Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 2 bag 1 Anak Lelakiku


__ADS_3

"Alka Pratama Syahril" panggil bu Ana saat mengabsen murid-muridnya. Nama Alka selalu disebut yang kedua setelah Aisya, Alja terkenal sebagai siswa cerdas di kelasnya, bahkan tahun lalu 2semester berturut-turut ia menjadi juara umum di sekolah.


Putra bungsu dari pasangan Lella dan Alvin kini sudah memasuki usia remaja, tingkahnya yang menuruni sang Ayah, sedangkan kebaikan hati yang menurun sang Bunda, Alka kerap menjadi rebutan para siswi di sekolahnya..


"Al.. ?" ucap salah seorang gadis bernama Aisya, namun Alka tak langsung berbalik badan, ia sengaja agar perempuan itu mengejarnya.


"Al.. tunggu.. !" ucapnya lagi.


Dari arah depan sudah menghadang seorang gadis juga, dia mengeratkan tangannya ke pinggang, menanti Alka melewatinya.


"Minggir Za . .!" kata Alka mencoba menerobos sm gadis tersebut yang tak lain dan tak bukan adalah Deliza sepupunya sendiri.


"Kamu tidak dengar, itu temanmu manggil tau!" kata Deliza melototkan matanya ke arah Alka.


Alka jengah, memutar bola matanya. "Dari pagi Za . semua orang memanggilku seperti itu, biarkan saja!" kata nya lagi sambil berusaha melewati Deliza namun tak berhasil.


"hahh.. haahh.. haahh.. Al.. maaf kalo aku ganggu, aku cuma mau ngasih ini!" kata Aisya. Ia membawa beberapa lembar surat dari bu Ana.


"Apa itu?" kata Alka.

__ADS_1


"Ini surat pengumuman dari bu Ana, Bu Ana meminta kamu untuk membagikan ke seluruh kelas 2." kata Aisya lagi, masih mengatur nafasnya.


Alka menyaut surat itu, tanpa basa basi, langsung pergi meninggalkan Aisya. Aisya sudah paham dan tak pernah mempermasalahkan.


"Heh.. yang sopan donk! kata Deliza kembali menarik Alka.


Hingga Alka berbalik lalu mengucapkan kata-kata yang seharusnya dia katakan setelah menerima berkas.


"Terimakasih!" ucapnya singkat.


"Sama-sama!" kata Aisya kemudian menyunggingkan senyum khas nya kepada Deliza disana lalu membalik badannya menuju kelasnya lagi.


"Ya sudah, aku minta maaf!" ucap Alka.


"Ceh . . jangan minta maaf sama aku, minta maf sama Aisya sana, kasian dia,!" ucap Deliza yang kini ikut mendudukkan diri di kursi taman depan kelasnya.


Deliza melirik ke arah Alka yang serius menatap lembaran tersebut. "Surat apa sih Al?" kata Liza


"Hmm.. " jawab Alka singkat karna memang masih serius membaca.

__ADS_1


"Coba aku liat?" sahut Liza.


"Ntar ajaa, nanti juga ku kasih!" kata Alka kembali menarik kertas tersebut. "Udah yaa, aku balik ke kelas dulu." kata Alka lagi.


Deliza hanya hanya menghela nafasnya melihat kelakuan sang sepupu, memiliki sepupu bak es gitu dinginnya terhadap teman perempuan, membuat Deliza sering kali turut campur untuk membuat Alka menanggapi temannya.


"Paman dan Bibi orang yang sangat baik serta perhatian sama teman, kenapa mereka memiliki putra yang begitu sombong dan angkuh." kata Deliza masih menatap punggung Alka yang berjalan menjauhi nya.


*


Dikelas.


"Al.. surat apa itu?" kata Jenny dan Rosa bersamaan.


Alka hanya melirik, tidak menanggapi. kemudian berdiri di depan kelas, memberikan pengumuman.


Alka membagikan surat itu kepada teman-temannya dengan mengoper lewat kursi paling depan kemudian dioper ke belakang. Setelah itu Alka kembali keluar kelas untuk membagikan ke kelas berikutnya.


Aisya memperhatikan tingkah Alka, senyum terbit dibibirnya seraya membaca surat pengumuman yang baru saja ia terima.

__ADS_1


__ADS_2