Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Morning Sickness


__ADS_3

"Pagi ma.." sapa Gisel kepada bu Ketty, Bu ketty sejak pagi sekali sudah berkutat didapur, sejak pisah cerai oleh pak Jaya, bu Kettt kini merintis usaha kuliner, dia menjajakan jualan masakan siap santap, di teras rumah bu ketty memasang spanduk bertuliskan


"Ketty's Kitchen"


menyediakan berbagai makanan siap santap


terima pesanan


whatsapp 0877xxxzzzxx


"Sudah bangun ka? bantu mama bangunkan Giska ya, pagi ini dia ada ujian penelitian." ucap bu Ketty


"Hmm.." langkah gontai menemani kaki jenjangnya. tiba-tiba mulutnya mengembung, perutnya terasa diaduk, pagi ini seingatnya dia belum mengisi apa-apa disana, namun rasanya begitu kembung. Gisel berlari ke arah kamar mandi di lantai 1, sebelum membangunkan adiknya, dia mengeluarkan beban yang ada di perutnya itu, "Huuueekk.. huueeekkk.. " beberapa kali dia berusaha mengeluarkan, namun tetap hanya air dan cairan kuning pahit yang keluar dari dalam perutnya, hingga tubuhnya gemetar, merasakan lelah.. keringat yang mengalir di dahinya juga tidak sedikit. aahh apa ini reaksi kehamilanku? bahkan aku belum sempat memeriksakan diri ke dokter. hari ini semoga aku bisa menemui dokter, aku tidak boleh terus- menerus seperti ini.


Nafasnya tersengal, dia keluar dari kamar mandi, pandangannya teralih kepada bu Ketty yang menunggu di depan pintu kamar mandi. "Eeh.. maa, maaf sepertinya Gisel kurang enak badan, hehehe, sebentar gisel bangunkan Giska yaa.. " Gisel berjalan dengan lemas, tubuhnya saat ini sangat lemah, hingga ketika kakinya menaiki anak tangga kedua dia jatuh lalu pingsan.


"Gisell!!" Bu ketty panik melihat anaknya tergeletak di lantai, Giska keluar dari kamar dengan pakaian rapi, dia keluar karna mendengar teriakan mamanya. "kenapa ka gisel ma?" katanya, Giska menuruni tangga dengan cepat dan membantu mamanya membopong Gisel ke atas sofa, bu ketty bingung pasalnya untuk membawa Gisel ke rumah sakit dibutuhkan biaya yang banyak, sedangkan saat ini mereka sedang berhemat, Bu Ketty beranjak ke kamar dan menghitung kembali sisa uang yang diberikan pak Jaya sebelum mengusirnya dari rumah besar .


Hanya sisa ini saja. ucap bu Ketty sambil menatap lembaran merah yang ada ditangannya, aku harus kembali mencari pekerjaan. gumamnya lagi


Bu Ketty keluar dari kamar, hendak membawa putrinya ke rumahsakit, namun Lella terlihat datang dan sudah berada di dekat Giska dan Gisel yang pingsan.


"Lella?" kata Bu Ketty


"Ayo kita bawa ka Gisel kerumahsakit ma, sebelum dia kenapa-napa!" ucap Giska


"ii iya.. nanti kita ke rumah sakit membawa nya." kata bu Ketty bingung.


Lella melihat ke arah bu Ketty yang sedang bingung,


"saya kesini mau menjemput Giska ma, namun pas saya datang ka Gisel sedang terbaring, sebenarnya ada apa ma?" kata Lella . bahkan gadis itu tetap memanggil bu Ketty dengan sebutan mama


"Ini bukan urusanmu, lebih baik kamu berangkat duluan saja, Giska akan mengantar kakanya dulu ke rumahsakit" jawab bu Ketty dengan ketus


"Oia . jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi, aku bukan ibumu!" ucapnya lagi.


Lella kembali menunduk, wajahnya sendu, rasanya ia ingin membantu ibu tiri yang pernah mengasuhnya itu, namun sepertinya saat ini bu Ketty masih membencinya.


"ka Lella . mending kaka berangkat duluan, nanti izinkan Giska ke dosen Giska ya ka, hari ini Giska seharusnya ada ujian penelitian, tapii..!" ucapan Giska terputus


"Iya . nanti kaka sampaikan ke dosen mu de, ini..(menyerahkan beberapa lembar uang kepada Giska,) buat jaga-jaga di rumahsakit, kaka gak bisa anter kesana ya, bisa kamu pakai buat naik taksi juga. " Lella benar-benar pergi setelah berpamitan yang tak dihiraukan oleh bu kEtty.

__ADS_1


Diluar mobilnya terparkir, dia langsung meninggalkan rumah Giska dan menuju kampus.


drrt. drrt. drrt. ponsel Lella berdering beberapa kali terlihat di layar nama Alvin, Lella memasang handsfree ditelinga dan menyambungkan ke ponselnya, "Iya ka, Ella sedang nyetir dijalan menuju kampus, ada apa?"


"tidak ada apa-apa, pagi ini aku tidak melihatmu, makanya ku telpon, ya sudah kalo gitu, hati- hati ya sayang." kata Alvin


"Baiklah ka, sampai jumpa di kampus ya.." kata Lella sambil tersenyum


panggilan terputus, tiba-tiba Lella teringat kondisi Gisel, sebelumnya Gisel juga pingsan, ada apa dengan ka Gisel,..


***


Lella sampai di parkiran kampusnya, dia memarkirkan mobil di pojok karna memang hari ini dia akan pulang sore, ada mata kuliah akhir di jam 4 nanti, sebelum turun, Lella meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.


tuuut.. tuuut...tuuut.. "Hallo" orang itu menjawab telponnya lella


"iyaa. hallo dokter Siska, ini Lella dok, maaf sebelumnya kalo mengganggu, ada yang ingin Lella tanyakan dokter?" kata Lella


"Oohh.. iyaa Lella ada apa, Apa yang mau Ella tanyakan?"


"ini mengenai Ka Gisel yang dokter periksa tempo hari dirumah dok,"


"hmmm.. iyaa kenapa dengan Gisel? apa dia ada masalah lagi La?"


"Ooh iyaa Lella.. mohon maaf sebelumnya ,dokter mau tanya, apa Kka mu itu sudah menikah?"


"Menikah? apa hubungannya dengan menikah dok?"


"Begini Lella, pemeriksaan kemarin itu, dugaan sementara kaka mu sedang hamil muda, reaksi hamil trimester pertama apda setiap orang beda-beda, bisa jadi untuk kasus Gisel ini, kemungkinan sedang masa Penyesuaian hormon, kalo pagi biasanya dikenal dengan sebutan morning sickness, kalo bisa tolong bicara kepada suami nya untuk segera di bawa ke rumahsakit supaya ditangani oleh dokter kandungan, karna kondisi Gisel sendiri memang lemah, khawatir membahayakan pertumbuhan si janin!"


"Hamil dok?" Lella membulatkan matanya


bahkan Ka Gisel menikah saja belum, bagaimana dia bisa hamil? apa ka gisel......


"hallo lellaa.. lellaaa" kata dokter siska


"Eh . iya dokter maaf, Lela melamun, "


"Begitu saja info dari saya ya La, sebaiknya kaka kamu segera diperiksakan ya.. ada lagi yang mau ditanyakan Lella? kalo tidak saya masih ada pasien. kalo perlu bisa kirim pesan singkat saja yaa.."


"Hmm. iya dokter siska, terimakasih info nya, sudah kok, sudah tidak ada yang Lella mau tanyakan, Silahkan dokter kembali memeriksa pasien, maaf menggangu waktu dokter yaa.." ucap Lella tersenyum

__ADS_1


"Iyaa.. tidak masalah ."


"Baiklah dokter, sekali lagi terimakasih"


"terimakasih kembali."


Panggilan terputus.. Lella masih terdiam di dalam mobil, matanya menatap kosong, apa yang ka Gisel lakukan sampai terjadi kehamilan ini? siapa yang sudah menghamilinya.!!


tok tok tok


suara kaca mobil diketuk


Alvin melambaikan tangan dari luar. Lella membuka kaca jendela, "Ngapain? kok gak ke kelas?"


"Baru sampai, ini mau ke kelas ka.."ucap Lella


apa aku harus cerita ke ka Alvin?


Lella terlihat melamun kembali,.


"Ada apa?" tanya Alvin


"Hmm.. tidak ada apa-apa!" geleng lella.. keluar dari mobil dan mengunci dengan keysmart (tiiiit)


"Ayo, " Lella menggandeng lengan alvin dan berjalan ke arah koridor menuju kelasnya.


"kenapa kaka diluar?"


"aku memang masih nunggu kamu diparkiran!"


"iiishh kurang kerjaan!"


Alvin hanya mengusap kepala lella dengan sayang, sampai di depan kelas "Belajar yang rajin ya sayang, sampai jumpa nanti!" kata Alvin mencium kening gadis tercinta nya


"Kaka juga ya . " bye.. lella melambaikan tangan.


Terlihat dea mencibir.. "ck.. pasangan baru!!"


"Apa sih De..! ngiri ajaa..!"


"Enggak yaaa!!"

__ADS_1


mereka tertawa bersama, beberapa saat dosen masuk dan memulai pelajaran.


bersambung.


__ADS_2