Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 2 Masih terlelap


__ADS_3

Diruangan lain, masih dengan nyaman dalam tidurnya, sudah lebih dari 2pekan Bayu belum juga membuka matanya, walau telah melewati masa kritis, namun tanda-tanda Bayu akan siuman belum ada, tubuhnya masih dipenuhi berbagai alat bantu, mulai dari alat bantu pernapasan sampai kateter yang tiap hari diganti oleh perawat.


Hari ini perawat laki-laki masuk ke ruangan Bayu, hendak mengganti kateter dan memeriksa jalannya air infus yang terpasang, setelah itu ia izin keluar lagi, namun langkahnya terhenti saat Pak Haidar dan istrinya menanyakan perihal kondisi anaknya yang tak kunjung siuman.


"Mas, gimana anak saya? kenapa sampai saat ini dia belum siuman?" tanya Pak Haidar.


"Maaf Pak, mungkin nanti saat dokter visit, Anda bisa menanyakan hal tersebut, karna tugas saya hanya memantau alat bantu yang terpasang." jawab sang perawat.


"Oh begitu, baiklah." jawab pak Haidar lesu


Ia kembali menatap ke arah ranjang kesakitan dimana putra kedua nya itu terbaring.


Pintu terbuka menampakkan sesosok lelaki tampan yang memiliki paras mirip dengan Bayu, mengenakan jas lengkap, seperti baru saja pulang dari kerja.


"Yudha, kamu sudah kembali, bagaimana kondisi perusahaan hari ini?" kata Pak Haidar.


"Pak, anak kita baru saja datang, biarkan dia duduk dulu.. sini nak, duduklah, istirahatkan tubuhmu!" kata Mama Mira.


Yudha duduk disamping sang mama, kemudian meraih gelas yang disodorkan sang mama kepadanya, menyesapnya.


"Kantor hari ini cukup baik Pa!" ucapnya.


"Tapi sebaiknya besok Papa harus berangkat, karna beberapa klien tidak mau diwakilkan olehku pertemuannya!" kata Yudha


"Hmmm.. baiklah, besok kau temani mamamu disini menjaga adikmu." kata Pak Haidar.


Pandangan mereka beralih ke ranjang Bayu, "Apa dia belum siuman?" tanya Yudha yang sudah merasa khawatir dengan kondisi sang adik.

__ADS_1


Mama Mira menggeleng, kristal bening yang hampir jatuh, segera ia seka dengan jarinya.


"Sudahlah, apa kau sudah makan nak?" tanya Mama Mira kepada Yudha


Yudha hanya menggeleng, "nanti aku akan makan, apa ada yang mau mama makan hari ini?" tanyanya..


"Tidak nak, kau makan saja dulu, nanti Mama dan Papa harus pulang sebentar karna sudah tidak ada baju bersih, mama harus menyiapkan baju kerja papa juga." jawab Mama Mira.


"Baiklah, akan ku temani Bayu disini ma!" jawab Yudha.


***


Sore itu Putra sudah bisa pulang, karna melihat kondisi Putra yang sudah membaik, namun untuk ingatan masih harus pelan-pelan mengumpulkan memory nya yang hilang itu.


Diatas kursi roda yang didorong oleh mr. Santo, dan Deliza yang berjalan di belakangnya berdampingan dengan Aisya.


"Om, Deliza mau mampir ke ruangan teman dulu!" Aisya ikutan mengangguk tanda mengiyakan, Mr. Santo pun mengizinkan mereka.


"Kau mencari dia?" tanya mr. Santo


Putra hanya tersenyum, sejak ingatannya hilang, dia hanya bisa tersenyum, karna ketika berucap dia akan merasa bingung.


"Tunggulah, dia menjenguk temannya sebentar bersama Aisya!" kata Mr. santo lagi.


Putra mengangguk, tak lama matanya terpejam, menandakan ia lelah.


***

__ADS_1


"Bayu... ?" panggil Deliza saat pintu terbuka, namun tatapannya disambut oleh tatapan heran oleh Yudha.


"Bang..?" kata Deliza yang memang mengenali abang dari sahabatnya itu


"Masuk Za, Bayu masih tertidur!" ucap Yudha


Deliza dan Aisya masuk, menatap Bayu yang memang masih memejamkan mata.


"Apa dia sama sekali belum siuman Bang?" tanya Deliza


"Belum Za. . sejak melewati masa kritis hanya begini begini saja " jawab Yudha menatap sang adik.


Deliza mendekati ranjang Bayu, "Hai Bayu.. gw dateng.. kapan lo bangun?" kata Deliza


"Lo tau, Putra hari ini sudah boleh pulang, gw mau nganter dia pulang dulu, gw kesini lagi besok, tapi janji ya Bay, lo harus sudah bangun!" ucap Deliza lagi.


"Gw pamit Bay, gw tunggu lo bangun yaa, gw sama Alka kesini lagi besok!" kata Deliza.


Setelah bicara dengan Bayu, Aisya hanya menatap Bayu saja, memang dia tidak terlalu dekat, hanya sekedar kenal sebagai sama-sama anggota OSIS.


"Bang.. pamit yaa!" ucap Deliza, Aisya hanya menganggukkan kepala saja dihadapan Yudha.


"Iya Za, hati-hati yaa, terimakasih sudah jenguk Bayu!" kata Yudha.


"Iya Bang, salam buat Om dan tante yaa!" kata Deliza lagi, dijawab anggukan oleh Yudha.


Setelah Deliza dan Aisya keluar, Yudha menghampiri Bayu, "Bay.. bangun.. lo gak liat betapa khawatirnya Liza sama lo, bangunlah, gak usah betah tidur begitu.. Lo katanya mau memperjuangkan cinta lo Bay, gw kakak lo, setuju saja jika memang kalian berjodoh.!" kata Yudha, Sebelumnya Yudha memang menjadi tempat cerita Bayi dirumah, Bayu menceritakan semua perasaannya kepada Deliza hanya kepada kakak kandungnya itu, namun sayang, Bayu belum sempat bercerita bahwa Deliza ternyata sudah dijodohkan, dan kesempatan Bayu sudah tidak ada lagi.

__ADS_1


Gaess . jika suka dengan cerita Deliza ini, dukung dengan like dan vote yaaa..


terimakasih


__ADS_2