Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 2 Sang Ketos


__ADS_3

Sementara paginya disekolah, riuh siswa dan siswi sudah mengisi kelas, pasalnya gosip tentang Alka yang sudah berpacaran dengan Aisya merebak, jadi kemarin siang ada salah satu teman sekelas mereka yang memergoki saat mereka berada di rumah makan,


"Eh.. Al..Sya.. kalian disini juga?" tanya teman itu yang diketahui bernama Linda


Alka hanya memasang wajah beku tapi tidak dengan Aisya, ia tersenyum dan menanggapi Linda dengan baik, hingga Linda menjadi penasaran dan mulai bergosip.


"Al..? " kata Aisya yang kini sedang berada di ruang OSIS.


Alka mengangkat wajahnya dan mendapati segelas es jus yang dibawakan oleh Aisya.


"Minum dulu!" ucap Aisya lagi


"Terimakasih!" jawab Alka lembut


Aisya mendudukan diri di hadapan Alka,


"Al mengenai gosip yang di sebar oleh Linda teman kita " kata Aisya terpotong


"Tidak usah dihiraukan.. " kata Alka menjawab dengan tenang.


Aisya mengangguk. "Sungguh kamu tidak terganggu Al?" katanya


"Akan lebih baik, jika gosip itu benar adanya, Aku sungguh baik-baik saja!" jawaban Alka kali ini menarik perhatian Aisya.


"Maksud kamu Al?" tanya Aisya.


"Nanti pulang tunggu aku di parkiran ya!" kata Alka mengalihkan pembicaraan


"Tapi aku pulang bareng Putra!" jawab Aisya


"Bareng aku aja, bilang sama Putra !" kata Alka tegas dan tidak ada penolakan.


",Oke deh.!" jawab Aisya sambil berlalu keluar ruangan OSIS.


Status mereka yang memiliki jabatan ketos dan sekretaris OSIS tidak membuat siswa SMA itu curiga jika mereka berada didalam ruangan tersebut.

__ADS_1


Aisya memutuskan untuk mampir di kelas Putra yang juga menjadi kelas Deliza.


Sesampainya di kelas Putra, Aisya mengedarkan pandangan, namun penglihatannya membuat keningnya berkerut, disana terlihat Deliza yang sedang membaca sebuah Novel di kursinya sendiri, sedangkan Putra memilih memainkan ponselnya.


"Put!" kata Aisya yang tiba-tiba masuk


Panggilan Aisya membuat perhatian Putra dan Deliza teralih kearahnya. Aisya tersenyum kepada Deliza saat melangkah masuk dan melewatinya., kemudian berhenti di kursi Putra.


Putra sudah meletakkan ponselnya sejak kedatangan Aisya.


"Aku pulang bareng Alka!" ucap Aisya


Deliza yang duduk tak jauh dari sana pun hendak berdiri dan berjalan keluar kelas.


Putra menatap kepergian gadis itu dengan tatapan sendu. "Oke!" jawab Pemuda itu tanpa mengalihkan pandangannya ke arah pintu.


"Put, kamu gak apa -apa kan?" ucap Aisya lagi


"Ehm.. ya . aku gak apa -apa Sya." kata Putra menatap sepupunya, namun matanya meredup itu tak bisa membohongi perasaannya. Aisya melihat itu.


*


"Al?" kamu kenapa?" kata Aisya


Alka masih diam saja, Alka sedang memikirkan cerita sepupunya Deliza, tentang perjodohan konyol kedua orangtuanya. Alka masih tidak mengerti kenapa kedua paman dan Bibi yang termasuk manusia modern masih memiliki pikiran kolot.


"Ada sesuatu, maaf aku akan segera mengantarmu pulang, maaf ya!" kata Alka mendadak serius


"Hmm.. tidak apa Al!" jawab Aisya kemudian pandangannya beralih kesisi kaca mobil menyembunyikan kekecewaannya.


"Terimakasih Al!" kata Aisya saat sampai didepan gang rumahnya.


Alka hanya mengangguk kemudian melajukan kembali mobil miliknya menuju rumah Deliza.


"Aku harus bicara dengan paman dan bibi!" gumam Alka.

__ADS_1


*


Deliza baru saja sampai di rumahnya, baru saja ia merebahkan diri, suara mobil Alka masuk dipekarangan rumahnya, Deliza berdiri menghampiri jendela kamar, "Alka?" gumamnya.


"Assalamu'alaikum bibi.." kata Alka menyalimi Dea Bibi kesayangan yang juga sahabat dari bunda nya.


"Eh Abang.. tumben pulangnya sendiri-sendiri?" kata Dea yang memang tau Deliza sudah sampai sejak 10menit yang lalu.


"Bi.. ada yang mau Al bicarakan!" kata Alka serius.


"Sini Bang, duduk dulu, bibi sedang buat cemilan untuk Deliza.


Alka menghampiri sang bibi yang sedang sibuk dengan mixer ditangannya, celemek yang menempel di tubuhnya.


Alka mengambil posisi duduk di kursi Bar dekat dapur. "Bi.. ?" panggil Alka


"Bicara saja Bang, bibi dengarkan!" kata Dea


"Bi.. apa benar bibi berniat menjodohkan Deliza?" kata Alka to the point.


"Hemmm.. tau dari Deliza ya?" kata Dea santai


Alka mengangguk.. "Iya! apa itu benar bi?" kata Alka.


"Iya bang, itu benar, paman dan bibi akan segera menjodohkan Deliza dengan anak salah satu rekan kerja paman Sam" kata Dea masih santai


"Bi.. apa bibi sudah menanyakan lebih dalam tentang perasaan Deliza Bi?" kata Alka


"Kemarin malah Deliza sendiri yang bilang setuju Bang!" kata Dea kini tangannya sedang memasukkan Loyang berisi adonan kedalam oven kemudian mengatur timer nya.


Usai berkutat dengan adonan kue, Dea menghampiri Alka dan bicara dengan menatap keponakan tersayangnya.


"Apa alasan paman dan bibi menjodohkan Deliza, bahkan ku dengar pernikahannya aakn segera dilangsungkan jika mereka cocok!" kata Alka


"Alasannya klasik Bang, Paman dan Bibi hanya ingin ada yang menjaga Deliza, sebentar lagi kan kalian lulus, Deliza sudah meminta kepada paman dan bibi agar diperbolehkan kuliah diluarNegri, oleh sebab itu, paman dan bibi menawarkan suami untuk menjaganya kelak disana." jelas Dea

__ADS_1


"Tapi bi..?" ucapan Alka terpotong saat melihat Deliza menghampirinya ke dapur.


__ADS_2