
Kematian Jaya meninggalkan kepedihan khususnya Lella dan kedua anaknya Kila dan Lila, tak ada yang bisa memprediksi kapan waktu itu tiba, kita hanya bisa bersiap ketika sudah waktunya.
Lella ditemani sang mama Merry sedang berada dikamar, setelah memakamkan jenazah sang Ayah, Lella memilih dikamar, sedangkan Alvin dan Papa Rio berada di pelataran rumah alm. Jaya untuk mengadakan pengajian pengiriman doa kepadanya.
Dipimpin oleh ustadz Abu, pengajian yang di datangi oleh para lelaki itu berjalan sesuai harapan.
Usai acara pengajian, Alvin mendatangi istrinya dikamar, terlihat Lella sedang tertidur, ditemani oleh sang mama mertua.
Kila dan Lila serta Alka harus diasuh sementara oleh sang nenek sampai bunda mereka kembali tegar,
"Sayang.. bangunlah, kau belum makan?" ucap Alvin yang saat ini bergantian oleh mama merry, dan kini mama merry menemani cucunya di kamar mereka .
"Aku tidak lapar!" ucap Lella lesu dan tanpa membuka kedua matanya.
"Sayang, jangan begitu, kamu harus mengikhlaskan Ayah pergi." ucap Alvin lagi.
Lella bangkit, kemudian memeluk sang suami, "Sekarang aku udah gak punya orangtua Ka, aku sendiri di sini!" huhuhuhu... tangis Lella pecah.
"Kata siapa? kamu tidak menganggap aku? huhh?" kata Alvin menatap wajah sang istri yang terlihat sembab.
"Ada aku, ada anak-anak, ada mama ada papa, ada dea, kami tidak sendiri sayang jangan bicara seperti itu sayang!" kata Alvin mendekap tubuh istrinya kemudian mengecup keningnya
Mendengarkan tangis pilu sang istri, Alvin hanya bersabar mendengarkan, dan menjadikan dirinya sandaran. Alvin sangat paham, sejak kecil Lella sudah kehilangan Sang Ibu, kini di saat ia sedang berusaha membahagiakan sang Ayah, ia harus kehilangan lagi, tapi begitulah kematian, tidak ada yang bisa memprediksi.
*
Dikamar anak, Lila dan Kila ditemani sang Nenek, si bungsu Alka diasuh oleh baby sitter,
"Nek, Apa sekarang Opa bahagia?" tanya Lila
"Tentu sayang, Opa sudah bahagia disana Opa bertemu dengan Oma!" kata Nenek Merry
"Oma sama Opa berarti sudah bertemu ya nek!" ucap Kila yang tiba-tiba menyambung pembicaraan Nenek dan Lila.
"Hemmm . " jawab Nenek merry
__ADS_1
"Kenapa Oma tidak bertemu Opa dirumah ini saja?" tanya Kila lagi
"Karena Oma sudah di rumah Allah sayang, Oma sudah di syurga!" kata Nenek Merry
Kila dan Lila sedikit paham tentang syurga dan Neraka dari pelajaran yang dijelaskan oleh guru ngaji nya,
"Berarti, suatu hari Kita bisa kumpul lagi ya nek!" tanya Lila
"Iya sayang, suatu hari nanti, kita berkumpul lagi di syurga Nya Allah.." kata sang Nenek
Disela pembicaraan Kila Lila dan sang Nenek, Kakek yang baru saja kembali dari rumah mengabarkan kabar bahagia.
"Ma, ?" panggil Papa Rio
Melihat sang suami datang, Nenek Merry izin keluar kamar sebentar.
"Sayang, maaf Nenek keluar sebentar yaa, Kakek mau bicara sesuatu!" ucap Nenek
"Iya Nek," jawab kedua anak kembar itu dan melanjutkan cerita mereka lalu tidur.
*
"Dea, sudah melahirkan!" kata Papa Rio.
"Bukannya masih 2minggu lagi pa?" kata Mama Merry
"Barusan Sam mengabarkan bahwa Dea sudah di RS, dan akan segera melahirkan." kata Papa Rio
"Ya sudah kita kesana yuk pa, tapi mama pamit dulu sama Lella dan Alvin ya!" ucap Mama Merry.
Mama Merry berjalan menuju kamar Alvin di lantai 1, kemudian berhenti sejenak, lalu mengetuk pintu perlahan.
tok
tok
__ADS_1
tok
"Alvin.. Lella .. ?" panggil sang Mama.
Alvin membukakan pintu, karna terlihat Lella sudah tertidur karna lelah menangis
"Iya ma, ada apa? mama istirahat ya ma dikamar. Alvin sudah minta pelayan tadi membereskan kamar disamping kamar anak-anak." ucap Alvin
"Bukan begitu nak, sepertinya mama dan papa tidak bisa menginap!" kata Mama Merry ragu, karna bingung.
"Kenapa? apa mama dan papa mau pulang kembali ke rumah?" tanya Alvin
"Tidak nak, barusan Sam telpon, katanya adikmu Dea, sudah di Rs, dan akan melahirkan, jd Mama dan papa harus ke sana nak. tidak apa-apa kan mama tinggal dulu!"
"Iya ma, tidak apa-apa, sampaikan salam Alvin untuk Sam dan Dea, nanti kalo kondisi Lella sudah membaik, kami menyusul kesana!" ucap Alvin.
"Ya sudah, mama dan papa pergi dulu ya. Jaga istri kamu baik-baik!" kata Mama Merry
"Iya ma . mama dan papa hati-hati, sudah malam!" kata Alvin.
*
Dirumahsakit, Dea terlihat sangat bahagia dan bersyukur, karna putra nya terlahir tanpa kurang suatu apapun, lengkap sudah keluarga kecilnya, yang menambah kebahagiaan.
"Selamat sayang, atas kelahiran putra tampan kalian!" ucap Mama Merry yang sudah satu jam lalu sampai di RS dan menunggu proses persalinan Dea di ruang tunggu, Papa Rio melihat cucu ke empatnya dengan rasa haru, kini keluarganya bertambah satu personil lagi, walau hari ini ia baru saja kehilangan sahabat serta Besan yang sangat ia banggakan, namun kebahagiaan kecil ini menggantikan semua rasa pilu tersebut.
Jay.. semoga kau bahagia disana, titip salamku untuk Kayla.
*
setiap ada kelahiran pasti ada kematian, semua sudah tertulis. Reader.. semoga kita semua diberikan kelapangan hati ketika mendapatkan Ujian kematian, dan akan selalu bersyukur ketika mendapatkan kelahiran..
Semoga Like dan Vote hari ini banyak yaa.. jadi Author semangat terus nulisnyaa...
Terimakasih..😁
__ADS_1