Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 3 Melamun


__ADS_3

Didalam kelas ternyata gak membuat gue sadar dari khayalan tentang apa aja yang akan gue lakuin buat deketin Lisa gaes, dosen menjelaskan panjang lebar, sedangkan gue hanya menopang sebelah tangan kemudian senyum-senyum sendiri ngebayangin indahnya Lisa memberi perhatiannya kepada gue.


"Sa, Kenapa sih loe tuh dingin banget sama cowok!" mencoba memulai perbincangan dengan gadis dihadapan gue ini, dia hanya menatap lembut ke arah gue, tanpa menjawab, tapi gue suka.


"Lisa, ntar pulang kita jalan yuk, loe suka jalan kemana?" lagi-lagi Lisa hanya memandang lembut ke arah gue, ya Tuhaaann.. asal loe tau gaes, hati gue bahagia banget bisa dekat sama gadis ini.


"Al.. ?" panggilnya tiba-tiba mengerjapkan matanya memainkan memberi kode kepada gue.


"Iya Lisa, kenapa?" gue masih senyum aja memandang wajah dia


"Al..?"


"Hmm.. gue denger Sa.. !" gue semakin terpesona.


"ALKA PRATAMA SYAHRIL," tiba-tiba gue tersentak nama gue dipanggil lengkap, lamunan gue buyar gaes, gue liat sekitar semua nengok kearah gue, " ii iyaa pak!" gue cuma gagap bukan gagu yaa..

__ADS_1


"Kamu dengar penjelasan saya tadi?" ucapnya, membuat gue melirik kesebelah kanan, "Bay.. ?" Bayu hanya mengedikkan bahu.. gue nengok ke kiri "Gung!" Agung juga nyengir-nyengir gak jelas.


"Sa saya paham pak!" gue bohong dah daripada gue kena semprot, tapi kebohongan gue malah memperpanjang urusan gaes, dosen ini malah ngasih gue tugas yang banyak banget dengan deadline seminggu, "hmm.. nyesel gue ngebohongin tuh dosen!"


"Lagian loe, orang dosen killer gitu, masih sempet-sempetnya melamun.." ck.. emang gue payah banget kalo udah penasaran sama cewek, gue cuma bisa menggaruk garuk kepala, semua memang kesalahan gue.


Keinginan untuk mendekatkan diri sama Lisa cuma jadi angan-angan gaes, pada akhirnya seminggu ini gue cuma nguplek di perpustakaan kampus buat menyelesaikan tugas dari pak Hardi dosen killer manajemen keuangan, Mana duit yang gue hitung banyak banget, belom hutangnya belom hitung modal, "Ya tuhaaann.. begini amat pengorbanan gue ya!"


Sampai pada hari kelima, tersisa beberapa lembar tugas yang masih belum rampung, saat ini gue sedang duduk-duduk santai bareng ketiga sahabat, "Gung, bilangin Dion, gue minjem earphone nya!" Agung duduk lebih dekat dengan Dion, dia menepuk Dion, Dion yang merasa ditepuk nengok donk.


"Ada apa?" katanya, "Itu..!" kata Agung memoyongkan bibirnya ke arah gue.


"Kenapa Al? kusut banget?" tanya Dion yang memang sudah fokus kearah gue


"Di, loe baru tau, muka Alka sudah kayak cucian belom disetrika, lecek!" kata Bayu ngeledek lagi,

__ADS_1


"Ini nih.. yang namanya pengkhianat!" gue menunjukk wajah Bayu.


"Kenapa jadi pengkhianat sih Al?" kata Bayu terkekeh..


"Tau nih.. Alka kebanyakan ngitung uang setan kayaknya, jadi mabok dia!" kata Agung


"Ada apa sih Al?" tanya Dion lagi yang memang sedari tadi bingung arah pembicaraan teman-temannya tuh kemana.


"Gue balik aja lah!" Gue mengambil ransel kemudian mengeluarkan ponsel.


"Lho.. Al? loe balik sama siapa." kata Agung panik


"Gue minta jemput supir!" gue berlalu dari hadapan mereka.. ini kelemahan gue, kalo udah gak sanggup biasanya gue lebih baik menyendiri.


Tapi memang punya teman ganteng kayak mereka itu anugerah, tanpa ba bi bu, Agung mengajak yang lain menyusul gue yang baru sampai gerbang kampus, sembari menunggu supir menjemput gue mainkan benda pipih berlambang Apel kegigit itu.

__ADS_1


" Al...?" panggil mereka, dan gue naik ke mobil dengan tujuan bukan ke rumah, tapi ke tempat asik..


lets go..


__ADS_2