
Sudah sebulan ini aku dan Alka berpisah jauh, Alka selalu menghubungiku diakhir pekan, aku sudah bilang, "hematlah.. telpon antar Negara itu sangat mahal lho!" namun lagi-lagi dia hanya menampakkan wajah tampannya membuatku tak bisa menolak jika ia kembali menghubungi ku.
Alka ku bercerita kesehariannya di Singapore, ia selalu bilang "wanita disini tidak ada yang cantik" ketika melakukan panggilan video, namun aku jarang menggubrisnya karna pasti ia ingin aku cemburu. "Ahh.. jangan harap Al, disini juga aku sedang sibuk dengan dua agendaku!" kekehku.
Hari terus berlanjut, setiap weekend menjadi saat yang aku tunggu, dengan menggunakan aplikasi untuk panggilan antar Negara aku menyiapkan diri, aku berdandan dan aku berpakaian cantik, supaya jika Alka melihat, ia akan ingin segera pulang ke Indonesia.
Mengingat kejadian tempo hari dimana ayah Alka menolak keputusan Alka menikahiku, secara naluri itu sangat menyedihkan, tapi, setelah kupikir, sebagai laki-laki penerus keluarga, apa yang ayah Alka lakukan terhadapnya sangat baik, walau harus merelakan hati yang terpisah jarak, tapi aku memutuskan akan menunggunya, ku harap berakhir dengan memang berjodoh dengannya.
__ADS_1
Berulang kali nenek menawarkan lelaki, seperti aku tidak laku saja. sahabatku Dion .. ia masih suka menemani hari-hari ku tanpa Alka disini.
Sekarang bukan hanya Dion, tapi Agung dan Bayu juga lebih banyak menemaniku daripada teman wanitaku, Alka benar -benar membuat penjagaan ketat terhadapku, tapi aku senang, itu artinya aku sangat berarti untuknya.
Hari itu di bercerita berangkat ke kantor alm. Opa Jaya, kakeknya, dia mengirim foto kepadaku, foto dengan setelan jas dan kemeja berwarna cokelat, ku liat sejenak model rambutnya kini berubah, memang sejak kuliah di Singapore dia memotong rambutnya, namun jika ke kampus masih dibuat model amburadul, pas ke kantor gini tatanan rambutnya lebih terlihat maskulin membuat aura tampannya keluar lebih jelas, Dia meminta doaku dari sini, yaa aku dengan senang hati mendoakannya, kesuksesannya menjadi kebahagiaanku.
Walau aku juga disini sibuk sana sini, mengurusi perusahaan ayahku hanya ditemani sang nenek, yang setiap waktu hanya menyodoriku untuk segera menikah. Bahkan pernah satu kali nenek mengajak lelaki itu kerumah, dia menyuruhku menemaninya keliling, namun tak mengubah hatiku.
__ADS_1
Senyumku mengembang saat satu panggilan video masuk atas nama calon suami masa depan .. kurapika. stelan dress ku, rambur ku lihat lagi make up flawless ku yang masih berada. di wajahku. ku geser mouse kecil di tangan kananku menjadi oke. Aku menerima panggilannya.
Namun diluar dugaan, wajah yang ku harap berada dilayar berganti dengan wajah wanita, terlihat dewasa namun seperti nya masih seumuran sama Alka ku.
Gadis itu mencoba menyapaku dibalik videonya, terlihat didalam situ dia berada didalam mobil milik Alka, camera disorot ke arah kemudi, benar saja, Alka sedang berusaha meraih ponselnya.
Alka mengatakan "Jangan dianggap, dia hanya wanita sengklek!" aku mengeryit heran, wanita sengklek? ku lihat Alka menghentikan mobilnya terlihat saat jalannya tak lagi berputar disana hanya ada toko dipinggir jalan yang terlihat lalu lalang orang banyak.
__ADS_1
Alka menyapaku, kini wajahnya dengan Gadis itu berada di satu layar laptopku, ku benahi perasaan yang tak enak ini, ku masih mengamati mereka bicara, sampai pada akhirnya aku tau namanya Liza beda Z saja dengan namaku, aku kembali diam, mengamati mereka bicara, sampai pada akhirnya ku mencoba tuk senyum ke arah kamera, walau hati sakit, aku yakin akan ada penjelasan nantinya dari Alka, dia tak mungkin semudah itu menggantikanku dengan wanita itu, setelah apa yang ia janjikan.
Aku tersenyum mengamati peraduan mulut diantara keduanya yang tak berkesudahaan entah membicarakan apa, Aku sadar dengan bersikap seperti itu akan membuat hubunganku dan Alka tetap baik-baik saja, ku tepis pikiran negatif, ku yakin ada penjelasan dari Alka . ku percaya dia. ☺️