Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 3 Minta Kawin


__ADS_3

Yeaaaaayyy... gue bahagia gaes, gue bahagia liat wanita gue berdiri dengan menyandang status cumlaude diatas podium, dia tersenyum lembut..


Saat turun dari Podium, gue sambut dia dengan sebuket besar mawar merah full, hanya untuk dia, gue bangga, Lisa seorang wanita tangguh, walau pada awalnya gue merasa dia sangat cuek terhadap lingkungan sekitar, namun setelah gue kenal dekat, orangnya peduli banget, bahkan dia rela menghabiskan waktu hanya untuk menemani bunda belanja, katanya senang aja kalo liat bunda tersenyum saat belanja. Bener-bener istri idaman.


***


Acara telah usai, kami melanjutkan pesta kelulusan Lisa di sebuah resto, gue, Agung, Dion, dan Bayu.. tak lupa gue sengaja memasang Video call menghubungi sang sepupu sengklek, disana Deliza pun merasa bahagia mendengar kabar dari gue disini, airmata tak lepas menetes dari mata cantiknya..


"Al... hiks.. gue mau pulang!" Deliza terisak menangis saat camera gue tujukan ke arah sekeliling gue..


"Al.. hiks.. huaaaa.... gue kangen Indo! kangen sama mama..." gue cuma terkekeh, emang gue juga sepupu terjahil, Deliza sudah hampir 4tahun tidak pulang ke Indonesia, karena memang Putra masih merintis perusahaan disana, dan kuliahnya juga belum selesai, belum lgi, karna sempat keguguran dia mengajukan cuti 1tahun, jd kuliahnya terasa lebih lama.


"Udah Al, kasian Liza .. " kata Lisa menepuk pundak gue saat gue lagi asik-asiknya ngerecehin Liza.


"Hahaha . ya udah ya Za.. bye..!" panggilan video berhenti, dan menampilkan wallpaper Lisa yang sedang bermanja di bahu gue..


"Jahat banget emang lo Al!" kata Bayu, Bayu yang sedari tadi diam aja, langsung berkomentar saat panggilan sudah terputus


"Kapan lagi ngeledik Deliza kan. !" gue masih belom bisa berhenti tertawa, sampai terasa garing, karna yang tertawa cuma gue doank.. ckckck.. sepupu luckNut emang ..

__ADS_1


"Eehh.. betewe di Singapore gue ketemu Aisya lho!" lanjut gue . . sebenarnya obrolan ini khusus buat Bayu, karna yang mengenal Aisya cuma Bayu, kalo Dion dan Agung hanya pernah dengar cerita masa lalu gue aja.. ce elaaahh..


"Terus gue mesti bilang WOW gitu. Al?" Kata Bayu tak menanggapi.


"Teman lucknut Emang!!" gue menoyor kepalanya .


"Isshh.. kebiasaan deh... jadi lo pulang ke Indo buat nempeleng gue doank Al!" kesal Bayu.


Agung melihat wajah konyol Bayu, seketika tawanya meledak.."Hahahaha..."


Dion mengeryit masih sibuk dengan earphone ditelinganya,


"Eehh.. bUsehhh.. kira-kira donk Al.. kepala iniii.. bukan Ke la pa!" kata Agung ikutan kesal karna gue toyor..


"Hahaha... Karma loe!!" kata Bayu yang seolah menang..


Lisa hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan keempat sahabat itu, sambil menyeruput minumannya.


"Oia.. masih dalam moment bahagia, gue mau nambahin surprise buat Lisa, loe bertiga saksinya yaa!" gue mengeluarkan kotak beludru hijau yang sudah gue siapin dari sehari sebelum acara wisuda, tepatnya setelah menyatakan satu permintaan kepada ayah.

__ADS_1


"Will You Marry me?" ucap Gue lantang menyerahkan kotak tersebut ke hadapan Lisa, Dion melepas earphonenya, Agung bersender di bahu Bayu dengan senyum tak jelas, Bayu yang mengabadikan moment tersebut mengambil ponsel dari dalam kantong celana jeansnya.


"Lisa..?" gue kaget, dia bukannya jawab, malah nangis gaes, gue bawa dia kepelukan gue, "Ssshhhtt.. kenapa nangis!"gue mengusap pelan punggungnya.


"Aku... Aku bahagia Al!"


***


"Gimana Al? sudah kamu pikirkan baik-baik satu permintaan yang ayah kasih!" kata Ayah Alvin sore lalu, gue memilih untuk berani meminta ayah mengizinkan gue menikahi Lisa pekan depan sebelum gue berangkat lagi ke Singapore, diluar ekspektasi gue, ternyata Ayah menyetujui.


"Abang mau menikah Yah, boleh kah? besok pas abang kembali ke Singapore, Abang akan membawa Istri Abang serta kesana!" ucap gue lantang tanpa keraguan.


"Ceh.. sudah Ayah duga, pasti permintaanmu itu.!" Ayah mengeluarkan cek, dengan nilai yang luar biasa.


"Belilah sesuatu untuk calon istrimu, ini hadiah dari Ayah dan Bunda!"


"Terimakasih Yah ..!" gue menerima dengan tangan gemetar, cek dengan nilai yang fantastis..


Gue berniat membeli sepasang cincin, dan membeli sebuah gaun untuk dipakai Lisa, acara kami akan dilangsungkan pekan ini sebelum keberangkatan gue kembali ke Singapore.

__ADS_1


__ADS_2