
Setelah mengantar Deliza pulang, usai membeli perlengkapan, Alka dan Aisya yang kini berada di dalam mobil merasa sangat canggung.
"Sampai disini saja, turunkan aku disini!" ucap Aisya setelah mobil yang dikendari Alka melewati perempatan jalan
Alka merasa ini masih jauh dari rumah Aisya, saat terakhir kali pria ini mengikutinya, ini masih beberapa ratus meter menuju rumah gadis itu.
"Ini masih terlalu jauh, biarkan aku mengantarmu sampai depan gang rumah!" kata Alka menatap ke arah Aisya yang menatapnya bingung.
",Kau.. Kau tau rumahku Al?" tanya Aisya ragu-ragu
Alka hanya diam dan melanjutkan jalan mobilnya menuju gang kelima dari perempatan yang barusan mereka lewati, kemudian mobil Alka berhenti tepat di gang kedua sebelah kiri setelah memasuki gang kelima, rumah dengan cat berwarna toska yang dikelilingi pohon bunga, serta didepannya terdapat pohon mangga, tepat sekali itu adalah rumah Aisya.
"Sudah sampai!" kata Alka
"Terimakasih atas bantuanmu hari ini!" ucapnya lagi sesekali menatap wajah Aisya yang masih bingung.
"Al, bagaimana bisa?" kata Aisya mendadak gagap.
"Kenapa?" kata Alka yang pura- pura tidak mengerti.
"Darimana kau tau rumahku Al?" tanya Aisya lagi, "Tapi sebelumnya terimakasih sudah mengantarku!" kata Aisya yang menyerah untuk bertanya lagi kepada Alka, karna Alka diam saja, tidak menjawab.
Alka menatap punggung Aisya dari dalam mobil, ketika gadis itu sudah tak terlihat, ia kembali melajukan mobilnya ke jalan.
drrtt...drrttt.. (dering ponsel)
Deliza Calling..
__ADS_1
Alka seketika memasang earphone dikedua telinganya. "Hallo Za! ada apa?"
"Al, kamu udh pulang?" kata Deliza
"Belum, baru mau pulang, Aisya baru sampai dirumah." kata Alka. "Ada apa?" lanjutnya
"Aku dirumahmu sekarang!" kata Deliza
"Ngapain?".tanya Alka yang masih sibuk menyetir dan mengamati jalan.
"Mau menanyakan sesuatu!" ucap Deliza
"Baiklah, tunggu di perpustakaan aja Za!".kata Alka.
"Tidak, aku sedang menonton drama bersama Kak Lila." ucap Deliza mengakhiri panggilannya.
**
Dirumah Alka
Suara deru mobil sport milik Alka terdengar, tanda bahwa Alka sudah berada di pekarangan rumahnya.
"Zaa.. " teriak Alka beberapa kali memanggil sahabat serta sepupu nya itu.
Kak Lila yang sedang serius menonton pun merasa terganggu, kemudian melempar sebuah bantal ke arah Alka.
"Iisshh.. berisik tau gak de!" kata Lila
__ADS_1
"Hehe.. maaf ka Lila, Deliza mana ka?" tanya Alka saat tak mendapati Liza disana, "Tadi katanya nonton sama kaka?" ucap Alka
"Nyampe juga loe bro!" terdengar suara dari arah dapur, Alka melihat Deliza membawa beberapa cemilan yang memang sudah dipesan Lila untuk teman nonton.
"Nih ka!" ucap Liza menyerahkan sebaskom popcorn homemade dan dua botol minuman dingin berwarna kuning.
"Eh.. bagi!" saut Alka menyambar minuman milik Liza, dan Liza hanya memutar bola matanya jengah.
"Gimana?" kata Liza lagi
"Gimana apanya?" jawab Alka merasa tak mengerti maksud dari pembicaraan Liza.
"Masih belom mau cerita nih!" kata Liza kembali.
"Yuk ke kamar!" kata Alka menarik tangan Liza , yang ikut terhuyung karna tarikan Alka.
"Eeehh . de.. mau ngapain ke kamar?" tanya Lila yang sejak tadi memang sudah terganggu,
"Ngobrol ka sama Liza, kalo disini ada kaka, ntar kaka nguping lagi!" kata Alka.
"Ceh . anak baru kemarin juga! Awas jangan macem-macem dikamar berdua!" kata Ka Lila
"Aku juga gak minat ka sama cewek model begini!" kata Alka.
Deliza langsung melototkan matanya tajam ke arah Alka. " Terus maunya sama cewek yang......" suara Liza terputus saat Alka kembali menariknya.
"Hmmmp..dasar anak SMA!" kata Lila.
__ADS_1