
Terlihat Dea dan Lella berjalan beriringan, langkah mereka sangat santai, kali ini mereka tidak datang terlambat lagi, Lella menjalani 2hari selama dirumah, sampai besok dia akan dirumah, sebenarnya untuk ke kampus hari ini pun dia malas, karna pikirannya sangat tidak senang, dia sedetikpun tidak merelakan waktu bersama ayahnya terbuang, "Kenapa sih La?" tanya Dea yang merasakan kegelisahan sahabatnya sedari tadi turun dari mobil, hari ini Lella dan Dea membawa mobil masing2, karna Lella masih punya izin 1 hari untuk ke cafe, jd dia memutuskan membawa mobil sendiri, dan selesai kegiatan kampus dia langsung pulang kerumah.
"Hmm.. hari ini rasanya aku malas sekali mengikuti ceremony penutupan ospek" ucap Lella
"Apa karna ayahmu?" tanya Dea
"Iya.. kau tau kan ayahku hanya 3hari di rumah, besok pagi2 ayah akan berangkat lagi ke Singapura." Lella menghela nafasnya.
Tidak lama mereka duduk, terlihat para mentor memasuki ruangan dan memberikan instruksi, terlihat ka Suci memegang microphone, menyuruh mereka keluar ruangan berkumpul di aula yang saat ini adalah lapangan basket didalam gedung fakultas ekonomi.
"HARI INI ADALAH HARI TERAKHIR OSPEK YAA.. DAN KAMI SEBAGAI MENTOR MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS KERJASAMA KALIAN DALAM MENGIKUTINYA. DAN KAMI JUGA INGIN MEMINTA MAAF YANG SEBESAR BESARNYA KEPADA KALIAN YANG SECARA LANGSUNG ATAU TIDAK MENDAPAT BULLYAN DARI KAMI, ITU SEMUA HANYA CANDA YAA, JANGAN DIANGGAP SERIUS, KAMI BERHARAP SETELAH INI KITA BISA MENJADI SENIOR DAN JUNIOR YANG KOMPAK"
Suara tepuk tangan meramaikan akhir kalimat yang suci ucapkan.
"OIA, SETELAH INI AKAN ADA PEMILIHAN RAJA DAN RATU OSPEK" ucap Baim yang memang sudah mengambil alih microphone dari tangan Suci.
"BUAT KALIAN YANG TERPILIH, AKAN DINOBATKAN SEBAGAI JUNIOR TERBAIK SELAMA OSPEK, DAN AKAN DI BERIKAN PENGHARGAAN DARI KAMI JUGA " ucap Alvin tidak mau kalah dengan dua temannya.
" Baiklah, mari kita lanjutkan acaranya.. sebelumnya silahkan bagi menjadi 2kelompok, kelompok cewek ikut saya dan kelompok cowok ikut Baim" ucap suci
Mereka menuruti apa kata mentor, dan selama kegiatan itu berlangsung, Lella berpikir tentang Alvin. Lella teringat ucapan ayahnya dan om Rio mengenai Alvin, "sebenarnya Alvin yang mereka maksud itu siapa?" gumamnya dalam hati.
Suara tepuk tangan membuyarkan lamunan Lella, matanya mengerjap dan langsung fokus ke acara didepannya, disana sudah berdiri Raja dan Ratu ospek, Lella tersenyum, Dea melirik sahabatnya bingung.
Usai acara Dea mengajak Sahabatnya itu untuk mampir di cafe melepas penat, tentu bukan di cafe tempat Lella bekerja, kali ini dia singgah di cafe S, Disana Lella dan Dea memesan beberapa makanan dan minuman, sambil menunggu pesanan datang, Lella dan Dea sibuk dengan ponselnya masing2.
"Permisi.." terlihat pelayan datang mengantar minuman, dua gadis itu tersenyum kepada pelayan "Terimakasih " ucapnya bersamaan.
Lella menyeruput minumannya, begitu juga Dea, sambil menunggu makanannya diantar, mereka menghilangkan dahaga mereka dulu.
"De, "panggil Lella,
Dea mengalihkan pandangannya ke arah Lella.
__ADS_1
"Hmm.. "jawabnya
"De.. apa kau tau ada berapa nama Alvin di fakultas ekonomi khususnya semester 5?" tanya Lella
Dea merasa bingung akan pertanyaan Lella, diapun mengeryit.. "maksudmu gimana La?"
"Iya apa kau tau ada nama alvin selain ka alvin mentor kita di fakultas ekonomi semester 5?" tanya Lella lagi semakin jelas.
"Setau aku, nama Alvin hanya ka Alvin, tapi aku tidak tau apa ada nama alvin lagi!" ucap Dea.
"Bagaimana dengan ka Alvin Kakakmu?" tanya Lella
Uhukk uhukkk.. tiba2 Dea terbatuk saat mendengar pertanyaan Lella..
Dea menyeruput minumannya lagi, setelah dia merasa lebih baik, Dea mencoba mengatur kalimatnya. "Ka ka Alvin kakakku maksudnya La?"
"Hmm.. ka Alvin, kenapa kamu terkejut seperti itu De?" ucap Lella
"Kamu tau dari mana tentang kakakku La?" maaf aku belum cerita apa2 tentang dia?" kata Dea menundukkan kepalanya merasa tidak enak kepada sahabatnya.
Dea semakin merasa bersalah, memang salahnya tidak terbuka kepada Lella, tapi dia begitu karna ka Alvin yang menyuruhnya, dengan maksud ka Alvin ingin mendekati Lella secara personal tanpa embel2 kakaknya Dea.
Dea menghela nafasnya.. "Sebenarnya La.. !"
"permisii.. " ucap pelayan datang membawa makanan yang mereka pesan, memotong kalimat Dea, "selamat menikmati" ucapnya lagi
"terimakasih" ucap Lella, "Ayo De, kita makan dulu, nanti kita lanjutkan." ucap Lella
Dea menganggukkan kepala, dan menyantap hidangan di hadapannya.
**
Selesai makan, Lella berjalan ke kasir untuk melakukan pembayaran, Dea terlihat mengelap mulutnya dengan tisu, dia mengambil gelas dan menyeruput sisa minuman yang ada digelasnya.
__ADS_1
Dilihatnya Lella berjalan kembali dari meja kasir, hendak menuju meja mereka, dan mengajak Dea kembali kerumah, karna Lella kepikiran ayahnya.
"Ayo De, kita pulang, sudah ku bayar semua, aku ingin segera pulang dan membantu ayah membereskan bawaannya, krn besok pagi2 sekali ayah sudah akan berangkat lagi." ucap Lella
"Tunggu La!" ucap Dea
"Ada apa De?" aku sudah ingin pulang, ada yang masih ingin kau bicarakan?" ucap Lella kali ini Lella sudah memakai kembali ranselnya.
"Apa kau tidak penasaran dengan ka Alvin?"
ucap Dea, Lella kembali mendudukan diri di kursi nya.
"Ayo .. ceritakan padaku.!"tatapan Lella menajam ke arah Dea, Lella benar2 penasaran tentang Alvin yang dikatakan om Rio.
Dea menghela nafasnya, Lella begitu serius menanti cerita Dea,,
Disaat Dea akan membuka suara, bunyi dering ponsel Lella dari dalam tasnya,
Drtttl.. drrrtt. drrttt..
ayah calling
Lella melihat panggilan masuk itu, seketika wajahnya berseri, "De, lain kali saja, ayah sudah menungguku" ucap Lella meninggalkan Dea yang masih terduduk mengatur nafasnya yang tegang,
*Kenapa aku harus mengalami masa sulit seperti ini, aku harus menemui ka Alvin. gumam Dea sambil memandang ke arah Lella yang telah menghilang dibalik pintu kaca cafe S.
-
-
-
-
__ADS_1
Bersambung*.