Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 3 Satu Permintaan


__ADS_3

Setelah sampai dirumah, gue langsung meletakkan koper dikamar, sedangkan Lisa gue liat sudah duduk di ruang tengah bersama bunda.


Gue memandang ke arah mereka, entah apa yang mereka bicarakan, mereka terlihat akrab disana, berbeda dengan saat di mobil, apa Lisa juga menjaga image di hadapan supir! gue menggelengkan kepala melanjutkan langkah ke lantai 2 kamar kesayangan gue yang gak ada berubahnya dari gue berangkat 3tahun lalu.


Gue bersih-bersih, kemudian turun menghampiri dua wanita kesayangan gue, gue liat mereka sudah tidak diruang tengah melainkan di dapur, Lisa telaten membantu Bunda menyiapkan kudapan sore buat kami.


Lisa tersenyum saat melihat gue menghampiri nya ke dapur, "Al..?" ucapnya membuat Bunda juga beralih menatap gue.


"Al.. kamu mau kemana?" tanya bunda, karna emang gue niat mah ngajak Lisa kencan hari ini karna lusa adalah hari wisuda nya.


"Al.. mau ngajak Lisa jalan sebentar bund.. boleh kan?" gue hanya menanti jawaban bunda sambil duduk mengambil buah jeruk di meja makan.


"Emang gak capek Bang?" tanya bunda dengan nada cemas..


"Cuma sebentar kok bund.. soalnya lusa kan Lisa wisuda.." gue jawab ala kadarnya aja gaes, soalnya bunda gue sangat paham sama anaknya.


***


Gue dan Lisa berada di dalam mobil sekarang, gue rada bingung sih mengendarai mobil di Indonesia, waktu di Singapore gue sama sekali gak ketemu sama macet, tapi di sini, sumpah yaa, baru keluar komplek aja udah macet..


Gue ngajak Lisa keliling di alun-alun kota.


"Besok jalan ke auditorium jam berapa?"


"Jam 8 pagi Al.. kamu jemput aku atau kita ketemu disana?


"Aku jemput aja ya."


Lisa hanya mengangguk, menikmati kembali jagungnya,


drrt .. drrt.. drrtt.. panggilan masuk diponsel milik Alka, "Ooh Bunda.. sebentar ya yank!"


"Hallo...!"

__ADS_1


"Al.. bisa pulang sekarang gak? ...."


"Iya bund, Abang anter Lisa dulu ya.. !"


"Iyaa bunda tunggu ya nak, hati-hati nyetir mobilnya!"


"Iyaa bunda sayang.."


Lisa memandang gue dengan tatapan teduhnya, gue melirik dia langsung mengalihkan pandangannya.


"Sayang, aku anter kamu pulang sekarang ya, bunda nyuruh aku pulang, besok aku jemput kamu, kamu bobo cepet ya!"


"Hmmm.. " Lisa tersenyum, rasanya gue pengen makan tuh bibir.. "Sabar Alka.. sabar... setahun lagi kelarin kelas bisnis dulu,!" batin gue selalu membuat gue mundur lagi.


Gue memutar stir mobil mengarah ke perumahan milik keluarga Lisa, kedua orangtua Lisa aja pengembang Developer di sana, sesampainya di pekarangan rumah megah bercat putih, gue turun membukakan pintu untuk sang princess..


"Aku gak mampir ya sayang, gapapa kan?"


Gue mendekatkan wajah gue ke wajah Lisa, sejenak gue pandang dia, kerinduan yang sangat besar, belum bisa dibendung, Aahh.. ini gak bener.. gue gak bisa nahan lagi dan .


Cup...


Bibir gue dan Bibir manis Lisa menyatu, gue liat, Lisa sudah memejamkan matanya, menikmati ciuman singkat gue, gue yakin doi juga masih kangen berat.. Duuh. gustiiiii.... hayang kawin..


"Kamu masuk yaa!" gue mengusap kepala Lisa sayang,"


Lisa hanya mengangguk "Hati-hati Al!"


"Iyaa .."


Cup..


Ketagihan gue daratkan lagi bibir gue, tapi kali ini ke keningnya. Sebelum gue bener-bener gak bisa pergi dari sana, gue membuka knop Pintu mobil dan disaat bersamaan Lisa tersenyum.

__ADS_1


***


Dirumah, ternyata Ayah Alvin sudah pulang, gue liat Ayah sedang dibawakan wedang jahe hangat, dari aromanya sangat khas tercium oleh gue.


Ini yang bikin gue pengen cepet-cepet kawin.. ngeliat drama rumah tangga Ayah dan Bunda yang selalu bikin envy.


"Ayah.. Bunda.. "


"Eh.. Bang.. sini.. "sambut bunda.


Gue menghampiri keduanya. manik mata gue menatap ke arah Ayah Alvin membaca raut wajahnya, Aahh.. Zonk.. gue gagal membaca rautt wajah ayah.


"Al.. gimana perusahaan Kakek di Singapore!" Gue mendapat pertanyaan to the point lagi dari ayah, gue tersenyum, artinya ayah sudah percaya sama gue memegang perusahaan disana, terlihat sejak setahun terakhir, tidak ada lagi campur tangan ayah, semua dalam pengendalian gue, cuma karna gue ngambil cuti seminggu disini, gue titip sama Darries Asisten kakek dan sekarang jadi asisten gue..


"Karna Ayah liat kamu sudah bisa memanage perusahaan dengan baik dan kuliah dengan fokus, ayah akan memberi kamu 1 permintaan Al.!"


Gue melongo... apa.? apa?? per


. .. peermintaan?


"Apa saja yah?"


"Iyaa satu permintaan! Kamu harus bijak Al.. permintaan kamu ini merupakan bukti bahwa kamu sudah matang bersikap!"


Gue ngerasa ayah sedang menguji gue gaes, Gue mikir.. minta apa? minta kawin boleh gak ya! Abis ini bisa langsung boyong Lisa ke Singapore kan...ckckck.. Oke.. *bismillah..


"Ehm*.. "


"Ayah.. Al pengen minta sesuatu sama ayah.. ini menyangkut masa depan Al..!"


Terimakasih..


Jangan lupa memberi Like dan Vote nya yaa ..

__ADS_1


__ADS_2