Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 2 Jodohkah?


__ADS_3

Bayu dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh warga yang menolongnya, sedang mobil yang menabraknya hanya penyok dibagian muka .


Berita tentang kecelakaan itu sampai ditelinga Alka dan kawan-kawan, sehingga baru meletakkan ransel, Alka kembali menjemput Deliza untuk melihat kondisi Bayu.


Status Bayu yang memiliki orangtua diluar Negri menyulitkan tenaga medis untuk menindaklanjuti, Bayu kehilangan banyak darah, saat ini ia membutuhkan darah untuk mengembalikan kesadarannya.


Suara sepatu yang menginjak lantai terdengar sangat berisik, Deliza dan Alka berlari menuju ruang dimana Bayu berada, namun langkahnya terhenti saat melihat Aisya yang terbaring di kasur roda milik rs.


"Aisya!!" gumam Deliza memandang temannya didorong menuju ruang Unit Gawat Darurat, karna tidak sadarkan diri.


Alka yang melihat Deliza putar arah pun mengeryit. "Za..? mau kemana?" memang sejak tadi Alka tidak fokus terhadap sekeliling, karna sibuk menghubungi keluarga Bayu yang berada diBelanda.


"Ii... itu Al.. Aisya!" kata Deliza menunjuk kasur roda yang membawa tubuh teman satu sekolahnya, bahkan seragam lengkap masih menempel disana.


Alka menuju pusat informasi, menanyakan kejadian di tempat kecelakaan.


"Menurut saksi, mobil Bayu melaju dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba dari arah perempatan belok sebuah mobil yang juga tak memperhatikan jalan." penuturan staf bagian informasi.


"Lalu korban mobil yang satu bagaimana mba?" tanya Alka.. sedangkan Aisya yang disampingnya sudah merasa khawatir, dadanya tiba-tiba sesak, seperti sulit bernapas, lemas.


"Oh.. korban mobil satunya ada di UGD dek, sedang ditangani, karna penumpang wanita belum sadarkan diri, sedang yang laki-laki terdapat cedera di kepala dan lengan kanan." kata staf .

__ADS_1


"Za.. lo harus kuat!" kata Alka


"Al..?" kata Deliza memegang lengan sepupunya itu, "iyaa.." kata Alka.


"Kita liat Bayu dulu!" ucapnya memejamkan mata. sedang Alka bingung, "Kenapa?" tanya Alka.


"Karena gue yakin Putra gapapa!" jawabnya dengan nada setenang mungkin, padahal hatinya sudah tidak karuan rasanya.


"Oke, kita liat Bayu!" kata Alka.


Setelah berterimakasih, Alka dan Deliza kembali menuju ruangan dimana Bayu berada, ponsel yang dipegang Alka berdering.


Beberapa menit Deliza hanya bisa menatap Bayu yang tubuhnya sudah terpasang beberapa alat, suara deteksi jantung dan alat bantu pernapasan tak lepas dari tubuhnya, wajahnya terlihat pucat, pakaian yang dikenakan masih pakaian yang tadi ia dan yang lainnya bertemu.


"Al.. apa Bayu tidak apa-apa?" tanya Deliza menatap sendu tubuh Bayu yang lemah.


"Menurut dokter, Bayu sudah melewati masa kritis, sekarang tinggal nunggu ia sadar saja," kata Alka.


"Za..?" panggil Alka


Deliza menengok saat dipanggil Alka, airmata tak bisa lagi ia sembunyikan. "Al.. gue takut, terjadi apa-apa dengan Bayu!".kata Deliza yang sudah tak kuat menahan sedihnya, mengingat persahabatan mereka yang sudah lama, Deliza seakan sudah menganggap Alka maupun Bayu adalah kakak baginya.

__ADS_1


"Za.. sebaiknya lo tengok Putra,!" kata Alka mengalihkan pikiran sedih Deliza, ia baru ingat jika kecelakaan itu bukan hanya Bayu, tapi juga melibatkan Aisya dan Putra calon suaminya.


Deliza kemudian membalik badannya menuju ruangan dimana Putra dirawat, Aisya yang sudah sadar terlebih dahulu menemani Putra di kursi rodanya ditemani sang bunda, yang juga Bibi dari Putra.


tok


tok


tok


Deliza masuk dan mendapati tubuh Putra yang memar dimana-mana, ia sejenak menghampiri sang Bibi dan menyaliminya.


"Bagaimana kabar Putra Sya?" tanya Deliza


"Masih belum sadar Za, dokter bilang ada cedera dikepalanya yang membuat kesadarannya hilang!" ucap Aisya


Deliza menghampiri ranjang kesakitan yang kini ditiduri oleh Putra, menatap cincin yang dikenakan Putra sebagai bandul kalungnya.


Jodohkah kita Put?? batin Deliza


bersambung😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2