
Deliza membulatkan matanya sempurna mengetahui bahwa yang dijodohkan dengannya adalah Putra Rajendra, lelaki yang belum lama ini menyatakan cintanya.
Selama sepersekian detik pandangan mereka bersatu, membuat degupan jantung mereka berdetak lebih kencang, Deliza merasakan sesuatu yang hangat, hatinya menghangat, bahkan terpancar kini senyum yang melengkung tanpa ia sadari, betapa lega hatinya.
Putra pun merasa bahwa sia-sia usahanya menggagalkan rencana sang papih, jika tau Deliza lah yang menunggu di akhir jalan ceritanya, kini Lelaki itu mantap akan hatinya, ia berani tuk melangkah, bahkan jika disuruh berlari pun ia akan mengangguk.
Benar jika dikatakan jodoh pasti bertemu, pasalnya, berulang kali Putra mencoba mendekati Deliza, wanita itu hanya menjauh, namun kali ini semuanya berkata lain, justru sang papih yang membawa Deliza ke dalam pelukannya.
"Ekhemm.. " suara Deheman sang papih membuyarkan lamunan Putra, pandangan Putra beralih kepada sang papih.
"Kenapa?" kata Mr. Santo
"Sekarang kau setuju?" kata nya lagi
Bagaikan kerbau yang dicocok hidungnya, Putra mengangguk mantap. bibirnya pun terasa kelu akibat terlalu shock.
__ADS_1
*
Deliza sudah duduk ditengah-tengah mama dan papa nya, keluarga besar sudah mengelilingi perjalanan perjodohannya, mereka berharap ini yang terbaik.
"Kita mulai saja ya?" kata Alvin selaku Paman dari Deliza yang menjadi juru bicara keluarganya.
"Saya mengucapkan terimakasih, atas kedatangan bapak ibu semua dalam acara pertemuan keluarga ini dengan tujuan, menjodohkan anak kami bernama Deliza mutia putri sam, dengan Putra Rajendra, putra tunggal dari bpk. Santo Cendikia Rajendra dan Alm. ibu Jenita Rosi, kami berharap silaturahmi kali ini, bisa berlangsung hingga seterusnya. Saya Alvin Kusuma Prasetyo, selaku anak tertua di keluarga Rio Prasetyo yang juga Paman dari Deliza menyatakan bahwa menerima pinangan Nak Putra terhadap Putri kami Deliza." kata Alvin mantap setelah mendengar pernyataan persetujuan dari Deliza sebelumnya.
Putra tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, jari-jari yang kini sedang dipakaikan cincin oleh sang calon mama mertua, namun matanya tak lepas dari pandangan semula ke arah Deliza.
Deliza malu, saat dirinya ditatap Putra begitu intens, jari-jari yang dipakaikan cincin oleh Bibi dari Putra juga terlihat gemetar. Disana dihadiri oleh Aisya juga, dari acara tersebut Deliza tau, bahwa Aisya adalah sepupu, sama seperti dia dan Alka.
Gadis itu menyadari belum hadirnya Alka disana, dia meminta izin ke kamar, namun sebelum ia sempat berbalik, ternyata Alka sudah berada di tangga. Pandangan Deliza langsung sulit di artikan, namun Alka tau, kini sepupu kesayangannya telah merasakan lega pada hatinya. Alka juga merasakan hal yang sama.
"Aku lega Za, Putra yang terbaik buat kamu " ucap Alka setelah berada dihadapan Deliza.
__ADS_1
Deliza tanpa malu memeluk Alka dihadapan semua, ia menangis, menangis karena bahagia.
"Udah Za.. jadi jelek loe kalo nangis!" kata Alka menyeka airmata Deliza
Semua terkekeh mendengar kedua saudara sepupu itu mulai adu mulut. Sudah terbiasa terlalu biasa mereka seperti itu.
Dan acara ditutup dengan makan bersama, Terlihat disana Aisya, Alka, Deliza dan Putra duduk di teras belakang, mereka mengobrol, namun kali ini Putra benar-benar tidak melepaskan Deliza sebentar pun.
Rasa rindu selama beberapa minggu menjadi alasan ia menjadi posesif.
"Aku akan mengambil cemilan lagi!" kata Deliza yang berusaha melepas genggaman tangan Putra padanya.
"Biarkan pelayan saja, kamu disini saja!" kata Putra.
"Ceh. . sakit mata gue lama-lama disini!" kata Alka. Dan mereka pun tertawa bersama.
__ADS_1
Aisya melihat ke arah Alka, bermaksud menanyakan hubungan mereka kedepannya, namun seperti yang Alka janjikan sebelumnya, Alka akan menganggap Aisya sahabatnya saja, dulu memang Alka sangat berharap Aisya menjadi pacarnya, tapi pada akhirnya Alka hanya ingin fokus pada pendidikannya, sampai kedua kakaknya menikah, baru dia akan mencari jodohnya.
Pernikahan Deliza dan Putra akan diselenggarakan 1bulan setelah acara hari ini, dan selama itu, mereka di minta tidak berhubungan atau bertemu kecuali disekolah, sudah menjadi perjanjian juga, setelah menikah Deliza akan tinggal bersama Putra di rumah Mr. santo karna Mr. Santo akan kembali ke luar Negri mengurus perusahaan yang ada disana.