Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Nekat


__ADS_3

Bu ketty menarik lengan Gisel dengan sedikit memaksa membawa gadis itu ke kamarnya, ditutup dan dikunci rapat supaya giska tidak masuk, kali ini mereka bicara empat mata didalam kamar, setelah mengetahui hasil pemeriksaan Gisel yang menyebutkan bahwa anak gadisnya hamil memasuki usia 8minggu, bahkan bu Ketty tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya.


'Katakan siapa ayah dari bayi yang kamu kandung ka?" Bu Ketty mengguncang bahu anak sulungnya, air mata terus mengalir disela garis mata wanita paruh baya itu. Dia merasa gagal menjadi seorang ibu, bu Ketty memutuskan untuk membawa Gisel ke kampung halamannya, menurutnya ini lebih baik, untuk sementara sampai Gisel melahirkan anak tersebut, sambil mencari informasi siapa lelaki yang berhasil melenakan anaknya.


Gisel menangis melihat kekacauan yang terjadi pada ibunya, Gisel merasa telah melukai perasaan bu Ketty, Gisel hanya diam saat bu Ketty membawa nya ke kampung halaman, bahkan Giska hanya tau kaka dan ibu nya sedang menengok saudara disana. Giska tidak ikut karna pekerjaan dan kuliah nya disini jadwalnya sudah padat.


"Apa mama akan lama disana?" kata Giska


"Tidak, mama hanya sebentar sayang, setelah urusan mama selesai mama akan langsung kembali kesini," kata bu Ketty


"Kamu baik-baik dirumah ya sayang!" katanya lagi


"Hemm.. nanti Giska minta Helena menginap untuk menemani Giska disini mah!" kata Giska


"Iyaa, boleh sayang, asal kau jaga diri selagi mama dan kaka tidak dirumah." kata Bu Ketty


**


Alvin mengantar Lella kekampus, sejak pertunangannya tempo hari, Alvin rajin menjemput dan mengantar Lella kemanapun, bahkan Lella tidak diizinkan untuk menyetir sendiri.


"Sudah sampai, nanti aku jemput lagi ya, hari ini aku ada mata kuliah sampai jam 4 sore," kata Alvin sambil mengusap rambut gadisnya.


"Hemm.. terimakasih ka, aku tunggu ditempat biasa ya!" kata Lella menunjukkan senyum manisnya.


Saat ini mereka berada di depan gedung fakultas ekonomi. Lella turun dari mobil alvin dan segera melangkahkan kaki menuju ruangan kelasnya. ketika melewati koridor utama, Lellla menangkap sosok lelaki yang dirasa dia kenal, "Hai" kata lelaki itu.. "Lupa ya? aku Andri!" katanya


"ooh.. yaa.. hai ka Andri.. sedang apa disini? apa tidak kerja?" kata Ella


"Saya baru akan kembali ke kantor, baru saja Dea menelpon kalo dia memerlukan sesuatu, dan untuk itu dia meminta saya sekalian membawa nya kesini" kata Andri


"Dea? " kata Lella


kenapa Dea gak bilang aku, padahal tadi sebelum berangkat dia berbalas beberapa pesan dengan ku.


"baiklah Ka Andri.. maaf aku duluan kekelas, sudah terlambat soalnya!" kata Ella

__ADS_1


" iyaa.. silahkan.. semangat yaa.! " Ella merasa Andri cukup playboy, Lella juga kurang suka dengan sikap sok kenal sok dekatnya itu. aku sama sekali tidak menyukai sikapnya yang sok akrab itu.


Lella berjalan, sesekali menengok ke arah belakang, memperhatikan sosok Andri.


Andri sampai di parkiran mobilnya, dia melajukan kembali mobil sportnya ke arah kantor, karna masih ada pekerjaan yang menanti disana.


***


Gisel menatap kosong ke arah jendela, dia sedang mengingat-ingat wajah Andri, setelah beberapa lama melamun, Gisel meraih ponsel, mengetikkan sesuatu disana.


tolong, temui aku di Jogjakarta, aku sedang mengandung anakmu!


send


aku tidak akan meminta apa-apa, hanya ingin kau mengakui ini anakmu!"


send


beberapa pesan dia kirim ke nomor yang sama, namun pesan itu hanya dibaca saja, sejak Gisel melihat bahwa ponsel yang dia kirim pesan sedang Online dia memutuskan untuk melakukan panggilan.


(ponsel Andri berdering)


Andri melihat nomor yang tertera, dia menggeser icon merah .. berlanjut ke deringan selanjutnya.. dia mereject kembali panggilan tersebut.


"Sial.. kenapa gadis ini sangat nekat sih..!" kata Andri kesal, akhirnya menonaktifkan ponselnya


Gisel masih berusaha menghubungi sampai operator yang menjawab, dia merasa putus asa. menghempaskan tubuhnya diatas sofa. memejamkan mata sambil tangannya mengelus perutnya yang masih rata itu. mama tidak akan menggugurkanmu nak, kelak kau akan bertemu mama didunia. nanti kita sama-sama cari papamu.


Airmata kembali menetes di pipi Gisel, dia merasa sangat terpuruk, apalagi setelah ibunya mengirimnya ke jogyakarta yang jauh dari kota S,


***


"ka Alvin aku sudah di tempat biasa, aku tunggu sama Dea."


send

__ADS_1


Lella mengirim pesan singkat ke Alvin, dia sengaja tidak menelpon karna pasti Alvin masih berada dikelas.


"De,.kami serius sama Ka Andri?" kata Ella disela makannya.


"Enggak La, aku cuma temenan sama ka andri, aku belum siap punya pacar"


"Tapi tadi Andri terlihat sangat semangat mengantarkan barang pesananmu!"


"Hmm." Dea menaikan bahunya.


"Jangan mempermainkan lelaki De, kita gk tau apa yang bisa dia lakukan!" kata Ella


"Tidak La.. aku masih bisa menjaga diriku."


"Ku harap akan begitu selalu, " kata Ella


"Jam berapa ka Alvin jemput! kenapa sih kamu gak pake mobil sendiri aja, repot banget kaka ku yang cuma satu itu?" kata Dea


Lella terkekeh mendengar ucapan Dea, "Tanda sayang De," jam 4 ka Alvin baru selesai kelasnya." kata Lella


"Ceh.." ledek Dea..


***


Giska mengenakan seragam kebesaran cAfe x, sekarang Giska bekerja parttime seperti lella dulu, melalui info yang didapat dari Lella, akhirnya Giska membulatkan tekad untuk bekerja membantu keuangan sang ibu.


-


-


-


-


jangan lupa vote dan Like yaa..

__ADS_1


terimakasih masih setia membaca novel karyaku.. 😘


__ADS_2