
"Heh Al.. " kata Deliza saat ini, mereka berada di dapur.
"Aisya udah dianter? kok kamu disini?" kata Deliza yang kini sedang memeriksa isi lemari pendingin, di raihnya satu botol jus kemudian menuangnya kedalam gelas yang sudah disediakan.
Alka melihat gerak gerik Deliza dengan intens, "Za.. kamu serius mau kawin?" kata Alka.
"Uhuukk.. Uhukk.. ap apaa sih Al? kawin.. dikira aku kucing kali!" kata Deliza yang tersedak mendengar Alka mengatakan Kata Kawin.
Dea yang melihat dua anak kesayangannya hanya tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai tadi
"Sini ah.. ngobrol di depan tv aja, ada filem favorit aku soalnya," kata Deliza membawa gelas jus dan mulai menyalakan televisi.
"Ahh.. paling juga filem pelakor pelakor ituu!" kata Alka namun tetap mengikuti arah jalan Deliza.
"Sembarangan!" Deliza melempar bantal sofa ke arah Alka.
Sambil menyeruput jus dan tangannya lihai memainkan remote Tv Deliza seolah olah mencari kesibukan yang membuat dirinya lupa akan permasalahan yang terjadi.
"Za..?" panggil Alka.
"Hmm.." jawab Deliza
"Kamu serius mau nikah muda?" tanya Alka lagi
"Hemmm.. " jawab Deliza sambil melihat layar 43" di hadapannya.
__ADS_1
"Resiko bisa tanggung kamu?" kata Alka
"Resiko?" Deliza mengeryit.
"Iyaa . kalo kamu nikah, sedangkan saat ini kamu masih sekolah, apalagi jika kamu hamil terus.. aduuhh" ucapan Alka terpotong oleh lemparan bantal sofa lagi. "Seneng banget sih lempar bantal!" kata Alka sewot.
"Lagiann.. mikirnya udah jauh banget, sampe hamil hamil segala!" kata deliza.
"Laahh.. kan itu resiko nikah Za!" ucap Alka dengan tampang polosnya
"Kan bisa ditunda Al, aku mau nyenengin hati mama papa, terus sesuai cita-citaku yang kuliah di luar Negri seperti ya Nikah muda memang jalan satu-satunya yang bisa membuat mama papa tenang ngelepas aku!" kata Deliza serius.
"Betewe.. emang kamu udah tau siapa yang akan dijodohkan sama kamu? kalo jelek apa udan tua gimana Za?" Alka menakut-nakuti Liza.
Sejenak Liza berpikir, " Kata mama, aku bisa menolak, jika memang tak sesuai hatiku,!" kata Deliza "Tapi resikonya aku tidak diizinkan kuliah di Amerika, kalo aku menolak!" ucap Deliza lagi.
"Ya sudah Za . aku dukung apapun keputusan kamu, tenang.. aku siap anter jemput lagi kalo kamu gak jadi kawin!"
bughhhh..
"aaaahhh.. Deliza . . sini kamu.. lempar lempar mulu." Alka menjahili Deliza, seperti kebiasaan mereka akan berkejarkejaran sampai puas.
Dea yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala saja.
***
__ADS_1
Alka kembali kerumah, "Bund... bund..." panggil Alka..
"Iishh.. Abang.. salam kek kalo masuk rumah!" kata Lella
"Hehehe..." Alka hanya nyengir saja
"Bund.. Abang mau nikah muda juga boleh gak?" kata Alka.
Pukk.. suara benda yang jatuh menimpa kepala Alka karena dilempar bunda Lella.. "Aaahh.. pada seneng banget sih lempar lemparin abang.." ucap Alka sambil mengusap kepalanya.
"Lagian.. abang kalo ngomong gak di saring deh.. ngapain coba tiba-tiba minta nikah?" kata Lella
"Biar abang gak ngiler liat Deliza ntar nikah bund!"
.Pukk . suara benda dilempar lagi
"Iih.. bundaa.. udah deh abang ke kamar aja," kata Alka setelah kena lemparan kacang kedua kali dari bundanya
"Eh abang tunggu.. nih bawain ke kamar Kakak yaa!" kata Lella
"Kakak? iyaa . sini . . " Alka mengambil semangkuk full isi asinan sayur kesukaan kakaknya.
Lella hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan putra bungsunya.. " Kalo Deliza mah anak sulung, jadi kalo mau nikah yaa nikah aja, lahh kamu masih punya kakak gadis, masa mau nikah duluan!" kata Lella namun tak lagi didengar oleh Alka karna Anak itu sudah naik ke lantai dua menuju kamarnya setelah mengantarkan mangkuk berisi asinan sayur ke kamar kakaknya.
Yang suka sama Alka hayoo dukung donk..
__ADS_1
Jangan lupa Like dan kasih Vote juga yaa..
Terimakasih.😘