
Setelah menunggu hampir seminggu, akhirnya hari ini gue menginjakkan kaki lagi di Tanah Air tercinta. Menyeret koper size small, maklum, sebagai cowok gue gak terlalu suka banyak bawaan, lebih baik gue beli aja, gue gak mau ribet gaes..
Kacamata hitam bertengger di wajah sempurna gue, berjalan layaknya di catwalk, gue kembali mengedarkan pandangan saat gue sampai pintu kedatangan di Bandara Soeta.
Senyum mengembang sempurna, menatap wajah teduh yang sangat ku rindu, jalan seolah hanya ada kami berdua, dengan siluet matahari yang menyinari langkah kami, dengan cepat kami saling menghampiri.
"Hai Al.. !" ucapnya pertama kali, senyumnya tak pernah ia tepis dari wajah teduhnya yang tetap cantik walau dengan make up flawless.
"Yank.. I miss You!" gue merentangkan tangan hendak memeluknya namun secepat kilat tangan lembut menghampiri wajah tampan gue. "Shiit.." gumam gue.. namun secepat itu juga gue mohon ampun.. "ampunn ya Allah!" Setelah gue liat tangan yang menghalangi pelukan gue itu berasal dari sang bunda.
"Eh.. bunda .!" gue nyengir seolah tanpa dosa.. gue lekas menyalimi dan mencium kening bunda tersayang gue.. kemudian baru merangkul mesra pundak beliau yang telah melahirkan gue.
"Ayo Yank.. gue ambil jemari Lisa yang nganggur itu.. sedangkan tangan kanan gue masih bertengger di bahu sang bunda.
__ADS_1
**
Kami berada di mobil, bunda duduk di samping Lisa dikursi tengah, sedangkan gue duduk disamping supir keluarga Jaya Angkasa.
Gue duduk dengan tenang, saat mobil berhenti di perempatan lampu merah, gue menoleh kebelakang, "Bund.. mampir makan dulu yaa, Alka laper banget..!" ucap gue sambil memasang wajah memelas dan berharap bunda bakalan menyetujui ide gue..
Tanpa gue duga, ternyata bunda menyetujui ide makan gue, dan supir menghentikan mobilnya diparkiran sebuah restoran bergaya klasik dengan dentuman musik gamelan.
Bunda turun disusul oleh Lisa yang gue perhatiin selama perjalanan diem aja, entah malu atau memang dia sedang memikirkan sesuatu.
" Kita makan dulu ya..!"ajak gue, padahal pas doi turun dari mobil yaa pasti udah tau lah kita mau makan.
"Iyaa.. ayo..!" katanya lagi..
__ADS_1
Bunda berjalan mendahului kami, kemudian memesan kursi. Setelah proses reservasi kemudian seorang pelayan wanita dengan pakaian seragamnya yang berwarna navy dan bernametag Uci. Menemani dan mengantar kami sampai ke meja.
Buku menu sudah ditangan, kemudian gue memesan beberapa jenis makanan, sumpah Demi apa yaa .!! gue kangen makanan Indonesia.
"Al.. kamu yakin bisa habiskan pesananmu itu!" tegur bunda yang melongo saat gue bacakan makanan yang gue pesan, Gue cuma nyengir kuda aja .. ckckck..
Lisa hanya menggelengkan kepala, dia sangat paham, karna setiap kali menelpon yang kita bahas itu makanan..
"Lisa.. mau pesan apa?" tanya Bunda yang melihat lisa sedari tadi hanya diam.
"Hmm.. Lisa pesan Jus Alpokat aja Bunda.. tadi Lisa sudah makan dirumah.!" Lisa menjawab dengan lembut.. Aaahhh.. bikin gue gak sabar memperistri dia gaes.. sungguh istri idaman. Gue tersenyum mendamba kearahnya
"Hussh.. biasa aja ngeliatnya Bang!" tegur bunda lagi mengibaskan tangannya ke arah wajah tampan gue.. gue cemberut.. namun gue liat Lisa malah tersenyum menertawakan kebodohan gue.
__ADS_1
Kami makan dengan khidmat, tanpa bersuara gue melahap satu per satu menu yang gue pesan, kemudian kembali ke rumah Besar.