
Ditempat lain, Alka dan Aisya sedang berada didalam mobil, tidak ada perbincangan disana hanya hening, Alka menghentikan mobil di halaman parkir sebuah rumah makan bergaya klasik. "Kenapa kita disini?" tanya Aisya
"Kita makan dulu, baru aku akan mengantarmu pulang." ucap Alka sambil melepas safetybelt yang melilit ditubuhnya.
Aisya melakukan hal serupa, ketika memastikan safetybelt sudah terlepas, ia mengikuti langkah Alka keluar dari mobil dan masuk kedalam.
"Disini saja!" tunjuk Alka pada dua kursi yang berada di pinggir kolam, terlihat koi dan mas yang muncul tenggelam disana, riak air menambah kesan klasik, rumah makan bergaya ala candi, ditemani musik gamelan, menu yang disajikan pun lebih ke makanan khas daerah.
"Mau makan apa?" tanya Alka yang sejak tadi merasa bahwa Aisya tampak diam saja.
"Al?" kenapa begini?" tanya Aisya.
"Kita makan dulu!" kata Alka melihat buku menu yang terletak diatas meja, tanpa menghiraukan kegelisahan Aisya.
"Al? aku mau pulang!" ucap Aisya tegas.
"Iyaa, nanti aku antar kamu pulang, sekarang kita makan dulu!" ucap Alka sekali lagi.
Aisya menghela nafas berat, pasalnya dia sangat bingung karna belum pernah makan berdua laki-laki sebelumnya selain bersama papa dan beberapa sepupu nya yang memang lebih banyak lelaki.
"Cepat pesan makananmu!" kata Alka menyerahkan buku menu.
__ADS_1
Aisya meraih buku tersebut, menulis satu menu disana, kemudian memberikan kembali kepada Alka.
"Hanya ini?" tanya Alka yang heran, saat tertera jus jeruk saja disana.
"Kamu tidak makan?" tanya nya lagi..
Aisya hanya menggeleng, "Ya sudah, tunggu sebentar," kata Alka membawa buku menu tersebut ke meja ordee dan kembali duduk di hadapan Aisya dan melayangkan pandangannyanke arah kolam koi.
"Aisya.. ?" tanya Alka mengalihkan pandangan matanya. Aisya mendapat panggilan kemudian menatap ke wajah Alka, beberapa detik tatapan mereka bertemu, wajah Aisya sangat sulit diartikan, seperti ada kegelisahan disana.
"Kenapa?" tanya Alka lagi.. Aisya menggeleng. "Aku akan ke toilet sebentar!" ucap Aisya.
"Aisya?" saat gadis itu berdiri, Alka ikut membuntuti nya hingga ke toilet.
"Iyaa, aku akan mengantarmu!" kata Alka.
"Al.. itu berlebihan,!" kata Aisya menolak
"Hayo jalan, sebelum oranglain melihat ke arah kita," kata Alka mengalihkan tatapan Aisya ke segala penjuru, benar yang dikatakan Alka.
Aisya bergegas ke toilet, ditemani Alka dibelakangnya, setibanya di pintu toilet, Alka menarik tangan Aisya. " Aisya.? " pertanyaan Alka terhenti ia bingung harus bilang apa.
__ADS_1
"Yaa, Al.. aku harus ke masuk ke toilet!" kata Aisya.
"Aisya..? ehmmm..itu!" kata Alka menggaruk kepalanya yang tak gatal
Aisua hanya mengeryit heran lagi, "Ada apa Al?" tanyanya.
"Apaa.. ituu.. apa kau sedang datang bulan?" kata Alka cepat.
Aisya melebarkan matanya, lalu membalik rok yang ia pakai, jelas terlihat bercak merah disana.
"Oohh.. Astaga Al? kenapa baru bilang?" kata Aisya panik.
"Ku kira kau tau?" kata Alka
Aisya bergegas masuk ke toilet, menahan rasa malunya, ia harus segera menggunakan pembalutnya. Setelah beberapa menit, ia keluar dari sana dan menggunakan Sweater yang diikat dipinggang untuk menutupi roknya yang terkena bercak merah, Aisya keluar dari toilet dan mendapati Alka yang masih berdiri menunggunya di luar.
"Sudah?" tanya nya..
Aisya sungguh malu.. wajahnya berubah merah menahan rasa tidak enak terhadap pria dihadapannya ini, bahkan di kencan pertama mereka, hal memalukan terjadi, sungguh diluar dugaan.
"Sudah.. terimakasih Al!" ucap Aisya yang menundukkan kepala sambil berlalu berjalan mendahului Alka.
__ADS_1
Aku malu sekali.. gumam Aisya