Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 2 Pendekatan


__ADS_3

Setelah hari itu, hari dimana Alka tau bahwa Putra adalah sepupu dari Aisya sama seperti dia dan Deliza, Alka memutuskan untuk melakukan pendekatan secara intens, dan itu berefek pada hubungannya dengan Deliza.


Pagi ini Deliza terlihat sudah rapi, 15menit sebelum kedatangan Alka seperti biasanya, namun saat Deliza keluar kamar, dia mendapati pesan singkat dari Alka.


"Za.. hari ini sama supir dulu ya! aku ada urusan! aku sudah mengabari Uncle Sam." tulis Alka dalam pesan tersebut.


"Ceh.. aku mulai harus terbiasa, mungkin dengan ini, aku bisa merayu papa untuk mengizinkan aku membawa mobil lagi."gumam Deliza


Deliza turun dari lantai 2 menuju dapur untuk sarapan bersama kedua orang tersayang, yaitu mama dan adiknya.


"Ma.. bolehkah aku membawa mobil?" kata Deliza yang baru saja mendudukan diri disana.


"Lho.. memang Abang kemana ka?" bukan mamanya yang menjawab namun adiknya Dean.


"Abang lagi Pe De Ka Te!" kata Deliza


"Ya ampun kasian kaka ku ini.. hahaha!" ledek Dean.


"Ya sudah nanti mama sampaikan keluhan mu ke pada papa ya!" ucap Dea.


"Oiaa. . ma.. kapan papa pulang?" ucap Deliza disela -sela kunyahan sarapannya


"Mama juga belum tau ka, mungkin sekitar 2 atau 3bulan lagi karna kan itu waktu liburan sekolah, papa bilang sih mau ngajak liburan!" ucap Dea kepada kedua anaknya.


"Seriusly???"


"Yeeeahh!" kata Dean yang begitu semangat.


Deliza dan Dean hanya beda 1tingkat dalam pendidikannya, saat ini Dean kelas satu, sedangkan Deliza kelas dua SMA.


*

__ADS_1


Seperti yang dikatakan Alka, hari ini berangkat dan pulang Deliza diantar oleh sang Supir, supir yang memang hanya dipakai sang adik, kini dia juga memakai jasanya.


"Terimakasih Pak Tom.!" kata Dean saat sampai didepan sekolahnya,


"Aku masuk dulu ya ka!" ucap Dean lagi, karna memang mereka berangkat bersama, hanya pulangnya mereka berbeda jam,


"Iya... semangat dek!" kata Deliza


Sesampainya disekolah Deliza melihat lagi untuk kesekian kali, dua sosok yang menggelikan.


"Aaahh.. pagi-pagi sudah bucin!" ucapnya saat melewati dua orang kasmaran di parkiran sekolah.


"Liza..??" ucap seseorang, Liza membalik badannya menatap tak percaya, seseorang yang pernah dia lihat bersama dengan Aisya, kini pria itu mendekat ke arahnya,


"Kamu berangkat sendiri?" Putra celingukan mencari sosok lain disana, namun hasilnya nihil.


"Seperti yang kamu lihat Put, " kata Deliza


Akhirnya mereka berjalan bersama-sama menuju kelas, kelas Deliza yang dilewati lebih dulu, mereka pun terpisah


"Pulang bareng aku aja ya!" kata Putra


Putra yang memang teman satu SMP dengan Deliza ,namun tidak dekat kini mereka satu SMA lagi, Putra yang pernah memiliki rasa terhadap Deliza, namun ia urungkan karna merasa mereka masih terlalu kecil.


Sekarang Putra yakin, Deliza sudah mulai membuka hati, paling tidak Putra akan mencoba untuk berteman dengan Deliza.


"Kita lihat nanti aja ya!" kata Liza melanjutkan langkah kakinya menuju ke tempat duduk.


*


Istirahat siang

__ADS_1


Kantin dihebohkan dengan seorang lelaki yang sedang menyatakan cinta kepada wanita, satu sekolah dibuat heboh, bahkan sang lelaki tak malu lagi menggandeng tangan wanitanya, riuh sorak dari pengunjung kantin yang lain meramaikan suasana.


Deliza bersama beberapa teman perempuan kini sedang menonton, aksi romantis dari kedua pelajar yang dikenal masih murid kelas satu


"Yaaa ampunn.. mereka romantis ya!" kata Gea, Gea menangkup telapak tangan kekedua pipinya.


"Hehe.. aku lihatnya malah lucu Gea.. !" kata Yana.


"Yan.. kamu inget gak dulu dikelas kita juga ada yang kayak gini, tapi ceweknya nolak, " kata Gea mengingat peristiwa saat mereka masih duduk di bangku SMP.


"Ceh.. apa kalian sedang meledekku?" kata Delizaa yang paham maksud dari perkataan kedua temannya itu.


"Za.. apa kau tidak mau punya pacar?" bahkan aku dan Gea sudah 2x berganti pacar!" kata Yana.


"Itu tidak penting!" kata Liza, melanjutkan jalannya untuk masuk kekantin karna perutnya yang sudah meronta minta segera diisi.


*


Pulang sekolah tiba.


Dilorong pintu keluar sekolah, Putra berdiri menunggu seseorang. Saat diliat yang ditunggu datang, ia sejenak memperhatikan penampilannya.


"Beneran nungguin?" ucap Liza saat melihat Putra disana.


"Ayo, aku antar kamu pulang?" kata Putra.


"Lalu supirku?" kata Liza


"Aku akan bicara dengannya!" kata Putra


Putra berjalan mendahului Liza, Liza hanya bisa menatap punggung lelaki yang

__ADS_1


pernah menyatakan cinta kepadanya itu saat mereka masih di SMP.


"Sungguh konyol!" ucap Deliza menggaruk kepalanya yang tak gatal sambil sesekali melihat Putra menengok ke belakang memastikan keberadaannya.


__ADS_2