Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 2 Ditolak


__ADS_3

Putra menatap rumah lantai dua dihadapannya, ia ragu apa ini terlihat benar atau tidak, namun waktu yang ia miliki sangat terbatas.


Putra menghubungi Deliza dari dalam mobilnya meminta gadis itu keluar rumah.


"Hallo Za, aku didepan, keluar sebentar donk!" kata Putra


Deliza yang merasa dihubungi pun bingung, baru tadi siang mereka jalan berdua, ada apa dengan lelaki itu.


Deliza keluar rumah dengan mengenakan piyama yang dibalut oleh jaket switer berwarna ungu.


Pintu mobil terbuka dari dalam, Deliza masuk, Putra menjalankan mobilnya kearah taman.


"Sekarang sudah pukul 22.00, kenapa Kamu malam-malam begini mengajakku keluar?" kata Deliza seolah-olah gadis itu merasa terganggu.


"Maaf ya Za, tapi ini benar-benar darurat!" kata Putra meneliti jalan yang sedang ia lewati. mencari tempat untuk berbicara supaya santai.


Putra menghentikan mobilnya di parkiran sebuah rumah makan yang memiliki menu utama Bakso.


Putra mengajak Deliza turun, dan membawa gadis itu ke tempat duduk yang terlihat sedikit privat.


"Ada apa sih Put?" tanya nya lagi


"Hmm . kita pesan dulu ya Za!" jawab Putra yang tiba-tiba gugup.

__ADS_1


please.. jangan gugup, putra loe harus bilang sama deliza kalo loe ada rasa, sebelum ngasih jawaban ke papih, Gumam Putra


"Put!" kata Deliza


Makanan yang ia pesan datang, sambil menikmati bakso yang terbilang enak itu, Putra memulai aksinya.


Putra menggenggam jemari Deliza, sedang Liza hanya menatapnya heran.


"Za. ini memang terlalu cepat.. tapi ini sudah waktu yang pas menurut aku, begini za!" ucapan Putra terputus.


Deliza kembali menatap Putra dalam dalam.


"Za.. aku jatuh cinta padamu sejak pertama kali melihatmu, sudikah kamu menjawab permintaan hatiku malam ini juga!" kata putra yang sedikit banyak berharap.


"Ba bagaimana tiba-tiba put?" kata Deliza


Bahkan tadi aku sudah mengatakan pada mama akan menerima jodoh darinya! gumam Deliza


"Ehemm.. " Deliza berdehem.


"Bagaimana za?" ucap Putra, ia memiliki firasat yang tidak menyenangkan, dari tatapan sendu yang di sampaikan lewat sorot matanya.


"Haruskah aku menjawabnya malam ini saat ini juga put?" kata Deliza

__ADS_1


"Aku akan memberimu waktu, jika memang aku masih memiliki waktu, namun karna aku merasa ini mendesak, aku akan mendengarkan apapun jawabanmu za, asalkan itu memang berasal dari dalam hatimu!" kata Putra akhirnya menunduk


"Put, ini terlalu cepat dan terlalu mendadak bagiku, sulit untuk bisa menentukan perasaanku kepadamu Put." Deliza menghela nafas berat.


"Maaf Put, aku sudah memiliki janji dengan seseorang!" ucap Liza "dan tidak mungkin aku mengingkarinya dalam waktu semalam" gumamnya dalam hati.


Harapan Putra pupus, dia sama sekali tidak memiliki kesempatan itu, namun ia yakin, inilah jawaban atas kebimbangannya,


"Baiklah Za, semua keputusanmu aku terima, maafkan aku ya za, seharusnya aku menyatakannya dengan menunggu beberapa hari lagi sampai kita benar-benar kenal satu sama lain. Aku terima jawaban penolakanmu Za!" kata Putra menunduk, kini hatinya merasa lega karna ia akan mencoba menerima saran dari papihnya.


Putra kembali kerumahnya dengan perasaan lemah, ia sadar bahwa perkenalannya dengan Deliza masih sekelebat, pantas Deliza menolaknya, ia akan sangat curiga jika Deliza langsung menerima karna Deliza bukan type orang yang seperti itu.


"Pih.. ?" kata Putra sesampainya dirumah dan melihat papihnya masih berada di ruang kerja setelah pindah dari teras tadi.


Mr. Santo menghentikan pekerjaannya, dia melihat jam didinding "Pukul 01.20!" k


gumamnya lalu beralih ke putra semata wayangnya. "Ada apa Rajendra?" panggilan sayang sang papih kepadanya.


"Aku akan menerima saran dari papih, aku akan ikut menemui anak dari teman papih itu, dan aku akan mencoba untuk menerimanya!" ucap Putra dengan lugas lalu beranjak dari ruang kerja sang papih.


"Aku istirahat dulu pih, papih juga ya!" kata Putra lagi.


Mr. Santo masih tak bergeming melihat perubahan sikap putranya yang terkesan pasrah, tapi dia tidak ambil pusing pusing, senyum lega nya tersungging disana. Mr. Santo segera menghubungi Sam malam itu juga juga dan mengatur pertemuan.

__ADS_1


__ADS_2