
"Za...kenapa?" tanya Putra saat mengamati gadis dihadapannya terlihat melamun, manik matanya mengikuti arah pandang gadis dihadapannya itu.
"Ohh.. " kata Putra menatap dua orang disebuah rumah makan sedang menikmati makan siangnya, "Kamu mau mampir kesana juga?" kata Putra.
"Tidak, ayo kita pulang!" kata Deliza, Putra menatap gadis disebelahnya dengan bingung, pasalnya dia tau kalo Alka adalah sepupunya, dan Aisya, Oh My God putra berpikir bahwa Deliza kecewa karna mengira Putra memiliki hubungan dengan Aisya, apalagi kedekatan mereka yang bisa dibilang mesra. Itu semua karna Putra memang sangat menyayangi saudara sepupu nya itu, dan sejak pindah di sekolah yang sama, hanya Aisya yang dikenal Putra, makanya dia lebih dekat dengan Aisya dibanding teman-teman yang lain.
"Ekhmm.." Putra berdehem, saat benar-benar hening. Deliza menoleh "ada apa?"
"Deliza? aku boleh bertanya sesuatu?" kata Putra
"Hmm.. tanyalah!" kata Liza .
"Bagaimana hubunganmu dengan Alka?" kata Putra
Liza kembali menoleh, heran, kenapa Putra menanyakan Alka, padahal sejak tadi tidak ada bahasan tentang ketos sekaligus saudara sepupu nya itu.
"Maksudmu?" kata Deliza
"Ku lihat kamu sangat akrab dengan dia!" kata Putra seraya berpura-pura tidak tau.
"Hmm . yaa seperti yang kamu liat, aku memang akrab sama Alka." jawab Deliza tanpa mau menjelaskan hubungan nya dengan Alka yang sebenarnya
"Kamu gak cemburu?" kata Deliza mentap sekilas ke arah Putra.
"Cemburu?" tanya Putra bingung
__ADS_1
"Iya,, kan tadi kamu liat Aisya bareng Alka" kata Deliza mengingatkan dua manusia yang sedang asik makan berhadapan.
"Hahaha .." tawa Putra pecah.
Deliza mengeryit heran, "Kok ketawa, ada yang lucu kah?" katanya
"Kamu lucu za!" jawab Putra.
Namun tidak punya niat juga untuk menjelaskan hubungannya dengan Aisya.
"Udah ah, kita mampir disini aja, " kata Putra menghentikan mobilnya di parkiran salah satu mall terbesar disana.
"Mall?" kata Deliza mendelikkan matanya manaatap gedung bertingkat yang penuh hingar bingar itu.
"Iya, gak masalah kan?" kata Putra
*
"Bunda Lella dan Mama Dea sedang berada di Mall yang sama dengan Deliza, mereka terlihat mengelilingi supermarket disana dengan mendorong troly masing-masing, mereka membicarakan kedua anak yang kini mulai beranjak Dewasa.
"La.. gimana abang Alka! pernah dia bawa teman wanitanya kerumah?" kata Dea
"Hufft.. masih tetap hanya Deliza De yang suka nyamperin Abang.. kamu tau sendiri, Alka seperti ku yang sulit membuka hati " kata Lella menerawang sikap putra bungsunya.
"Kemarin Sam cerita, kalo rekanan bisnisnya itu ngajak kita untuk menjodohkan anak-anak, tapi belum aku tanggapi serius La, masih nunggu Deliza sendiri yang milih pasangannya!" kata Dea
__ADS_1
"Kalo memang calon yang dipilih Sam baik, kenapa enggak De, mengingat anak-anak kita itu punya watak yang susah untuk menerima orang baru, ide rekanan Sam boleh juga za." kata Lella
"Tau deh La, nanti aku coba omongin dulu ke Liza nya, aku gak mau dia merasa terpaksa kali dijodohkan begitu!" kata Dea.
"Iyaa, coba kamu bicarain dulu sama anaknya." Kata Lella.
mereka mengobrol sambil sesekali tangannya mengambil barang yang mereka butuhkan., ketika semua dirasa sudah terlengkapi didalam troly, Lella mengajak Dea untuk menuju kasir.
*
Putra dan Deliza masih berkeliling mencari tempat hangout nya, "Karaoke yuk!" kata Deliza
Putra menggaruk kepala nya yang gatal, merasa heran akan tingkah Deliza. "Gak makan dulu za?" kata nya.
"Didalam Karaoke ada foodcourt kok, kita makan disana saja!" kata Deliza
Mereka berjalan menuju Area karaoke yang dimaksud, Seketika mata Dea menatap ke arah dua pasang yang dikenal menurutnya.
"Kakak?" kata Dea berguma kecil
"Hmm.. kenapa De?" kata Lella.
"Eh. itu. La.. " kata Dea menunjuk ke arah dua manusia yang sedang berjalan sambil sesekali tertawa cerah.
"Deliza?" kata lella yang berusaha menangkap sosok yang dilihat matanya.
__ADS_1
"Sama siapa De?" kata Lella
"Gak tau La, nanti coba ku tanya,!" kata Dea masih memandang putri sulungnya yang tertawa renyah dengan laki-laki seumurannya dan tidak mengetahui bahwa Mama dan Bibi nya sedang menatap serius kearahnya.