Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Jawaban Lella


__ADS_3

Alvin menunggu di dalam mobil, ini merupaka hari dimana Lella akan menentukan hatinya, lelaki yang sejak dulu mencintai gadis itu sangat berharap padanya lah hati gadis itu berlabuh.


Pintu cafe dibuka, masuklah seorang gadis ditemani oleh sahabat karibnya,


"cih.. ka Alvin udh lama disini?" kata Dea, tangannya selalu menggenggam benda kotak pipih, dan matanya selalu melihat ke arah nya, sesekali notifikasi berbunyi dia mengalihkan pandangan penuh ke benda tersebut.


"Ngapain kamu ikutan kesini?" kata Alvin ketus


"Gapapa ka.. De mau ketemu sama temen nya juga disini" ucap Lella


"La.. aku duduk disebelah sana ya, temenku sudah diparkiran, awas ati2 sama ka alvin!" ucap Dea sebelum meninggalkan meja Alvin


"Hus hus sana pergi, ganggu aja urusan orang gede!" kKata Alvin mengibas-ngibaskan tangannya mengusir Dea adiknya itu.


Lella duduk dihadapan Alvin, memposisikan diri senyaman mungkin, "ka.." omongan Lella terputus


"mau minum apa La?" Alvin berdiri hendak menuju meja pelayan


"orange juice aja ka!" kata Ella


"Oke sebentar ya" kata Alvin beranjak, dia hanya mencari alasan, padahal hatinya sudaj berdebar tak karuan.


Setelah memesankan minuman, Alvin kembali duduk, "Ka.. kemarin ayah telpon, hari ini aku harus ngasih jawaban ke ka alvin! apa kaka sudah siap apapun jawabanku?"


"Hmm.. kaka siap!" walau ada penolakan sekali lagipun kaka siap!" ucap alvin pesimis


"Hihihi.. ka Alvin lucu, seperti yang ingin ditolak aja, memang ka Alvin mau ditolak lagi sama Ella?" kata Ella terkekeh melihat tingkah laku alvin yang serba salah.


"Eh.. maksudnya La?".. Alvin mendengar ucapan Lela yang terdengar ambigu.


"Iyaa.. Lella bel jawab apa-apa, tapi ka alvin udh bilang penolakan, Yakiin mau ditolak lagi sama aku??" kata Lella mengulang pertanyaannya kembali


Alvin menatap lembut wajah Lella, seketika rona merah menghiasi wajah gadis itu, Lella sudah tidak bisa menutupi kegugupannya, memang hari ini dia harus memberi jawaban atas perasaan Alvin terhadapnya, karna dua hari lagi Pak Jaya kembali dari Singapura.


"ka alvin, Lella itu banyak kurangnya lho.. Lella gak bisa masak enak!"


"hmm" alvin berdehem


"Lella juga gk punya keahlian apa-apa, masih jauh dari kata sempurna ka!"


"Lella, ketika seseorang mencintaimu, bukan berarti dia melihat kelebihanmu saja, tapi dia akan menerima segala kekuranganmu juga, karna cinta itu lahir di sini( tunjuk alvin ke dadanya) "


Rona merah kembali diwajah Lella.


"Baiklah, kalo begitu, apa ka Alvin menerima semua kekurangan Lella?"

__ADS_1


"Semua yang ada padamu, aku terima setulus hati" ucap Alvin


"hmm.. Lella Menerima ka Alvin!!"


Alvin yang belum siap mendengar pernyataan Lella kembali hanya melongo saja,.


"Iyaa La.. gimana?"


"Hmm.. Lella menerima kaka, Lella menerima kaka sebagai calon suami Lella, Lella yakin, ayah menjodohkan Lella dengan lelaki yang baik seperti kaka, bukan tanpa alasan ,apalagi sembarangan."


terlihat raut wajah senang dan bahagia di wajah Lella..Alvin menggenggam jemari Lella mengecupnya berkali, sambil berterimakasih, ternyata usahanya selama ini tidak sia-sia, dia berhasil membawa gadis itu menjadi miliknya,


Senyum mengembang tak lepas dari wajah lelaki itu, begitu juga di wajah Lella.


"Lusa, ayah kembali ke Indonesia, kita jemput ayah ke bandara ya ka!" kata Ella


Alvin menganggukkan kepala.


***


Dari meja sebrang terlihat Dea bersama seorang lelaki mengobrol, tatapan lelaki itu sangat berkharisma, Dea mengenal lelaki itu tidak sengaja saat Dea pergi ke suatu mall sendiri tempo hari, Lelaki itu membantu Dea selama dia berada di mall, akrab, mereka mengobrol beragam cerita, sampai dua pasang mata menatap kearahnya,


Alvin beranjak menuju meja yang kini adiknya duduki, "De, siapa?" tanya nya


Ka Andri, ini kaka ku yang paling tampang se fakultas ekonomi Ka Alvin" kata Dea terkekeh


"Dan ini calon istri nya Lella!" kata Dea kepada Andri


Andri menatap Alvin dan Dea dengan tatapan sahabat, Andri yang mengenakan jas kerja, memang saat itu dia baru saja pulang dari kantornya. Mereka memutuskan untuk duduk di meja yang sama, dan mengobrol sebagai teman baru, sampai waktu menunjukkan pukul 7, Andri pamit karna ada urusan, setelah mengangkat telpon dari asistennya.


"De, saya pamit dulu, Alvin, Lella saya permisi, sampai jumpa lagi!" ucap Andri.


"Iya ka.. hati-hati dijalan!" ucap Dea


Sepeninggalan Andri, Dea di hujani berbagai pertanyaan oleh kakanya.


"De.. kamu kenal dimana?"


"Sepertinya dari cara dia berpakaian dia bukan orang biasa?"


"Kamu harus hati-hati sama orang yang baru kamu kenal De, "


bla bla bla bla bla bla..


banyak pertanyaan lagi yang dilontarkan oleh Alvin dan Lella, Dea melihat ke arah keduanya menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Baiklah kakaku yang tampan dan sahabatku yang cantik calon istri nya ka Alvin. hehe.. De akan mendengar semua nasehat kalian!" ucap Dea dengan sunggingan senyum di bibirnya .


"By the way, ada kabar baik kah?" tanya Dea sambil mengedipkan mata ke arah Lella


Alvin duduk disampingnya meluruskan tangan kekarnya di pundak Ella, memeluk leher gadis itu, menyatakan bahwa mereka sudah serius menuju ke arah perjodohan yang tempo hari dilontarkan kedua orangtua mereka.


"Aakhirnyaaa.. Lellaa.. kamu bakal jadi kakak iparku.." Dea memeluk Lella


"Masih lama kali De," kekeh lella


Ella masih malu mengakui dan masih menunggu ayahnya kembali ke Indonesia.


"Ayo kita pulang, sudah sore, Ella biar kaka yang antar, kamu bisa pulang sendiri kan De?" kata Alvin


"Ceh . . adiknya sendiri di buang!" ucap Dea


"Dee... jangan gitu deh, kaka serius..!" kata Alvin


"Iya iya . De pulang sendiri, nanti De bilang sama mami, kalo ka Alvin ninggalin De.." ucap Dea mencandai kakanya


"Aahh kamu De, kalo kamu begitu, nanti kaka adukan ke mami, kamu ketemu dan kenalan sama cowok dewasa!" kata alvin balik.mengancam


"Isshh.. kaka..!"


"Hayoo.. gimana?"


Lella melihat kedua kakak beradik dengan menggelengkan kepala, lalu memeluk Dea, "Aku pulang sama Alvin ya De, kamu hati-hati!"


"Kamu La yang harus hati-hati sama ka alvin!" kata Dea


"Emang adik yang satu ini maunya diapain yaa??" kata Alvin sambil memeluk leher adiknya Dea mengaduh akan sikap konyol kakanya itu.


"Sudah sudah.. ayo..!" kata Ella


Mereka keluar cafe dan menuju parkiran untuk mengambil mobil mereka.


Mobil Dea mengikuti mobil Alvin, mereka menuju rumah mereka.


-


-


-


bersambung

__ADS_1


__ADS_2