Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 2 Pentas Seni


__ADS_3

Hari ini semua anggota OSIS sedang sibuk, mereka membawa berbagai macam perlengkapan ditangannya, tak terkecuali Aisya, wanita yang memiliki rambut ikal menggantung itu sengaja menjepit rambutnya keatas dan itu terlihat sangat cantik dimata Alka.


"Sya, sini aku bantu bawa!" ucap seseorang dan itu adalah Putra,


"Hmm.. baiklah, ini!" kata Aisya menyerahkan beberapa kertas warna warni yang sudah dia potong membentuk huruf dan akan ia tempel ke kain yang terbentang dibelakang panggung.


Aisya tersenyum manja saat Putra menolongnya, berbeda saat ia berada di dekat Alka. Aisya cendrung diam, dan memilih menjadi pendengar yang baik.


"Sudah, letakkan disini saja!" kata Aisya. "Terimakasih ya!" ucapnya lagi sambil mengembangkan senyum termanisnya.


"Baiklah, aku ada disana kalo kau butuh bantuan ya!" ucap Putra menunjuk ke arah belakang panggung.


Memang Putra juga anggota OSIS, seksi persiapan, dia memastikan sound dan lampu bisa bekerja dengan baik, dia ahli di bidang elektro, walaupun ia berada di 2 IPS, namun ia sangat handal karna memiliki basic orangtua Teknisi.


Alka tidak menyukai pemandangan itu, dia berlalu keluar dari Aula dan mencoba mendinginkan pikirannya dengan memesan jus jeruk.


"Wah wah.. Ketos kok disini?" kata Bayu yang ikut datang bersama beberapa temannya yaitu Deni dan Andi .


"Sudah selesai semua?" tanya Alka.


Bayu merupakan anggota OSIS seksi Lapangan. Bayu mengelilingi kelas untuk memberikan informasi dan sesekalu menemani Alka melakukan pelaporan.


"Hmm.. sudah, sekarang mau santai dulu lah." kata nya.


"Bro.. pesen apa kita?" tanya Bayu kepada teman-temannya dan sudah tak menghiraukan keberadaan Alka yang kembali diam.


Alka kembali menyeruput minumannya yang sudah tinggal setengah gelas itu, namun sebelum benar-benar habis, ia melihat Aisya dan Putra berjalan menuju kantin.


Mau apa mereka kemari, aku sudah menghindar, mereka malah menyusulku.. sial!! gumam Alka


Alka segera menghabiskan minumannya dan kembali ke dalam Aula sebelum berpapasan dengan Aisya dan juga Putra,


Cehh . mereka terlihat sangat serasi, batin Alka.


Bayu melihat ke arah Alka, merasa aneh dengan tatapan lelaki itu, Bayu mengekor kearah pandangan Alka, dan matanya menangkap dua insan yang sedang bersenda gurau disana. "Aisya , Putra?" gumam Bayu.


Akhirnya ia paham kenapa mood Alka akhir-akhir ini menjadi buruk. "Jadi ini sebabnya! Ceh.. sungguh kekanakkan sekali!" batin Bayu.


Kemudian melihat Alka berjalan meninggalkan kantin.


"Mau kemana Al?" teriak Bayu.


"Kelas!" jawab Alka singkat


*


Aisya kembali dari kantin menuju aula, kini ia hanya sendiri, karna Putra juga kembali ke kelasnya, Aisya membawa beberapa gorengan ditangannya. "Teman-teman, lihat apa yang ku bawa!" kata Aisya.


"Darimana saja kau?" tanya Alka, yang sudah setengah jam lebih dulu kembali ke Aula, setelah menjernihkan pikiran didalam kelas.


"Aku akan berusaha kuat, aku bisa menghadapi nya," gumam Alka


"Oh aku baru dari kantin Al!" jawab Aisya tersenyum.

__ADS_1


"Ceh . kenapa dia tersenyum seperti itu!" batin Alka.


"Al?" panggil Aisya


Alka yang melamun tersentak, lalu mengalihkan pandangannya. "Lanjutkan pekerjaanmu, sore ini kita harus menyelesaikan semua," kata Alka


"Baiklah Al!" jawab Aisya


*


PENSI dimulai.


MC yang berasal dari kelas 2 IPA 1, yang merupakan anggota OSIS juga mulai percakapan, dimulai dari sambutan demi sambutan, kemudian di penghujung acara, persembahan dari masing-masing kelas dimulai.


Gelak tawa saat melihat perwakilan dari kelas 1 IPA 1 yang menampilkan kreasi lawak sambil berdiri yang kita kenal dengan kata "stand up comedy" , disusul oleh penampilan penampilan lain, mulai dari tarian daerah sampai tarian modern.


Terakhir adalah sambutan kata penutup dari ketos alias ketua OSIS,,


Alka berdiri di atas panggung, memegang mic, wajahnya yang selalu dingin serta merta dia bawa disana, entah mood nya hari ini sungguh jelek, sejak awal persiapan, hingga menjelang pementasan, pemandangan dua orang yang begitu menyebalkan menurutnya menjadi alasan badmood Alka kali ini.


"Assalamu'alaikum, salam sejahtera bagi kita semua, bla.. bla... blaa...."


Alka turun panggung setelah membungkukkan badannya, MC melanjutkan cakap cakapnya, walau acara telah berakhir, para guru dan tamu undangan pun telah meninggalkan area Aula tempat dimana Pensi dilaksanakan, menyisakan beberapa sisa dan anggota OSIS yang masih memanfaatkan perlengkapan yang ada disana sambil membenahi sampah yang berserakan.


" tes ...tes.. " suara mic yang memiliki suara besar karna keluar melalui sound besar,


Beberapa orang menoleh, dan memberi tepuk tangan. Deliza menatap sedih ke arah Alka, "pasti dia sangat kecewa! tapi itu lebih baik' gumam Deliza yang menatap bergantian dua orang yang sedang diatas panggung, yang saat ini sedang berduet menyanyikan lagu "Berdua Lebih Baik" milik acha septriasa dan Irwansyah, sambil bergandengan dan saling menatap romantis diantara keduanya.


Berarak mengikutiku


Pasti dia pun tahu


Ingin aku lewati


Lembah hidup yang tak indah


Namun harus kujalani


Berdua denganmu


Pasti lebih baik


Aku yakin itu


Bila sendiri


Hati bagai langit


Berselimut kabut


Lihat awan di sana


Berarak mengikutiku

__ADS_1


Pasti dia pun tahu


Ingin aku lewati


Lembah hidup yang tak indah


Namun harus kujalani


Berdua denganmu


Pasti lebih baik


Aku yakin itu


Bila sendiri


Hati bagai langit


Berselimut kabut


Lihatlah awan di sana


Berarak mengikutiku


Pasti dia pun tahu


Ingin aku lewati


Lembah*…


Sumber: Musixmatch


Alka kembali meninggalkan area Aula, san Deliza mengetahui itu, Alka mengendaraj mobil sportnya dan kembali kerumah, tanpa niatan kembali lagi ke sekolah saat itu.


Alka membanting badan di kasur besarnya, lalu memejamkan mata dan menutup matanya dengan sebelah siku tangan.


drrrt .. drrtt....


Ponsel Alka berdering beberapa kali, namun tak ia hiraukan.


Di Aula Deliza menatap semua temannya yang kebingungan sebab hilangnya Alka tiba-tiba.


Dengan inisiatif dia berpura-pura menelpon Alka. "Yaa jadi loe pulang? okelah, istirahat aja! oke bye !" begitu sepertinya percakapan sepihaknya, karna memang panggilannya pun di abaikan oleh Alka.


"Sepertinya Alka kelelahan, katanya dia pusing, dia minta maaf, harus pulang duluan!" Deliza menjelaskan, berharap teman-teman anggota OSIS lain mengerti.


Setelah pekerjaan bersih-bersih diambil alih pihak cleaning service sekolah, semua kembali ke rumah masing-masing termasuk Deliza.


Saat diparkiran Deliza kembali melihat pemandangan dua orang kasmaran itu.


"Yaa elah.. pantes aja Alka uring-uringan, yang dia liat begitu!" Gumamnya


Jika kalian menyukai novel ini, mohon dukung dengan cara menekan Like dan memberi Vote, Terimakasih..

__ADS_1


__ADS_2