
Sebagai ketua Osis Di SMA nya, Alka berperan aktif dalam penyelenggaraan acara tahunan sekolah.
Tahun ini sekolah akan mengadakan pensi yaitu pentas seni, semua siswa aktif memberikan kontribusi mereka dalam acara, bahkan sudah ada yang dari jauh-jauh hari menyiapkan sesuatu yang akan dipentaskan.
"Bay, tolong ambil banner di ruang osis donk!" ucap Alka
Bayu merupakan wakil dari Alka di organisasi sekolah tersebut. Bayu hendak mengambil banner yang dimaksud, namun sudah terlebih dulu diberikan oleh Aisya. "Ini.. udah aku ambil, bisa kalian pasang!" kata Aisya menyerahkan banner kepada Bayu.
"Makasih ya sya, tau aja!" kata Bayu sambil menampakkan giginya.
Alka yang sedari tadi memperhatikan, pura -pura tidak peduli, bahkan cendrung cuek.
Aisya Humaira sebagai sekretaris dalam OSIS, tugasnya menyiapkan berkas dan laporan, serta membantu beberapa pekerjaan dalam persiapan pelaksanaan.
"Al, ini ada laporan dari kelas 2 IPA 2, katanya mereka mau nyumbang penampilan tari daerah!" kata Aisya dengan menyerahkan formulir kepada Alka.
",Oke, suruh siapin kaset sama perlengkapan pendukungnya aja.!" ucap Alka.
"Siap." kata Aisya
"Bay.. tolong ambil formulir kelas 2 IPS 1 ya.. belom lapor ketua kelasnya!" kata Alka mengecek kembali laporan yang diberikan Aisya.
Deliza terlihat berjalan ke arah Aula dengan menenteng beberapa minuman dalam plastik ditangannya.
"Gaess . . minum dulu!" ucapnya saat berada di pintu Aula.
"Wahh. pas banget sih Za.. kamu emang yang terbaik. " ucap Bayu mengambil minuman yang dibawa Deliza.
Deliza hanya tersenyum dan mengambil satu untuk Aisya kemudian meletakkan sisa nya di atas meja. Deliza duduk di atas meja sambil meminum apa yang dia bawa.
"Konsep nya apa nih?" tanya Liza.
__ADS_1
"Konsepnya yang pasti anak muda lah Za.. masa kita mau pakai konsep manula!" ucap Alka.
Liza memutar matanya jengah mendengar kata-kata pedas dari Alka. "Ya udah deh, mending aku balik ke kelas aja." ucap Deliza sambil berjalan menuju pintu keluar Aula.
"Za.. kok buru-buru?" kata Bayu
"Malas ah Bay, ada yang ngerusak mood aku disini!" kata Deliza melirik ke arah Alka.
Aisya hanya tersenyum, melihat pertengkaran saudara sepupu itu.
Tidak banyak yang tau bahwa Alka dan Deliza itu saudara sepupu, dan tidak sedikit yang mengira bahwa mereka memiliki hubungan spesial, itu karna beberapa bulan yang lalu, ada seorang lelaki yang menyatakan mau cinta pada Deliza, namun tidak jadi karna selalu melihat Deliza bersama dengan Alka dan mengira mereka pacaran.
Mulai dari berangkat sekolah dan pulang mereka selalu satu mobil, yaa karna mereka memang tinggal di komplek yang sama tentunya.
*
Setelah beberapa saat Deliza meninggalkan Aula, Bu Ana yang berperan sebagai kepala bidang kesiswaan sekaligus walikelas Alka datang ke Aula untuk mengecek sudah berapa persen persiapan anggota mereka, "Alka.. bagaimana?" tanya Bu Ana saat memasuki ruang Aula.
"Baiklah, teruskan, jangan lupa istirahat, kalian harus tetap menjaga kesehatan kalian ya!" ucap Bu Ana
"Baik bu..!" ucap Aisya, Bayu, dan Alka bersamaan.
"Bay, gimana? ketua kelas 2 IPS 2 udah bisa dihubungi?" tanya Alka.
"Belum Al, kayaknya mereka masih ada kelas deh!" ucap Bayu.
"Aku tunggu sampai besok ya Bay, pokoknya ini tugasmu!!" kata Alka
"Hmmm.." jawab Bayu singkat.
*
__ADS_1
Sore itu mereka pulang dalam kondisi lelah, Deliza sudah menunggu di samping mobil sport milik Alka.
"Lama banget sih Al?" ucap gadis itu.
"Kenapa gak pulang sendiri aja kalo lama!" ucap Alka ketus.
Deliza hanya melirik kesal, kemudian masuk ke kursi penumpang disamping kursi kemudi milik Alka. Sejenak matanya melihat Aisya yang masih berdiri menunggu jemputan.
Deliza membuka kaca, "Aisya, nunggu siapa?" kata Liza saat itu mobil Alka terjebak antri keluar parkir.
"Eh.. iya Za.. nunggu ayah jemput." jawab Aisya, matanya menangkap sosok Alka disamping Deliza duduk didepan kemudi.
Saat mobil Alka mulai jalan, Deliza melambaikan tangan. " Sya, duluan yaa!" kata nya.
"Hmmm.. " jawab Aisya mengangguk.
Deliza kembali menutup kaca mobil, diliriknya Alka kemudian tatapan nya kembali kedepan.
Sesampainya dirumah Deliza turun, sebelum turun ia berkata "besok aku bawa mobil, jadi gak usah jemput!"
Alka tidak memperdulikan, lelaki itu tetap diam, kemudian melajukan mobilnya saat Deliza menutup kembali pintu mobil.
"Pria aneh!".gumam Deliza.
*
Alka tidak langsung pulang, ia kembali ke arah sekolahnya, ada sesuatu yang mengganjal pikiran, ia berhenti didepan minimarket yang ada disamping sekolahnya, memperhatikan seseorang, sampai satu jam kemudian, ia memutar stir kembali lagi kerumahnya.
Lalu Alka meminta readers untuk selalu mengelike dan memberi dukungan Vote yaa..
.
__ADS_1