
Hari ini disekolah sangat membosankan bagi Putra ataupun Deliza, walau waktu istirahat, mereka hanya duduk dikelas dengan aktifitas masing-masing, Deliza dengan novelnya, dan Putra dengan ponselnya.
Deliza menganggap menjauhi Putra lebih baik, agar perasaan nya bisa kembali seperti sedia kala, sebelum pria itu menyatakan cintanya.
Sedangkan Putra memilih menjauhi Deliza, karena sebentar lagi ia akan dimiliki oleh seseorang yaitu istri kecilnya.
Putra memutuskan untuk menerima bagaimanapun kondisi perempuan yang dijodohkan sang papih, mungkin itu lebih baik pikirnya.
***
Siang hari mereka pulang dengan perasaan biasa saja, dengan ekspresi biasa juga, bertemu bertatap muka, kini menjadi hal yang begitu dingin, tidak ada tegur sapa, bahkan sekedar candaan.
"Stop ah Al.. ihh.. geli tauu.. " terdengar suara di belakang, Deliza menoleh, ternyata Alka dan Aisya sedang bercanda sambil berjalan dan mengobrol. Tidak ada yang tau status mereka hanya teman, yang satu sekolah tau mereka itu pacaran.
.
"Kamu pulang aku anter ya!" kata Alka kepada Aisya
"Enggak bisa Al.. aku udah bilang mau bareng Putra!" kata Aisya
Alka cemberut, kemudian mengangguk, Alka terkenal dingin dengan teman perempuan lain, tapi hangat dengan Aisya dan Deliza.
__ADS_1
Semua mencibir Deliza yang posisi nya sudah digantikan oleh Aisya, namun Deliza hanya cuek saja, karena mereka gak tau kalo Deliza dan Alka adalah sepupu.
Bertahun tahun di sekolah yang sama, Akhirnya di tingkat 11 sekolah SMA ini Deliza baru bisa lepas dari kemanjaan Alka, dan itu karna hadirnya Aisya, Deliza malah bersyukur,.
"Al.. gue pulang sendiri!" kata Deliza. Alka mengeryit, Deliza akan menggunakan bahasa gue elo saay sedang di mood yang tidak bagus.
"Loe kenapa? masih mikirin kawin?" kata Alka memperjelas kata kawin.
"Udah deh, gue gak mau becanda!" kata Deliza yang berjalan meninggalkan Alka yang sudah berada di parkiran.
"Ya udah terserah loe za.. ati-ati.. kasian suami loe jadi duda sebelum malam pertama nanti!... hahahaha" Alka tertawa...namun tawanya berubah menjadi tatapan sendu, ia sangat paham perasaan sepupunya itu.
"Loe kuat Za,.. sabar!" kata Alka sendiri memasuki mobilnya dan pulang.
***
"Enggak, kaka sedang gak ada jam kuliah hari ini.!" Kuliah semester 7 memang sudah memiliki banyak waktu kosong, tidak seperti Sakila yang memilih parttime, Kalila lebih suka dirumah menikmati masa liburnya.
Alka mengangkat bahu, kemudian melanjutkan jalannya menuju kamar.
Baru juga sampai di anak tangga kedua dia berbalik, "Kak.. bunda kemana?" tanya Alka
__ADS_1
"Bunda kerumah Uncle Sam, katanya ada yang mau dibahas, " jawab Kalila santai.
Alka hanya ber Oh ria saja, "Jangan-jangan mau ngomongin pernikahannya Deliza!" gumam Alka.
**
Dirumah Deliza,
Dea dan Lella berada di taman belakang, sambil menyeruput teh lemon buatan Dea, mereka mendiskusikan rencana pertemuan dua keluarga yang akan dilaksanakan akhir pekan ini, dan kalo kedua anak mereka cocok, pernikahan akan dilaksanakan 1bulan berikutnya.
"Gimana De, sudah sampai mana persiapannya?" tanya Lella
"Tinggal ambil gaun sama jas aja, untuk catering dan penata rias sudah siap La." jawab Dea
"Kemungkinan terburuk adalah mereka menolak De, bagaimana sikapmu selanjutnya?" kata Lella
"Mau bagaimana lagi, ku cancel saja." jawab Dea sambil menyeruput Teh Lemon nya.
Bahkan akupun ragu dengan wajah Deliza yang akhir-akhir ini tampak murung La..gumam Dea sambil melirik ke arah sahabatnya
"Semoga semua lancar sesuai harapan ya De!" kata Lella menenangkan seolah -olah Lella mendengar kata hati Dea.
__ADS_1
Dea mengangguk dan berusaha tersenyum meski pelik.