
Benar saja, baru gue duduk disamping Dion yang lagi bakar ikan, gue cuma bantu dia dengan doa disana, ckckck.. Dion tanpa diperintah menceritakan sedikit tentang keseharian Lisa.
"Lisa anak tunggal, dia disana tinggal bareng neneknya saja, karna kedua orangtuanya meninggal karna kecelakaan 4tahun lalu" kata Dion.
Gue yang posisi sedang minum, tiba-tiba kesulitan menelan air saat itu, telinga gue siap untuk mendengar kisah selanjutnya.
"Lisa kini kuliah sambil menjalankan bisnis alm orangtua nya, ditemani sang nenek, Lisa memang keliatan kuat, namun, dia itu sebenarnya anaknya cengeng banget!" kata Dion lagi. Kini gue liat senyum terpancar disana, senyum karna mengingat wajah Lisa yang gue tangkap begitu
"Loe kenal Lisa sejak kapan emangnya?" gue dibuat penasaran sama ceritanya Dion, karena tuh anak tau banget tentang Lisa.
"Loe lupa?" kata Dion menepuk dahi gue, sehingga gue tersentak lalu menangkis dengan jurus rasengan yang gue pelajari dari keturunan Hokage ketujuh.
"Gue sudah tetanggaan sama dia sejak kecil, jadi gue tau banget bagaimana hidup dia, hanya saja sejak SMP gue pindah ikut orangtua ke IbuKota baru balik kesitu lagi pas mau masuk kampus Biru!" perkataan Dion membuat gue iri, begitu dekat dia dengan Lisa,
__ADS_1
"Terus gue liat loe gak pernah tegur sapa gitu kalo kenal dari kecil?" gue sempat tidak percaya jika Dion mengenal Lisa sejak kecil.
"Sejak Orangtuanya meninggal, dia lebih tertutup, tersenyum saja kayaknya gak pernah!" ucapan Dion membenarkan sikap Lisa yang sering terlihat, memang gadis itu terlihat murung, suka menyendiri, dan serius dalam belajar, ternyata alasannya ini.
"Perusahaan Ayah Lisa hampir bangkrut saat itu, Lisa yang belum tau apa-apa hanya bisa menangis, tapi dia menangis tidak di hadapan orang lain, gue pernah memergoki saat gue melihat dari teras samping rumah, dia duduk di pinggir kolam, sambil sesekali menyeka matanya yang basah, bahkan neneknya tidak tau jika Lisa sangat menderita akan kejadian yang menimpanya!" Gue masih setia mendengar cerita Dion, sebelum duo rusuh datang membawa beberapa es degan.
"Woy.. serius amat ngobrolnya!" Kata Bayu yang memang selalu membawa toak mesjid kemana-kemana itu sehingga suaranya menggelegar.
"Makasih ya Bi, bibi istirahat saja, kita berempat mau nginep disini, besok bibi bisa kesini lagi, kalo kita udah pulang!" kata Agung kepada Perempuan parubaya tersebut,
"Iya Den, panggil bibi kalo perlu sesuatu ya!" Ucap asisten rumah tangga sekaligus penjaga Vila Agung sambil membungkukkan tubuhnya ia pamit kepada semua disitu.
Dion kembali ke mode serius keringat sudah deras, angin malam itu tidak terasa sama sekali, karna kalah akan panasnya pemanggang dihadapannya,.
__ADS_1
"Gung.. gue numpang toilet.. " gue memilih kedalam sebentar, gue mau mikirin Lisa dulu, ini lah kelemahan gue gaes.. gue lemah kalo urusan perempuan. Rasanya pengen gue nikahin cepet-cepet aja tuh cewek. Ckckck....
Gue selonjoran di sofa empuk, mendaratkan kepala di pinggir sofa menutup mata dengan lengan kekar gue yang memang selalu gue latih bersama Guru Sasuke. "Ceh...bahkan untuk hal begini, susah banget gue cari penyelesaiannya.!"
Gue terbangun saat Agung membangunkan gue, rasanya gue tidur sebentar, ternyata satu jam gue disofa, Tercium aroma ikan bakar yang menggoda, gue berjalan menghampiri Dion yang kini sudah melepas Apronnya,
"Di.. lusa anter gue ke rumah Lisa ya!" gue mantep mau pedekatelah..
Apa sih, liburan aja masih kepikiran cewek, dari keempat cowok ganteng, emang gue lah personil yang sulit banget deket sama cewek, semoga Lisa mudah gue dekatin gaes.
Gue selalu berdoa, semoga season 3 ini, mendapat Like dan Vote yang banyak..
Makasih gaes..
__ADS_1