
"Happy birthday to youuu.. happy birthday to youuu... happy biryhday.. happy birthday.. happy birthday to you..!"
Suara nyanyian dari kedua kakaknya membuat gelak tawa serta tepuk tangan Alka. Putra bungsu dari Lella dan Alvin yang menggemaskan, pipi nya yang bulat serta rambutnya yang tipis, membuat kesan imut di wajahnya.
Kini usia nya genap 2tahun, Gigi-gigi mulai rapi memadati gusi-gusi dimulutnya, kosakata selalu bertambah setiap hari, sekarang bahkan dia sedang belajar berlari dan melompat, Alka tumbuh sebagai anak lelaki yang aktif, Lella memberikan kecupan setelah sang putra berhasil meniup lilin di atas kue, tentu dibantu oleh sang kakak, kemudian sang Bunda memotongnya menjadi bagian dan diberikan kepada semua anggota keluarga yang hadir.
Dea dan Sam serta anaknya yang bernama Deliza turut hadir dalam perayaan kecil tersebut, "Selamat ulang tahun Bang Alka!" ucap Deliza yang masih agak cadel dalam bertutur kata.
"Iyaa, telimakacih.!" ucap Alka juga ikutan cadel.
"Ayo bang Alka kasih kue nya ke Adek Liza," seru Alvin.
Mereka memanggil Alka dengan sebutan "abang" dihadapan Deliza agar supaya Deliza terbiasa dengan panggilannya ke Alka.
"Iya, ini buat Liza!" kata Alka memberikan potongan kue yang sudah diletakkan di atas piring plastik.
Deliza menerima kue tersebut dan memakannya.
Si kembar Kila dan Lila setelah mendapatkan kue pun ikut makan bersama Deliza dan Alka.
__ADS_1
"La, Aku pinjam kamar mandi!" ucap Dea, wanita yang merupakan sahabat sekaligus adik dari suaminya itu kini sedang hamil tua, tak jarang ia meminta izin ke toilet kepada Lella, dan Lella sangat paham itu.
*
Alka dan Deliza sepupu yang sangat akur, walau beda gender, mereka sangat peduli satu sama lain. Jarang terdengar suara pertengkaran diantara keduanya, dan orangtua mereka berharap mereka kelak akan tumbuh dewasa dan menjadi keluarga yang rukun.
Lella menatap anak bungsunya tersebut, ia teringat saat hamil Alka, berbeda dengan hamil kakak kembarnya, hamil Alka penuh dengan drama, kadang Lella masih belum siap jika harus hamil lagi.
"Sayang, kenapa melamun?" tanya Alvin
"Hmmm.. aku hanya mengingat bagaimana perjuanganku hamil dan melahirkan Alka." ucap Lella
"Jangan gombal, aku tau saat itu aku sangat gendut!" ucap Lella sambil cemberut.
"Walau kau gendut, tetap seksi!" gombal Alvin lagi
"Sudah, jangan memulai!" ujar Lella
"Kau yang mulai sayang!" jawab Alvin
__ADS_1
"Aku?" kata Lella.. saat Alvin hendak membalas kata-kata Lella, Alka memanggilnya.
"Ayah, mau foto cama Liza!" kata Alka sambil menyerahkan kamera ke Alvin
"Sayang, Bang Alka dapat kamera ayah dimana?" tanya Alvin yang bingung, sebab ia sama sekali belum mengeluarkan kamera sedari tadi.
"Dari Opa ." jawab Alka polos.
Alvin tersenyum, ternyata sang ayah yang mengingatkan, memang sejak acara dimulai, belum ada satu fotopun, kini Alvin meminta semuanya bergaya, Alka dan Liza sangat lucu dan menggemaskan.
Lila dan Kila pun tak kalah heboh. Mereka membuat pose yang lucu. sesi foto diakhiri dengan foto semuanya, Alvin mengeluarkan Tripod miliknya mengarahkan kamera ke arahnya kemudian mengatur timer, dan dia pun berlari untuk mensejajarkan diri di samping Lella, memegang pinggang sang istri yang kini menggendong Alka, sang kaka berdiri sejajar dihadapan Opa Jaya, dan Aunty Dea serta uncle Sam berada di sudut berlawanan dengan Lella dan Alvin dengan Deliza yang digendong oleh sang papa.
1
2
3
cekreeeeekkk..
__ADS_1