
Jaya dan Rio telah menentukan tanggal kapan mereka bertemu, saat ini kedua lelaki paruh baya sangat bersemangat menyiapkan segala sesuatu, Restoran yang dipilih adalah Restoran milik sahabatnya Hendra, hari ini Hendra.menyempatkan keluarganya menginap di Villa keluarga di kota S untuk menyaksikan acara kedua sahabatnya.
Pagi-pagi sekali Dea ke rumah Lella, menemani dan merias wajah Lella, pensil alis terlihat berada diapit bibir gadis itu, dengan telaten, dia memoleskan warna warni di atas wajah Lella, seperti melukis diatas kanvas.."La.. please mata nya diem aja" kata Dea
"Gak nyaman De, gak biasa aku" Lella
"Ntar juga biasa, dikit lagi, diem deh ." kata Dea
Jaya masuk ke kamar putrinya, "Sayang, apa kau sudah siap nak?"
Jaya menatap kagum ke arah putrinya yang hampir tak dikenali.
"Ini baru tunangan nak, belum ijab kabul, tapi kau sungguh cantik. " kata Jaya
"ini semua berkat tangan kreatif Dea ayah, "ucap Lella
"Terimakasih ya De," kata Ela lagi
"kalo sudah siap, segera turun ya, ayah tunggu di mobil." kata Jaya
"Siap ayah.." kata Lela
Dea tersenyum.. "Hhhaaa.. kaka ipar akuu yang cantiik! haruskah aku memanggilmu kaka juga??" kata Dea
"Sudah deh De.. gak usah lebay, seperti biasa saja, aku masih seumuran denganmu." kata Lella
"Iyaa tapi kau akan menikah dengan kakaku."
"Masih lama De.. walaupun itu terjadi persahabatan kita tidak ada yang berubah!" kata Lela
"Baiklah.. ayo kita turun, Om Jaya sudah menunggu."
"Ayo.." kata Lela
**
Direstoran.
Alvin terlihat gugup, bahkan dia tidak henti menggerakkan kakinya.
Rio hanya melihat dan tersenyum. anak ini mirip sekali denganku, ketika ingin melamar mami nya.
Hendra menghampiri meja nya,
__ADS_1
"Akhirnya terjadi juga perjodohan ini ya Rio.. kau begitu bahagia pastinya!" kata Hendra
"Yaa begitulah, semua karna keinginan Alvin juga, ternyata anakku sudah menyukai Lella sejak pertama bertemu katanya! bahkan jauh sebelum aku bilang akan menjodohkan mereka."
"Benar-benar berjodoh." kata Hendra
"Bagaimana dengan kedua putrimu?" tanya Rio
"Mereka masih menyelesaikan studinya, yang sulung mengambil jurusan fashion di paris dan yang bontot meneruskan di kota J saja. mengambil manajemen bisnis." ucap Hendra bangga
"Wah wah . sudah siap menjadi orang sukses.. semoga apa yang di cita-cita kan tercapai" kata Rio
"Aku berharap begitu." Hendra optimis
Mereka berdua kembali berbincang, terlihat mobil alpard hitam milik Jaya berhenti di pintu restorant, segenap pelayan membukakan pintu, Jaya, Lella dan Dea turun dari mobil yang terbuka secara otomatis.
Lella sangat anggun dengan memakai dress peach selutut yang memperlihatkan kaki jenjangnya, dengan wedges setinggi 3cm dengan warna senada, rambutnya di curly dan dijepit bagian samping, Dea memakai drees berwarna crem dipadukan dengan wedges 5cm, rambutnya diikat kuncir kuda, pak Jaya mengenakan jas pinguin berwarna navy, rambutnya yang di cat berwarna hitam menambah kesan lebih muda dari usianya.
"Siap La?" kata Dea
Lella mengangguk, Dea berjalan berdampingan dengan Lella yang mengapit lengan pak Jaya.
Para tamu dan keluarga besar Rio dan Hendra berdiri menyambut kedatangan Jaya dan putrinya. decak kagum terdengar dari para tamu yang memuji kecantikan dan elegan nya putri semata wayang Jaya Angkasa tersebut.
Mc. " Baiklah, saya mulai,
👏👏👏👏👏👏👏 tepuk tangan para tamu hadirin semua.
Acara kedua yaitu sambutan dari Bapak Rio Mahendra selaku penyelenggara acara yang juga orangtua dari Alvin Mahendra, kepadanya saya persilahkan.
👏👏👏👏
*selamat siang semua, terimakasih saya ucapkan kepada para tamu yang hari ini menyempatkan diri untuk hadir disini., kami juga mengucapkan terimakasih kepada sahabat kami, Hendra prakasa yang menyediakan tempat dan menyajikan makanan lezat untuk kita semua.
hari ini merupakan hari yang berbahagia untuk kami sekeluarga, hari yang telah kami nantikan sejak kami di bangku kuliah dulu, kmi pernah berjanji akan menjodohkan anak-anak kami, dan karna hari ini menjadi hari pelengkap bagi saya dan sahabat saya Jaya Angkasa, yang nanti akan menyusul acara besar, hari ini kami akan mengikat anak kami dalam ikatan pertunangan menuju pernikahan, semoga tidak ada halangan yang berarti dan acara besar akan segera kami laksanakan dengan undangan yang menyusul setelah ini tentunya.
sekali lagi kami ucapkan terimakasih*.
mc. "iyaa. sama-sama ya pak Rio, kami doakan apa yang bapak harapkan akan terlaksana dengan lancar. "
"menginjak acara selanjutnya, kita panggilkan kedua pasangan kekasih yaitu Alvin mahendra putra dari bapak Rio Mahendra dan Lella Laila Putri Angkasa putri tunggal dari bapak Jaya Angkasa."
👏👏👏👏
__ADS_1
Alvin dan Lella berada di podium, seorang wanita paruh baya mengenakan kebaya berwarna hijau dengan hijab berwarna senada menyerahkan kotak bludru berwarna merah, berisikan sepasang cincin untuk dipakai oleh pasangan tersebut. Saling mneyematkan dijari pasangan, acara berlangsung cepat, kini cincin telah melingkar di jari manis keduanya.
Senyum tak lepas dari kedua bibir pasangan tersebut, Dea sibuk menggunakan Camera nya untuk mengabadikan moment sahabat dan kaka tampannya itu.
"Lelaa.. hmm.. selamat yaa!" semoga abis ini persiapan sampai hari H lancar ya La!" peluk Dea
Alvin berdehem " ekhemm"
Dea melirik, "Oowwh.. kakaku yang tampan, akhirnya kamu tida jomblo lagi, dijaga ya Lella nya ka.. jangan dibikin nangis, awas lho!" Dea menajamkan kata-katanya kepada Alvin.
terlihat acara sudah akan berakhir, dan para tamu mulai berpamitan. tinggal disana keluarga Jaya, Rio dan Hendra saja duduk di kursi meja panjang, ketiga sahabat seperti bernostalgia. mereka menceritakan semasa mereka kuliah sampai mereka merintis usaha mereka masing-masing,
Lella memandang ke arah Alvin. begitu pula sebaliknya, setelah ditentukan tanggal kapan pernikahan mereka yang akan diadakan tiga bulan dari sekarang, Lella menjadi begitu canggung,
"La.. kenapa sama calon suami diem aja?" kata Dea meledek
"Issshh apa sih De!" ucap Lella malu malu
"Lella kamu cantik hari ini ini!" kata Alvin
"Ee ciyee.. jadi obat nyamuk nih aku!" kata Dea
"Ya ampun nih anak kok lebay banget yaah!" kata Lella "Kamu bukan obat nyamuk De, tapi hansip!" ledek Lella
"Iyaa hansip yang siap nangkep pasangan mesum" Dea terbahak
Alvin hanya tersenyum memandang kedua gadis kesayangannya, lalu tanpa sadar Alvin menggenggam jemari Lella erat.
"Nah kan.. dapat deh satu mangsa mesum!" kata Dea menatap tangan Alvin dan Lella
Lella seketika melepas genggamannya dan tersipu malu.
"Ceeh.. masih malu aja!" ledek Dea
"Udah De.. jangan di ganggu terus Lella nya!" ucap Alvin
"Hadeehh mulai bucin!" kata Dea
Dea mendapat lemparan tisu dari Alvin dan Lella.
-
-
__ADS_1
-
bersambung