Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 2 Hari Patah Hati


__ADS_3

Sejak kepulangannya kemarin setelah PENSI, Alka menjadi malas untuk melakukan apapun, bahkan weekend kali ini ia gunakan untuk tidur saja,


Dimeja makan, semua keluarga berkumpul untuk sarapan bersama seperti biasa, Alvin yang menyadari bahwa putra bungsunya tidak disana, menanyakan hal tersebut kepada Lella sang istri.


"Bund, kemana jagoan kita?" tanya Alvin yang menjurus kepada Alka.


"Hmm Alka.. sejak kemarin dia dikamar aja tuh, bunda juga gak tau kenapa!" jawab Lella yang sibuk menata lauk disana.


"Ceh.. paling juga lagi kasmaran yah!" jawab Lila asal.


"Setau bunda, Adikmu belum punya pacar Ka!" kata Lella


"Hmm.. kalo gitu pasti lagi galau!" jawab Kila yang kini sedang mengoles sepotong roti dengan slai kacang favoritnya.


"Wah wah.. anak ayah sepertinya sudah mulai mulai nih!" kata Alvin mengusap dagu nya yang tak berambut itu.


"Ya sudah, bunda liatin dulu ke kamarnya ya!" Lella beranjak dari ruang makan dan berjalan menuju kamar putranya di lantai 2.


tok


tok


tok


"Masuk!" ucap Alka


"Bang Al.. gak sarapan?" tanya bunda Lella


Alka yang mengenali suara milik ibunya beranjak duduk dan membenahi rambutnya yang sedikir gondrong.

__ADS_1


"Nanti saja bund, Abang masih pengen istirahat.!" ucap Alka lesu.


Lella menghela nafas lembut, lalu duduk di pinggir ranjang, dimana putra nya tengah menyelonjorkan kaki dan bersandar di dipan ranjang.


"Abang kenapa?" tanya Lella


"Abang gak kenapa-kenapa bund!" jawab Alka menunduk, seketika hatinya merasa perih, rasanya seperti tersayat belati.. (ya elaaaahhh Al.. lebaayy)


"Kamu putus cinta?" tanya bunda Lella to the point karna melihat anaknya resah.


"Pacar aja belum punya bund."


"Terus kenapa?" tanya Lella lagi


Belum Alka menjawab pertanyaan Lella, pintu kamar terbuka, masuklah seorang yang sudah biasa seperti itu. Deliza


"Pagi Bibi...!" senyumnya mengembang saat melihat Lella yang bersama Alka.


"Pagi-pagi udah kesini, kamu udah sarapan Liza?" tanya Lella


"Belum bi,hehe, mau sarapan bareng orang patah hati, sambil menghibur, barangkali hatinya bisa disambung lagi kan bi!" kekeh Deliza


"Diem deh loe Za.." kata Alka kesal


"Hmm.. ya sudah, Bunda turun dulu, nanti kalian nyusul ya, kita sarapan dibawah!" kata Lella, sambil berjalan keluar kamar.


"Oia bang.. jangan menyerah, harus semangat!" kata Bunda menyemangati.


"Apaa sih bund.. omongan Liza aja didengerin!"kata Alka lagi semakin kesal.

__ADS_1


Bunda Lella yang ikut terkekeh, beranjak dari kamar sang putra,


"Eh.. gila loe ya, pergi gitu aja!" kata Liza


"Bodo amat!" kata Alka


"Eh, Al.. profesional donk!! sebagai Ketos kemarin loe hampir jadi bahan gosip anak-anak!" kata Liza yang memang menanggapi berbagai pertanyaan mengenai Alka.


"Udah lah biarin aja, gue udah malas disana, capek!" kata Alka.


"Malas ngeliat Aisya sama Putra kan loe!" tegas Deliza


Alka hanya diam saja, membenarkan.


"Lupain perasaan loe Al.. loe lupa tujuan loe sekolah untuk apa?" jelas Deliza lagi.


"Loe sendiri yang bilang mau berusaha santai, tidak mau kepikiran wanita!" kata Deliza lagi


Alka hanya diam, mencermati setiap perkataan sahabat sekaligus sepupunya,


Matanya beralih ke ponsel diatas meja, diraihnya, lalu membuka kode pengaman ponsel, banyak misscall bahkan pesan disana, malas ia membuka langsung saja dimasukkan ke spam.


"Jangan jadi lemah gara-gara cewek bro!"kata Liza


"Iya.. bawel banget sih!" kata Alka.


"Gue gak mau liat loe lemah kayak gini lagi!" ucap Deliza kini membuat Alka berpikir harus merubah sikapnya.


"Yuk ah turun.. gue laper!"kata Alka langsung nyelonong keluar kamar.

__ADS_1


"Yaelaaahh.. Al.. Al... segitunya ama cewek!" gumam Deliza menatap Alka yang sudah lebih dulu keluar.


Jika kalian suka dengan novel ini.. dukung penulis dengan mengelike dan berbagi Vote yaa.. Terimakasih.


__ADS_2