
Idul Fitri telah lewat beberapa minggu, namun kebahagiaan masih menyelimuti keluarga besar ini, Dea dan anaknya masih bolak balik ke rumah Lella, seperti yang kita tau, rumah orangtua sahabatnya ini hanya berjarak beberapa blok saja dari rumah orangtuanya.
"La.. ?" panggil Dea saat memasuki rumah besar, dengan menaiki sepeda motor matic, Dea dan putrinya sampai dirumah Lella.
"Ya ampuun.. bumil yang satu ini, kenapa suka banget sih bolak balik!" ucap Lella sedikit khawatir, karna melihat kondisi Dea yang sedang hamil 8bulan, bukan hal yang mudah untuk berjalan jauh, bahkan Lella melihat sebuah sepeda motor matic di halaman rumah.
Dea hanya nyengir saja melihat kekhawatiran sahabat sekaligus kakak iparnya itu.
"Kamu naik motor? Astagaaaa!!" ucap Lella lagi, seperti seorang ibu yang sedang memarahi ibunya, namun bukan marah karna marah sesungguhnya, Lella marah karna khawatir
"Udah deh La, Aku gak apa-apa!" ucapnya menggandeng lengan Lella mengajaknya untuk ke dapur. "punya makanan apa?" tanyanya.
Lella melepas pegangan tangan itu, kemudian beralih menuju lemari es, dikeluarkan semangkuk puding, kemudian dikeluarkan sekotak ice cream, dan beberapa buah.
"Sebentar ya, aku buatin kamu soup buah." ucap Lella
Dea semakin menelan saliva nya karna membayangkan soup buah kesukaannya menari-nari di pikiran.
"Pasti enak!" katanya lagi sambil nyengir, kini telah menduduki kursi makan yang ada disana dan menunggu Lella menyajikan makanan favoritnya.
Dea mengamati sekitar, "sepi.. pada kemana La?" tanyanya
"Hmm.. itu, Ka Alvin sedang keluar sama anak-anak, katanya mau beli bakmi, kalo Ayah sedang istirahat dikamar karna mendadak tidak enak badan." ucap Lella.
"Nih.. dimakan ya bumil!" kata Lella kemudian menyodorkan semangkuk ukuran besar soup buah dengan topping ice cream diatasnya.
"Wow.. sepertinya enak, aku makan yaa!" kata Dea mengambil sendok dan memasukkan beebrapa potong buah ke dalam mulutnya.
"Deliza kenapa?" kata Lella, saat melihat keponakan cantiknya menangis berjalan ke arahnya.
"Liza mau ke kamar mandi Bibi, tapii. liza gak bisa buka pintu!" huhuhu.. kata Liza menangis..
Lella melihat Dea begitu serius dengan sup buahnya sehingga tak menghiraukan anaknya yang menangis.
__ADS_1
"Sini - sini Bibi bantu yaa..!" kata Lella menuntun Liza membawa nya ke toilet yang ada di dekat dapur.
"Bisa sendiri?" tanya Lella
Liza mengangguk. " Bibi tunggu ya, Liza jangan ditinggal!" kata nya lagi..
Lella hanya mengangguk.
setelah beberapa lama Liza selesai dan langsung kembali ke kamar Alka untuk kembali bermain.
"Terimakasih ya bi!, Liza mau main lagi sama Alka.!" ucap Liza manis sekali.
"Iyaa sayang, main sama-sama Alka yaa, bibi di dapur kalo butuh apa-apa!" ucap Lella dengan mensejajarkan tinggi badan keponakannya.
Setelah mengantar Liza ke toilet, Lella hendak kembali ke dapur.
"PRAAAAANKKKKK..."
"Suara apa itu, dari dalam kamar ayah!" Lella bergegas melangkahkan kaki ke dalam kamar sang Ayah, dan mendapati sang Ayah sudah tergeletak di lantai kamar.
Teriakannya membuat Dea terkesiap, dan menyusul Lella ke kamar Ayah Jaya.
"Lella? apa ada?" kata Dea yang baru saja datang.
Namun Lella terlihat sudah terkulai di lantai tempat sang Ayah terbaring.
Dea sigap menelpon ambulance, 10menit kemudian ambulance datang, kedatangannya berbarengan dengan Alvin yang juga sampai dirumah.
"De.. ada apa?" kata Alvin menghampiri sang adik.
"Om Jaya ka!" huhuhuhu... Dea menangis tanpa bisa berkata-kata.
Alvin melihat istrinya juga menangis, matanya terbelalak saat melihat siapa yang di topang dengan menggunakan tandu Ambulance.
__ADS_1
"Ayah...?" gumam Alvin. Kemudian menyusul sang Istri.
"De.. nitip anak-anak ya, nanti Sam suruh kesini aja, kaka mau nemenin Lella ke rumah sakit.
Lella menaiki ambulance dan duduk disamping sang ayah yang terbaring kaku.
Sedangkan Alvin membawa mobil sendiri, mengendarai mengikuti ambulnace itu dari belakang.
*
Dirumah sakit.
Dokter dengan jas putihnya keluar dari ruangan dimana Jaya terbaring, Lella langsung menghampiri.
"Dokter, bagaimana keadaan ayah saya dok?" tanya Lella, airmata nya sudan tidak terbendung lagi,
"Mari ikut saya ke dalam ruangan." ucap sang dokter.
Perasaan kalut menyelimuti Lella, pikiran buruk menggelut disana.
"Ka Alvin.. ayah ka!" kata nya menyandarkan diri di pelukan sang suami.
"Sabar sayang!" ucap Alvin sesekali mengusap bahu istrinya.
Dokter menjelaskan apa yang terjadi, dengan berat hati, Lella menerima keadaan sang ayah.
Menatap tubuh sang ayah yang kini sudah ditutup selimut putih, hati Lella terasa pedih, sang ayah telah sampai pada akhir tugasnya.
"Lella ikhlas jika memang ayah sudah ingin kembali berkumpul bersama ibu.. Lella ikhlas yaa!" ucap Lella di hadapan sang ayah.
"Terimakasih ayah, terimakasih atas semua yang sudah ayah berikan kepada Lella dan keluarga kecil Lella, Lella sayang ayaaah..!" hu hu hu hu... Lella kembali menangis.
Alvin masuk kedalam ruangan dimana Pak Jaya terbaring kaku, setelah menyelesaikan adminirstrasi Alvin dan Lella membawa kembali jasad sang Ayah pulang untuk segera dimakamkan.
__ADS_1
😭😭😭
Dan Lella serta Alvin meminta semua readers ikut mendoakan Pak Jaya, dan memberikan Like serta VOTE sebanyak-banyaknya.. Terimakasih😁