
Aisya dan Deliza sudah berada di dalam taksi, sesuai rencana Deliza, hari ini ia akan mampir ke toko buku untuk membeli beberapa buku bacaan, " Mau nyari buku apa sih Za? " kata Aisya
"Gak tau, seketemunya aja Sya.."
Kini dua gadis itu sudah berada di Lantai 1 gedung toko buku, mereka berjalan dengan seragam lengkap, hanya saja kemeja seragam mereka balut lagi dengan sweater.
Tanpa mereka berdua sadari, dibelakang berjalan dengan santai seorang pria lengkap dengan topi dan masker wajah berwarna hitam, entah sengaja atau tidak, ia berjalan mengikuti arah dua gadis tersebut.
"Disini Za? " tanya Aisya yang menunjuk salah satu toko buku ternama disana. Dijawab dengan anggukan oleh Deliza, dan melangkah masuk.
"Rencana nyari buku apa?" tanya Aisya lagi.
"Masih belum tau sih Sya, tapi semoga ketemu," ucapnya sambil memperlihatkan giginya yang putih itu.
Pria tadi berdiri hanya selisih satu rak dengan berdirinya dua gadis tersebut. Mata nya senantiasa mencuri-curi ke arah Deliza dan Aisya.
Hingga satu jam berada disana, Deliza sudah mendapatkan buki yang ia cari, namun ia tak langsung ke kasir, ia berkeliling lagi menuju rak dimana tersusun rapi novel-novel dengan genre romansa. Aisya yang sedari tadi sudah mulai menikmati buku yang ia pilih dikursi ujung rak, kini hanya tinggal Deliza saja yang berdiri disana.
Perasaan curiga menghantui gadis itu, pasalnya, ia merasa diikuti sejak tadi, Deliza menatap ke arah lelaki dengan topi dan masker penutup wajah, namun ia hanya mengeryit, ia mengenali mata itu, tapi tidak yakin, akhirnya ia hanya melanjutkan acara baca novelnya sambil menunggu waktu berkunjung habis.
"Sya, berasa aneh gak?" bisik Deliza
"Hmm.. maksud kamu?" kata Aisya yang sudah menurunkan buku nya.
__ADS_1
"Itu..!" mata Deliza mengarah pada lelaki bertopi dan memakai masker wajah.
Aisya hanya mengendikkan bahunya, merasa tak tau, ia sedikit cuek. Deliza melihat reaksi Aisya yang biasa saja pun menjadi acuh.
"Sya . udah sore, yuk ke kasir!" ajak Deliza
Aisya menjawab dengan anggukan, kemudian menyusul Deliza berjalan menuju kasir, sejenak melirik ke arah pria bertopi yang sangat misterius itu, ia sengaja memperlambat langkahnya.
Pria bertopi itu kini berada di kasir samping Deliza dan Aisya membayar buku, semakin dekat, Deliza semakin curiga. ia sengaja mencondongkan wajahnya ke arah wajah pria yang tertutup itu. menyipitkan mata kemudian tangannya menarik kasar masker yang dipakai si pria.
"Haii.. gadis..!" pria itu nyengir tanpa rasa bersalah memperlihatkan giginya yang putih.
"Putraa!!" ucap Deliza dan Aisya bersamaan.
Putra hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Sudah ketahuan jadi dia pun melepas masker dan mempertahankan topinya.
"Ceh.. takut tuh.. calon istrinya digebet cowok lain!" kata Aisya mencibir
"You know me lah Sya!" kata Putra menatap wajah Deliza yang sudah terlihat malu.
Makanan datang, mereka menikmati dengan sekedar obrolan santai, saat mereka sedang asyik mengobrol, bahu Deliza ditepuk seseorang.
"Hei.." kata Lelaki itu yang kini telah bergabung dengan mereka. Putra mengeryit heran, pasalnya Putra tidak mengenal lelaki tersebut.
__ADS_1
"Ehh.. Bayu.. disini juga?" tanya Deliza yang terlihat semangat dengan kedatangan Bayu.
"Bay, kenalin ini Putra, Put.. ini Bayu sahabat aku dan Alka." kata Deliza, kalo Aisya sudah mengenalnya, karna mereka juga satu anggota dalam organisasi sekolah yaitu OSIS.
"Lo pacarnya Aisya kan?" tanya Bayu, yang memang tahu nya jika lelaki itu dekat dengan Aisya.
" No.. " kata Aisya yang terlihat takut.
Bayu hanya memasang wajah bingung , "Dia sepupu gue Bay, " kata Aisya
Bayu hanya ber Oh ria saja.
"Oia.. betewe ngapain disini?" kata Deliza, tadi kata Alka mereka janjian ketemu kan! gumam Deliza
"Nungguin Alka gue za.." kata Bayu
"Ceh,.. tadi aja, gue ajakin ke sini, Alka sok sok an gak mau, gak tau nya gatel juga dia sampe sini, kemana sekarang tuh bocah?" kata Deliza sewot
"Ditoilet!" kata Bayu, sambil mengusap bibir Deliza yang terkena sisa sambal karna makan sambil bicara.
"Loe kalo makan, jangan sambil ngomong, jd cewek jorok amat sih!" kata Bayu masih telaten mengelap, padahal Deliza sudah berusaha menghindar.
"Ekheemm.." Putra berdehem menghentikan aktifitas Bayu. mereka semua menatap ke arah Putra kini.
__ADS_1
Deliza yang merasa tak enak hati, mengambil alih tisu yang dipegang Bayu, dan mengelap bibirnya sendiri.
canggung kaan.. iihh.. sebel deh.. gumam Deliza.