
Mereka masih berada di foodcourt, setelah tatapan sengit dari Putra, Deliza memilih duduk menjauh dari Bayu, kini Alka yang sudah bergabung duduk bersama diantara Bayu dan Deliza, mereka memilih menghabiskan makanan sambil berbincang, tiba jam 6 sore, Aisya bangkit kemudian pamit mengajak Deliza untuk pulang, karna mereka memang kesana berdua jadi akan pulang berdua juga.
"Udah yaa gaess.. kami pamit pulang!" Ujar Aisya kepada cowok-cowok yang masih saja lempar candaan.
"Sya, bareng aja sih pulangnya!" kata Alka.
Putra hanya diam menatap Deliza yang tak berani berkata-kata. "Aku kesini berdua, jadi akan pulang berdua juga" kata Aisya menjawab ajakan Alka.
Bayu menghendikkan bahu saat Alka menatapnya. "Biarin aja mereka pulang berdua Al, kan yang penting mereka bersama-sama!" jawab Bayu.
Putra berdiri, dan memakai kembali topinya, kemudian berjalan mengambil tangan Deliza mengenggamnya erat berjalan diikuti Aisya meninggalkan Alka dan Bayu.
"Pulang bareng aku aja!" kata Putra sebelum melangkahkan kaki, menatap si calon istri dengan tatapan tajam.
"Hadeeehhh" Aisya menepok jidatnya.. "Gaes.. duluan yaa!" kata Aisya melambaikan tangan ke arah Alka dan Bayu.
Bayu melihat tangan Deliza digenggam oleh Putra dengan tatapan tidak suka, dan Alka hanya biasa saja.
"Ada hubungan apa Deliza dengan laki-laki itu Al?" kata Bayu yang masih menatap kepergian ketiga orang yang semakin menjauhi mereka
"Calon suami Deliza!" kata Alka santai, namun tidak dengan respon dari Bayu.
"Loe serius kalo ngomong broo" tegas Bayu.
__ADS_1
"Hmm . " Alka menatap lelaki disampingnya kemudian menjauh, menyadari jarak mereka yang sangat dekat.
"Iyaa serius gue, ngapain juga gue boong!" kata Alka masih dengan mengunyah kacang disana.
"Gimana? katanya tadi ada yang mau diomongin Bay?" kata Alka.
Bayu yang sudah merasa tidak punya kesempatan, hanya bisa diam.
"Broo?" kata Alka.
"Gue balik Al!" Bayu meninggalkan Alka yang masih bengong terhadap berubahnya sikap sang sahabat.
***
"Hmm.. Bayu!" jawab Deliza
"Iyaa . siapa Bayu?" tanya Putra lagi
Kenapa sih jadi posesif gitu.. gerutu Deliza dalam hati
"Teman kita, hanya saja dia dikelas 2 IPA 2, walikelasnya pak Johan" jawab Deliza
"Dia juga anggota OSIS bagian persiapan." jawab Deliza lagi.
__ADS_1
"Oh.. " jawab Putra singkat.
"Aku antar Kamu dulu yaa, baru aku pulang bareng Aisya!" kata Putra yang sedari tadi matanya memperhatikan jalan.
"Hmm.." jawab Deliza. kemudian dia mengeluarkan ponselnya dari dalam tas.
hening
hening
hening
Sesampainya didepan rumah Deliza, Aisya turun sekedar cepika cepiki, kemudian kembali masuk dikursi penumpang depan, disamping Putra, Putra tak lagi bersuara, ia kembali menjalankan mobilnya tanpa melirik ke arah Deliza lagi,
hmm.. marah deh . . gumam Deliza saat berada didepan pintu rumahnya, menatap mobil Putra yang menjauh.
***
Bayu mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia merasa patah hati, bahkan untuk sekedar berangkat kesekolah rasanya ia enggan, ia memutuskan akan kembali ke Belanda, (Aahh.. Bayu mah cemen aah, janur kuning belom melengkung bro, kejaarr!!)
Namun saat Bayu hendak mengirim pesan singkat melalui ponselnya, ia tak memperhatikan perempatan jalan yang ada didepan, sehingga...
Braaaaakkkkkk.....
__ADS_1
Dentuman keras menhentaknya, mobil yang ia kendarai terbalik dan terseret sehingga menabrak pagar pembatas.