
Alka menutup pintu kamarnya yang terletak di lantai dua, kemudian membuka pintu balkon, dia mengajak Liza mengobrol disana.
"Za.. gue mau cerita, tapi loe, harus bisa jaga, ini rahasia." kata Alka menunjuk ke arah Deliza
Deliza yang sudah paham dengan watak sang sepupu hanya bisa mengangguk jengah.. " Ya ya ya..."
"Gue ada rasa sama Aisya." kata Alka singkat.
Deliza mengeryit, kali ini ia benar-benar tidak terkejut, hanya saja di heran.
"Apa yang membuatmu menyukai gadis itu? kau kan tau dia sudah memiliki pacar!" kata Deliza
"Ya aku tidak bisa membohongi perasaanku lagi Za, aku hanya ingin dia tau kalo aku menyukainya!" kata Alka. " ini tulus!" ucapnya lagi.
"Loe yakin?" tanya Deliza
"Loe yakin bakal siap patah hati kalo ternyata Aisya hanya menganggap loe teman baik?" kata Liza lagi
Alka terdiam, jujur dia sangat ingin lebih dekat dengan gadis itu, hanya Aisya yang membuat Alka merasa senang disisinya, tidak seperti gadis-gadis yang selama ini mendekatinya.
Alasan Alka bersikap dingin terhadap wanita juga itu, karna Alka malas diperebutkan apalagi dimanfaatkan oleh wanita,
(Lagian masih sekolah mikirnya wanita.. Alka.. Alka... ).mungkin begitu kalo Kak Lila dan Kila tau.😄
"Gini aja Al.. pertama-tama, gw mau ngasih saran.. untuk saat ini loe jangan gegabah, gue gak mau loe sakit hati lalu badmood sama semuanya, apalagi kita mau Pensi! dan Loe penanggung jawabnya!" kata Deliza
"Terus menurut loe kapan gue bisa ungkapin perasaan gue ,Za?" kata Alka
"Abis lulus aja Al.. loe liat perkembangan hubungan dia dengan cowoknya, kalo emang Aisya itu jodoh loe, pasti loe dapetin dia!" kata Deliza
__ADS_1
Sebenarnya gue cuma mau loe fokus sekolah dulu Al.. kasian nyokap bokap loe kalo sekolah loe main-main begini, gumam Deliza.
"Oke deh.. gue setuju sama pendapat loe Za!" kata Alka mengacungkan jempolnya.
"Lagipula, gue masih sekolah, gue mau bikin bangga nyokap bokap gue dulu lah, baru mikirin pacar!" kata Alka tersenyum kecut.
"Naaahh. itu loe cerdas!" kata Deliza
"Kalo jodoh pasti ketemu bro.. kata Afgan itu juga!" hehe.. kekeh Deliza .
"Za .. loe emang Sahabat plus sepupu gue paling keren..!" kata Alka..
"Cakeppp!" kata Liza
"Aaarggghhhh..." teriak Alka saat hendak memeluk Deliza.
Ceklek.. pintu kamar terbuka..
Alka yang sudah merentangkan tangannya untuk memeluk Liza menjadi menggaruk kepalanya yang tak gatal itu
"Ehh.. kaka.." katanya.
"Jangam macem-macem kamu ya de, " kata Lila
"Za.. dicariin Om Sam, dibawah!" kata Lila
"Hah.. Papa udah datang ya ka?" kata Liza yang semangat mendengar sang papa telah pulang dari tugas Negaranya.
Deliza sudah tak menghiraukan Alka lagi, dia
__ADS_1
langsung beranjak turun untuk menemui sang papa,
"Papaa...!" kata Deliza
Langkahnya terhenti saat melihat beberapa orang disana, bukan hanya papanya saja.
"Hallo Om!" kata Liza melembut saat sampai di ruang tamu..
"Ooh ini anakmu Sam?" kata laki-laki paruh baya yang dikenal dengan panggilan Om Santo. Beliau merupakan rekan kerja papa Liza yang ingin sekali menjodohkan putranya dengan Liza demi bisnis karna merasa kedua anaknya itu seumuran.
"Iyaa.. Liza.. kenalkan ini Om Santo, Om Husen, dan Om Jaka, mereka adalah rekan kerja papa sekaligus rekan kerja Paman Alvin.
Liza menyalimi satu per satu orang disana.
"Eh . Liza kamu disini?" kata Lella
"Iya bi.. tadi Liza abis ngobrol sama Alka diatas.! Jadi belum ketemu Bibi!" katanya sambil nyengir..
"Iya, ayo bantu Bibi menyiapkan makanan untuk bapak-bapak ini nak!" kata Lella
Deliza menganggukkan kepala, kemudian mengikuti Lella menuju dapur.
Didapur.
Deliza sudah mengenakan Apron dan saat ini sedang mengupas bawang, Kila dan Lila datang menghampirinya.
"Za.. calon mertua kamu tuh, ngeliatin terus dari tadi!" kekeh Lila yang suka sekali menggoda adiknya itu.
" Ihh.. apaan sih ka! iseng aja deh!" kata Liza masih sibuk dengan bawang.
__ADS_1
"Ya Ampun.. kalo kaka jadi kamu mah, kaka terima aja Za... lumayan nikah muda,!" kata Kila kembali ikutan menggoda Liza
"Aaarrghhh.. kaka berdua ini rese banget ya!" Liza melepas apron dan pergi dari dapur, rasanya dia sangat kesal karena digoda oleh kedua kaka kembar Alka.