
"Bang, kata Lisa kalian satu fakultas?" Bunda membuat pertanyaan yang jawabannya sudah bunda ketahui, apa maksudnya coba!
Dion juga sedari tadi hanya duduk sibuk dengan earphone seperti biasa, kini duduknya sudah berpindah di sofa tunggal meninggalkan bunda gue sama Lisa yang masih duduk di sofa panjang itu.
"Bang..? ditanya juga!" kata Bunda.
"Bunda pasti sudah tau kan dari Dion, lalu buat apa Abang jawab lagi!" gue rada kesal saat itu, bukan kesal dengan Bunda tapi kesal dengan Dion yang seolah olah sudah tau kedatangan Lisa, sesungguhnya Netizen.. gue gak tau kalo Lisa itu keponakan mas Haris soalnya pas mereka nikah, kayaknya Lisa gak ada deh, apa ada yaa?? tapi gue nya gak ngeh..
"Lisaa . . mau gak jadi mantu Bunda?" pertanyaan yang dilontarkan Bunda membuat gue tersedak seketika.
"Uhuk.. uhuk.. " gue malu, "Bang, kenapa bang?" ledek Kak Lila gak mau kalah
"Bunda apa sih bund? kok pertanyaannya to the point gitu?" gue tengsin kan ya gaes.. secara gue aja belom ngobrol apa-apa sama Doi..
Dion hanya senyum-senyum melihat ekspresi wajah gue yang memang terlihat bodoh saat itu, bukan bodoh beneran yaa, karna gue kan termasuk Junior jenious..
"Jangan senyum-senyum loe!" gue lempar lagi deh bantal sofa ke arah Dion..
Gue lirik Lisa hanya memasang wajah malu merona tak jelas pokoknya, pertanyaan bunda masih belum dijawab.
"Sa.. gak usah dengerin bunda ya, gue bener-bener....! -kata kata gue terputus kala melihat Raut wajah Lisa yang berubah menjadi tersenyum cerah..
__ADS_1
"Li Lisaa.. loe?" yaaa Tuhaaann.. gue semakin tambah bloon nih kayaknya, ternyata mereka semua sudah merencakan ini.
"Saya mau Bunda," jawaban Lisa seolah membuat gue naik rollercoaster yang siap teriak teriak..
"Sa... apaan sih?" gue bener-bener gak tau jalan pikirannya dia tuh apa,
"Sa.. ayo .sini, gue mau ngomong sama loe!" gue menarik tangan Lisa tanpa penolakan.
"Bang, sabar bang, nunggu halal dulu!" kata Kak Lila meledek gue, gue melirik Dion juga seperti musuh, malah menertawakan gue.. sial..!!
Gue tarik tangan Lisa ke arah taman belakang, gue emang pernah bilang mau langsung ngelamar Lisa, tapi gak gini juga caranya, gue suruh dia duduk dikursi taman, gue duduk dihadapannya.
"Lisa.. cerita, sebenarnya ada apa? gue gak ngerti?"
"Saya terima lamaran kamu!" jawab Lisa lagi
" Bukan Sa. bukan gitu, maksud gue.. maksud gue... !" gue berhenti bicara saat melihat senyumnya mengembang begitu cerah, aahh.. pemandangan yang indah..
"Baiklah, mari kita menikah!" gue serius, dijawab Anggukan oleh Lisa.
Gue sama Lisa balik ke dalem, disana bunda masih ngobrol sama Kak Lila, sedangkan Dion sudah diluar ngobrol sama mas Haris suami dari kakak gue yang cantiknya luar biasa.
__ADS_1
"Bund.. jangan begini," gue memotong pembicaraan mereka yang terlihat serius
"Bang,..? sudah ngobrolnya!" bunda tersenyum mengulurkan tangannya kepada Lisa, dan Lisa hanya mengiyakan,
"Kita cari tanggal untuk datang ke rumah Lisa ya bund?" gue menegaskan..
"Jadi beneran diterima Sa?" kata Kak Lila dijawab anggukan oleh Lisa
"Semoga keputusanmu yang terbaik yaa.. " kak Lila terkekeh seolah meledek gue.
"Bund . . minggu depan kita ke rumah Lisa, " gue kembali ke topik pembicaraan semula.
"Gak sabaran banget sih bang, bunda belum bilang ayah lho!" bunda gue emang sesuatu, tadi doi yang minta Lisa jadi mantu, sekarang nunggu ada ayah ikut diskusi juga, gue bener-bener diombang ambing oleh keputusan sepihak mereka gaes... tapi gue harus tetep kalem, sabar, karna gue sudah dapat cewek idaman gue..
Aaarrrghhhh... gue bakal kawin gaes... senangnyaaaa....
author : Terus kalo loe kawin, kuliah gimana Al?
Alka : kuliah ya kuliah, kawin ya kawin thor, masa kalah gue sama cicak cicak didinding.
Author : eh.. Anak tengil.. ingat nasib loe ditangan gue, jadi sebaiknya loe baik baik sama gue yaa..
__ADS_1
Alka : eehh buseeehh.. Author galak euy.. kabur aja daahh.. yang penting kawin.. 😜