
Dea Melia Saraswati atau lebih akrab dipanggil Dea, siapa yang tak kenal sahabat Lella yang satu ini, dia selalu menjadi garda depan disaat-saat genting Lella.
Dea sangat susah menyukai seseorang, tapi jika ia sudah menyukai seseorang, maka jangan harap bisa lepas dari jeratannya, Dea menyukai persahabatannya dengan Lella, sejak SMA mereka kenal karna kedapatan satu kelas. Awalnya Dea sangat cuek, sampai suatu hari ia melihat Lella yang terlihat sembab di mata dan memiliki memar di area kening, sejak saat itulah Dea senantiasa ada untuk Lella begitupun sebaliknya.
Hampir tidak pernah satu lelaki pun yang bisa memikatnya, bahkan permulaan di kampus dulu, walau ia sangat semangat karna katanya banyak cogan alias cowok ganteng, tapi tidak ada yang menarik di hati Dea, sampai ia bertemu dengan Andri.
Dea dan Andri bertemu saat perkuliahan menjalani masa magang, Dea berkenalan dengan Andri yang saat ini sedang menjadi visitor di kantor tempatnya magang.
Andri yang selalu menyapa duluan, kemudian sering mengajak Dea untuk makan siang bersama, hal itu membuat hati Dea terbuka seiring dengan berjalannya waktu, sampai masa magang berakhir, mereka bertukar nomor ponsel, sejak itulah mereka akrab, hingga saat Dea harus patah hati karna pada akhirnya Andri menikahi Gisella yang mana merupakan kaka tiri dari sahabatnya Lella.
Dea merasa terpuruk, saat itu tidak ada lagi yang bisa membujuknya untuk mengenal laki-laki, Dea ingat betul, saat Lella menikah dan berbahagia, justru saat itulah menjadi kenangan buruk Dea, karna dicampakkan oleh lelaki yang selama ini mengisi relung hatinya, walau dia sadar hubungannya dengan Andri bukanlah sesuatu yang harus dijaganya, namun karna dia yakin bahwa lelaki itu juga memiliki perasaan yang sama sepertinya.
"Arrrgghhh.. aku sungguh bisa gila memikirkan hal itu!" gumam Dea saat dia merasa tersakiti, "aku harus bangkit!" gumaman -gumaman seperti kerap kali dia lontarkan, saat mulai berpikir tentang Andri.
Hingga saat dia memasuki perkuliahan semester7, dia menjadi bagian dari BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), tugasnya bertambah, selain menyusun proposal skripsi yang ia susun di semester tersebut, ia juga harus menyusun agenda OSPEK khusus mahasiswa baru.
OSPEK berjalan lancar, Dea sangat puas dengan hasil kerja nya, saat sedang menyusun laporan diruangan BEM, seseorang mengetuk pintu,
tok
tok
tok
"Masuk!" ucapnya yang tak mengalihkan pandangan dari layar kotak besar.
"Permisi, saya mau bertemu dengan ka Dea!" ucap lelaki tersebut.
Ketika namanya disebut, Dea menoleh ke arah lelaki tersebut yang ternyata mahasiswa OSPEK, sedang tersenyum disana.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya nya ketus berperan sebagai mahasiswa senior.
"Mau ngasih ini!" ucapnya sambil memberikan minuman ke Dea.
"Hmmm.. terimakasih!" ucap Dea menerima itu
"Boleh, aku minta nomor ponselnya?" kata Lelaki tadi, kini lebih merasa percaya diri.
"Untuk?" jawab Dea yang masih ketus
"Untuk menghubungimu, jika ada sesuatu!" jawab Lelaki itu.
"Baiklah, ini!" kata Dea
Belum sempat Dea membalik badan, lelaki yang diketahui adik angkatannya mengulurkan tangan.
"Aku Samuel Zacky Ramadhan" ucapnya.. "panggil aja Sam!" tambahnya.
"Hmmm.. yaa kamu boleh balik ke ruangan mu!" ucap Dea masih dengan wajah datar dan dingin.
Sam terlihat tersenyum kecut, tangannya ia tarik kembali, pandangannya tetap ke arah Dea, tak henti sampai disitu, setiap hari Sam mengganggu Dea bukan mengirimi Dea pesan singkat yang unfaedah menurutnya, namun ia yakin dengan cara itulah Dea bisa melihatnya.
"Kenapa kamu suka sekali mengirimiku pesan tidak penting seperti ini?" kata Dea marah, saat itu dia di lorong Fakultas Ekonomi,
Sam memberanikan diri memegang tangan Dea.
"Maaf, tapi cuma cara itu yang bisa kulakukan, agar kamu mau melihatku!" ucap Sam.
Dea hanya diam melihat tangannya dipegang begitu erat oleh laki-laki junior nya di Fakultas Ekonomi.
__ADS_1
"Aku tertarik padamu, aku ingin mengenalmu lebih dekat, bolehkan?" tanya Sam.
Dea masih tak bergeming
"Tunggulah aku, kita hanya beda 3tingkat!" ucapan Sam kali ini membuat Dea bergeming.
"Ceh.. hanya tiga tingkat katamu? aku merasa seperti mendekati brondong, kamu tau?" jawab Dea.
"Biarkan saja, walau aku lebih muda darimu, namun aku serius, aku akan memintamua menungguku, dan belajarlah mengenalku!" ucapan Sam kali ini benar-benar serius, Dea mencari celah kebohongan di mata Lelaki itu namun tidak ada, "dia benar-benar serius" gumam Dea.
"Ekhmmm.. baiklah, tapi aku mau fokus menyelesaikan skripsiku, kita bisa bicara jika diluar kampus!" kata Dea.
"Oke, aku setuju!"
Mereka berjabat tangan, sungguh awal yang konyol, Dea akan tertawa terbahak saat mengingat begitu JaIm (jaga Image) dia dihadapan Sam juniornya saat itu.
Kini.. Dea dan Sam telah menikah, ketika Sam berhasil lulus dengan hasil baik, dan bekerja menggantikan sang ayah di perusahaan keluarga, dia segera melamar Dea dan menikahinya, namun perjuangan mendapatkan persetujuan menikahi Dea juga bukan hal yang mudah, karna Sam harus menunggu lagi selama 2tahun lamanya, ketika Dea siap, merekapun menikah.
Sekarang sudah 3tahun usia pernikahan mereka, mereka dikarunia anak pertama yang cantik yang diberi nama Deliza Mutia Putri Sam, dan saat usia Deliza genap 1tahun, Dea mendapatkan anugerah dengan hamil kembali anak keduanya, yang kini sudah memasuki usia kandungan 8bulan, dan diprediksi dari hasil pemeriksaan USG kelak anak itu akan berjenis kelamin laki-laki, itu sungguh membuat Sam bahagia, memiliki istri yang sangat dia cintai, walau mendapatkan Dea sungguh bukanlah hal mudah, namun setelah Dea pun membalas cintanya, kini Tuhan bermurah hati menitipkan buah cinta mereka.
💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐
Haiii.. haiii... masih bertahan yaa.. harus donk,. Author cuma mau kasih tahu alasan author bikin SIDE STORY, karna abis ini di lapak yang sama Author mau bikin cerita season 2 AKU BUKAN CINDERELLA nih.. tapi latar ceritanya tentang Alka dan Deliza yang mulai usia remaja.
harus tetep stay tune yaa.. tetap di favoritkan.
Jangan lupa juga untuk mengelike setiap episodenya ya gaess..
Berbagi Vote dengan Author lebih bagus lagii..
__ADS_1
Oke deh.. selamat membaca...
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷