
"Aauuw.." Teriak Lella saat merasa tangannya ditarik seseorang,
"Ngapain loe disini?" ucap orang itu
Lella berbalik dan melototkan matanya,
"Ka Gisel?"
"Iyaa.. Kenapa?" kata Gisel
" Gue nanya.. Ngapain loe disini??"
"eemm... ini kaa.. !" Lella bingung harus jawab apa.
"Lella.. cepet.. bos ngajak meeting.!" ucap salah satu pegawai laki-laki disana.
"Loe kerja disini,?? Haahh!!" kata Gisel.
Lella segera melepaskan tangan gadis itu dari lengannya dan menyusul rekannya tadi.
"hmm.. Ka.. maaf ku tinggal dulu ya!"ucap Lella
Gadis itu berlari ke arah ruangan dimana rekannya masuk.
jadi selama ini kau bersembunyi di cafe ini yaa.. menarik, apa yang akan mama lakukan yaa, jika tau Lella bekerja disini sebagai pelayan gumam Gisel
Gadis itu merencanakan niat jahatnya, mengadukan semua tentang Lella. Gisel meninggalkan cafe x dan menuju parkiran mobilnya, dia menancapkan gas dengan kecepatan sedang keluar dari area cafe menuju rumah besar.
Bu ketty sedang menonton tv bersama Giska, Giska yang sedang kurang sehat memilih untuk dirumah saja, dan absen dari kelas nya hari ini, Bu ketty membuatkan puding mangga kesukaan Giska, gadis itu melahap puding buatan mamanya dengan suka cita.
Mobil Gisel masuk pekarangan rumah besar, suara deru mobil sport miliknya terdengar sampai ruang tengah, bahkan sengaja Gisel turun dan menyerahkan kunci mobilnya kepada security untuk di masukkan ke dalam garasi.
Gisel berteriak teriak ketika masuk ke dalam rumah. "Maa.. maa... "
Gisel sampai di ruang tengah mendapati mama dan adiknya sedang menikmati puding mangga, Gisel mendudukan diri di sofa dekat mama, dan mengambil potongan puding, kemudian dimasukkan kemulutnya " hmm .. rasanya sangaat enak!" ucapnya
Bu ketty yang melihat tingkah anaknya hanya menggelengkan kepala.
"Kamu ini.. anak gadis dari mana- mana itu cuci tangan dulu baru makan." kata Bu ketty
"Hehe.. tenang maa.. tanganku bersih kok!" ucap Gisel
"Ma.. aku punya kabar baik untuk mama."
__ADS_1
Giska menatap kakaknya curiga, kakanya akan terlihat senang jika berurusan dengan Lella., sambil memakan potongan puding, Giska mendengarkan baik-baik ucapan kakanya itu.
"Mama tau.. hari ini aku bertemu dengan si anak manja itu.." kata Gisel
"Maksud kamu Lella?" bu Ketty
"Hmm.. memangnya siapa lagi!" Gisel
"Kamu liat dia dimana? bukannya memang kamu akan ketemur dia, kan kalian kuliah ditempat yang sama? Bu Ketty
"Mama pasti gak akan percaya, aku juga pertama liat tidak percaya." Gisel mengembangkan senyum sinis ke arah mama dan adiknya..
"Memang kamu ketemu dimana?" bu ketty kembali memotong puding untuk Giska
"Mama tau.. sekarang Lella bekerja?"
gisel
"Hmm mama tau, paling dia bekerja di kantor Ayahnya sebagai anak magang kan?" Kata bu ketty
"mm ." Gisel menggelengkan kepala
"LAlu??"
"Lella bekerja di cafe x sebagai pelayan." Gisel
"Mama tenang dulu, kali aja Ka Lella punya alasan ma!" ucap Giska menenangkan mamanya.
"Diam kamu Giska.. berhenti membela nya." kata Bu Ketty
Bu ketty marah karna diam-diam Lella telah mempermalukan dia. bahkan sebagai pelayan, apa kata orang jika ada yang melihat anak seorang Jaya Angkasa menjadi pelayan di cafe, bahkan untuk membeli 10 cafe sepertj itu saja mereka sanggup.
Seketika luapan emosi bu ketty mencuat, apalagi setelah mendengar cerita Gisel yang terkesan dilebih-lebihkan. Gadis itu akan sangat menikmati tontonan seru malam ini.
***
Jam 11 malam, Rumah besar masih menyala lampu dan semua orang masih membuka matanya, semua melirik ke arah pintu yang terbuka, terlihat Lella masuk dengan wajah lesu dan lelah. Namun seketika matanya terbuka lebar saat dia melihat orang-orang dirumahnya masih membuka mata bahkan menunggu dia pulang kerja.
"HEI.. DARIMANA SAJA KAMU?" bu ketty mulai marah, dia tak segan menarik tangan gadis itu dan mendudukkan nya secara paksa di sofa depan tv.
"Ma.. dengarkan alasan ka Lella dulu!" ucap Giska yang memeluk Lella memberi ketenangan pada gadis lemah itu.
"APA YANG MAU DIDENGAR DARI GADIS YANG SANGAT TIDAK TAU DIUNTUNG ITU!! APA KAU TAU, YANG KAU LAKUKAN ITU SUDAH MENCORENG NAMA BAIK KELUARGA AYAHMU SENDIRI!!" bu ketty semakin memekik kan suara dengan tangan yang bertolak di pinggangnya.
__ADS_1
Lella hanya menangis, malam itu dia merasa lebih sakit, bahkan tidak ada yang bisa menolongnya.
"KALAU KAMU INGIN TETAP BEKERJA DISANA, SILAHKAN KAMU PERGI DARI RUMAH INI!!" ucap bu ketty,
Bu Ketty tidak sadar apa yang dilakukannya terhadap Lella itu salah, bahkan bu ketty emosi karna termakan ucapan Gisel. Gisel terduduk di pojok dan menonton aksi mama nya yang sedang memarahi Lella tanpa ampun, bahkan saat ini Lella sedang di tarik rambutnya dan di seret ke atas kamarnya.. Lella hanya menangis dan menangis..
Giska ikut menenangkan mamanya yang sedang emosi, namun nampaknya percuma bahkan semua pelayan dirumah tidak ada yang berani melakukan pembelaan.
"Mama.. tolong lepas ma.. ampun..!! Ella janji akan berhenti dari cafe itu, ampun maa.. sakiit!!" ucap Lella sambil menahan tangan bu ketty yang menarik rambutnya .
"Ma.. sudah ma.. kasian Ka Lella!" ucap Giska. gadis itu mengikuti kemana saja mamanya menggiring Lella.
Gisel tertawa menang, melihat semua adegan. sampai terdengar pintu diketok dari luar.
tok tok tok
siapa malam-malam bertamu?" ucap Gisel
Gisel segera menuju pintu dan meninggalkan adegan seru didepannya..
"Hallo, Apa Lella ada?" ucap seorang pria yang berdiri di depan pintu rumah besar pak Jaya.
Lelaki itu mengipas-ngipas tangannya di wajah Gisel yang terkejut.
"Halloooo.. " kata pria itu
"Eehh.. iyaa.. ituuu.." ucap Gisel kikuk saat tersadar dari lamunannya.
Alvin.. kenapa kamu kemari?" batin Gisel
BRAAAKK.. (suara barang jatuh didalam)
"Suara apa itu?" ucap Alvin
Alvin segera masuk tanpa permisi, di dorongnya tubuh Gisel agar menyingkir dari pintu, Alvin menatap tidak percaya akan pemandangan yang dia lihat didepannya.
"TOLONG.. HENTIKAN!!" ucap Alvin
-
-
-
__ADS_1
-
bersambung