Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 3 Institute Bussiness Management of Singapore


__ADS_3

Gue berdiri didepan gedung tinggi, memakai stelan casual namun tetap cool, rambut gue potong gaes, biar keliatan lebih fresh.


"Gue harus semangat!" tangan mengepal menjunjung tinggi dilangit, saat ini prioritas gue adalah sekolah, kerja gue jadiin selingan aja, karna gue juga masih belajar.


Drrt... drrtt... ponsel gue berdering, terpampang nama dilayar membuat gue semaking semangat, "Ya Hallo....."


Gue berjalan sambil menelpon, tanpa sadar gue meluncur ke jalur yang salah..


Bughh...


"Aarrgghh... Aaww!" suara wanita yang gue dengar itu mengaduh, ponsel gue terlempar terhempas, langsung mati sambungan panggilan putus seketika.


"Ehh.. gak apa-apa kan?" gue bantu dia bangun, gue merasa bersalah juga udh nabrak dia, padahal jalan kaki, masih aja nabrak..


"Aku gak apa-apa!" ucapnya sambil mengibas-ngibas kan rok yang dikenakan.


"Gue bawa ke ruang kesehatan mau?" ajak gue yang dengan maksud hanya untuk menolongnya saja.


"Gak perlu, oiaa.. aku Kanaya!" ucapnya menyodorkan tangan dan mengenalkan diri..


"Gue, Alka!" gue menyambut tangan gadis dihadapan gue.


"Fakultas mana?" tanya nya.


"Sama kayak loe!" gue jawab singkat singkat aja gaes ,sambil ngebenahin ponsel gue yang berantakan bentuknya.

__ADS_1


"Ekonomi?" tanyanya lagi. naahh pertanyaan ini membuat gue menatap dia, "Bukan! emang ini fakultas ekonomi?" gue bener-bener kayak orang bloon deh.


"Iyaa!" jawabnya santuy dengan tertawa polos.


"Berarti gue salah arah!" gue kembali meraih ransel,


"Hayo aku anter, kamu fakultas apa?" kata Kanaya.


"Bussineses management!" gue jawab singkat terus gaes, gue takut di modusin.


Terdengar dari jauh, langkah kaki mendekat saat gue dan Kanaya masih sama-sama berjalan beriringan.


Plaakkk


"Issshh.. siapa sih?" gue nengok, buat liat yang nampol gue dari arah belakang, terlihat cengiran khas, gue melongo, gue gak nyangka akan ketemu dia disini..


"Eheemm . ". Kanaya berdehem, kami berdua sontak menengok kearahnya, kulihat Liza memberi kode mata, namun karna gue masih jetleg kayaknya jadi gue gak nyambung..


"Apaan sih Za?" gue malah nanya.


Deliza terlihat menepok jidatnya.


"Hai Kanaya, udah kenalan yaa, sama cowok aku?" ucap Deliza yang aneh membuat gue melongo..


"Sayang, aku dari tadi nyariin kamu, ternyata kamu disini.. Kanaya udah dulu yaa, aku mau anter pacar aku ke fakultasntlya!" ucap Deliza dengan menggandeng lengan gue, memutup jarak dekat antara gue dan Kanaya.

__ADS_1


Kami berjalan, meninggalkna Kanaya yang terbengong bengong.


"Loe kenal Kanaya?" pertanyaan gue konyol gaes..


"Kenal.. satu fakultas juga kenal sama Kanaya!" jawab Deliza membuat gue ber Oh ria saja.


"Za.. kok loe sendiri disini? dimana Putra?" gue nengok nengok gak keliatan batang hidungnya.


"Putra hari ini off, dari pagi ada meeting sama klien, dia disini juga kerja kali Al!" jawaban Deliza membuat gue melongo kayak orang bloon lagi..


Kami masih berjalan, saling bercerita satu sama lain, gue baru tau, ternyata Putra satu fakultas sama gue tapi dia ngambil kelas karyawan jadi datang ngampus kalo lagi off kerja aja, beda sama Deliza yang ngambil kelas reguler, tiap hari ia datang ke kampus,


Pagi-pagi Putra akan mengantarnya ke kampus, lalu Putra kembali ke mobil menuju kantornya , kecuali hari Sabtu minggu, mereka ke kampus dan pulang bersama,


Gue salut sama Deliza dan Putra, bahkan di usia pernikahan mereka yang hampir 1tahun, masih bisa mesra begitu.


"Za.. loe gak rencana punya anak?" pertanyaan gue bener-bener merubah mood baiknya, senyuman hilang ditambah guratan kesedihan yang terpancar di wajahnya.


"Gue pernah hamil!" Liza memakai Mode kesal menjawab pertanyaan gue, bahasanya udah gue elo lagi gaes.. ckckck...


"Gue pernah hamil, tapi keguguran!" jawabnya lagi, gue gak tau apa-apa, tapi masih cengengesan, gue merubah mode muka gue menjadi sedih, apalagi muka Liza gak berubah sampai terakhir dia cerita dan berpisah karna udah waktunya gue dan dia ke kelas.


"Za.. sabar yaa . . maaf.. gue gak tau!" gue cuma bisa bilang begitu, abisnya mau bilang apa lagi coba..


Liza hanya mengangguk, kemudian melanjutkan jalan lemahnya.

__ADS_1


Ya elaaahh Liza.. bikin gue merasa bersalah aja sih.. gumam gue prustasi karna salah melontarkan pertanyaan.


__ADS_2