Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 2 Perasaan Terpendam


__ADS_3

Deliza menatap manis jarinya yang mengenakan cincin, ia memutuskan untuk tetap memakainya meski disekolah, karna memang tidak ada peraturan yang melarang siswi perempuan mengenakan perhiasan dengan alasan sekolah mereka memang tergolong sekolah elit.


"Hmm.. aku pakai saja deh!" ucapnya sambil memutar-mutarkan jarinya.


tok


tok


tok


Mama Dea masuk ke kamarnya, memanggil Deliza untuk sarapan.


"Kaka sudah siap?" tanya Mama Dea


Deliza menoleh saat mamanya masuk, "Sudah ma, sebentar lagi!" ucapnya.


"Ya sudah mama tunggu di meja makan ya, oo iyaa.. Alka sudah datang juga dibawah!" kata Mama Dea


"Hmmm.."


*


"Wiiihh.. calon nganten!" kata Alka.


Deliza memutar bola mata jengah dengar ledekan sang sepupu jahil.


"Udah makan loe Al?" tanya Liza sambil mengambil roti dan mengolesnya dengan slai


Alka hanya menatap Deliza, "Gua curiga nih!" kata Alka memicingkan matanya


"Hmm.. curiga kenapa coba?" kata Deliza


"Pagi ini loe beda Za!" kata Alka


Deliza kembali memutar bola matanya jengah.


"Ma.. nanti Liza pulang telat ya, mau nyari buku dulu bareng Alka." kata Deliza tanpa sepengetahuan Alka.


"Iihh . kok gitu!" protes Alka


"Kenapa? loe gak mau nganterin gue Al?" tanya Deliza

__ADS_1


Alka menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Cuma gue ada janji sama Bayu!" katanya Alka.


"Ya udah tinggal ajak aja Bayu nya, biasa juga kita bertiga kan!" kata Deliza.


"Jangan!" kata Alka


"Jangan? jangan kenapa?" Deliza mengeryit heran.


"Ini urusan lelaki!" kata Alka.


"Ceh.. segitunya bro, terus gue nyari buku sama siapa?" Deliza manyun, pasalnya mau minta anter Putra, ia dilarang bertemu diluar sekolah, apalagi jalan bareng bisa-bisa batal deh nikahnya.


"Sama Aisya aja!" kata Alka yang tahu kemana pikirannya Deliza saat ini.


"Ya sudah deh, nanti coba gue tanya Aisya nya mau enggak!" kata Deliza kemudian mengambil tas ranselnya dan berpamitan kepada mama Dea diikuti oleh Alka.


***


Diparkiran, terlihat Putra sedang mengobrol dengan salah seorang teman yang ia kenal juga, saat ia melihat Deliza datang bersama dengan Alka, Putra hendak menghampirinya.


"Gue duluan ya!" pamit Putra kepada temannya kemudian berlari ke arah Deliza.


"Za.. ?" panggil Putra


"Belum masuk Put?" tanya Alka.


"Belum, nunggu calon istri!" kata Putra


Deliza yang mendengar kata calon istri wajahnya sudah memerah.


"Ya udah yuk masuk!" katanya menyembunyikan wajah malunya.


Putra terlihat menggandeng tengan Deliza saat masuk, Deliza dengan lembut melepasnya.


"Jangan seperti ini Put, gak enak diliat yang lain, kita masih disekolah!" kata Deliza


Alka yang melihat pun merasa canggung sendiri. " gue duluan lah, daripada jadi obat nyamuk!" kata Alka menepuk bahu Putra.


"Al? " panggil Bayu saat Alka melewati kelasnya.


"Eh yaa!" katanya

__ADS_1


Alka menghampiri Bayu, mengobrol sebentar dikelas Bayu, sebelum ia kembali keluar dan berjalan ke arah kelasnya.


*


Sekolah berjalan dengan baik, sesuaii peraturan, siswa yang mendapatkan tugas, besok harus menyerahkan kepada bu Ana selaku Penanggung Jawab hasil belajar siswa.


Ditaman belakang, duduk seorang siswa lelaki berkacamata, Alka menghampirinya, "Hei bro, sendirian aja!" kata Alka menepuk bahu sang sahabat."


"Eh.. Elo Al.. " ucap Bayu, sejenak menyimpan ponsel nya.


"Mana Deliza?" tanya Bayu


"Gak tau gue, mungkin dikelas!" kata Alka, "Mau ngapain nanyain Deliza? mau merried dia!" kata Alka


Bayu menatap Alka, mencari kebohongan, namun nihil, "Serius Al?" kata Bayu


Alka mengangguk tanda setuju. "Dijodohin dia sama orangtua nya!" kata Alka


"Terus dia mau?" kata Bayu


"Yaa, Deliza juga kenal sama orangnya!" kata Alka


"Kenapa emangnya? jangan sedih gitu lah, kita masih sahabatan kok bro!"kata Alka lagi.


"Enggak, gue cuma mikir, berarti gue telat!" kata Bayu


"Telat? jangan bilang loe naksir Deliza ya Bay?" kata Alka menegaskan.


"Hahaha... apaan sih loe Al!" kekeh Bayu melempar kacang ke arah Alka.


"Ish..heran gue, orang-orang pada seneng banget ngelemparin gue!" ucap Alka kesal.


Bayu yang melihat wajah cemberut Alka hanya tertawa garing saja.


Deliza.. ternyata feeling gue bener, gue udah keduluan orang.. yaah semoga loe bahagia aja deh za." gumam Bayu.


Bayu Anggara merupakan sahabat Alka dan Deliza sejak mereka masih duduk dibangku SMP, mereka bersahabat karna memiliki watak yang sama, sama-sama susah dekat dengan orang baru. Pertemuan mereka untuk pertama kali saat Deliza diganggu oleh kakak kelas, saat itu Bayu merangkul Deliza kemudian mengatakan bahwa Deliza adalah pacarnya, dan sejak itu kakak kelas usil tersebut berhenti mengganggu Deliza, Mereka berkenalan, begitu juga dengan Alka, hingga saat ini, mereka masih tetap sama, bersahabat itu janji mereka.


Bayu menatap langit dari taman belakang, ia menyadari bahwa hubungannya dengan Deliza tidak akan mengalami peningkatan seperti mimpi-mimpinya, ia akan tetap menjadi sahabat sekaligus pelindung bagi gadis yang kini akan menjadi istri orang.


***

__ADS_1


Ribet memang urusan perasaan, apalagi mereka masih ABEGE, maka dari itu dukung mereka dengan Like dan Vote sebanyak-banyaknya yaa..


happy reading gaes.


__ADS_2