepertinya alvin tidak tega, jd alvin izin keluar ruangan"


mendengar pernyataan kakanya Dea berdecih.. "Cih.. tampang doank lo ka!"


"sstt.. sudah sudah, kita doakan yang terbaik untuk Lella." kata mami mErry melerai kedua anaknya yang sudah biasa kalo bertemu pasti bertengkar itu.


15menit kemudian dokter keluar.


"Selamat kepada bapak Alvin, anaknya cantik cantik.." kata dokter dengan senyum yang merekah . "ibu nya masih menunggu sadar ya pak, nanti kalo sudah sadar baru bisa ditemui di ruang perawatan."


" Baik, terimakasih ya dok" ucap syukur Alvin panjatkan, sang papi menepuk bahunya, sang mami memeluk putra sulungnya itu, mereka bahagia,


"Hebat ka.. udah jadi aunty deh aku.." kata Dea


Jaya kembali merenung "Kay, cucu kita sudah lahir, kita sudah jadi kakek nenek, apa kau bahagia kay."


Tidak ada seorangpun yang mau pulang ketika Lella telah dipindah ke ruang perawatan, mereka berebut melihat anggota keluarga baru mereka.


"Nama nya siapa La?" kata Dea.


"Namanya Kalila dan Sakila" jawab Lella tersenyum memandang buah cinta nya bersama Alvin.


-🤗-

__ADS_1


__ADS_2