Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 2 Jodoh untuk Deliza


__ADS_3

"Kakak pulang.." kata Deliza yang baru saja sampai dirumah.


Dea yang mendengar putri sulungnya tiba, segera menghampiri, "Kok pulangnya malam kak?" kata Dea memancing Deliza untuk bercerita.


"Iya ma, tadi teman ngajakin jalan dulu, ma.. ada makanan apa?" kata Deliza yang terlihat santai menjawab pertanyaan sang mama, padahal mama Dea sudah sangat penasaran.


"Beneran teman ka?" kata Dea memicingkan mata


Deliza yang merasa aneh, menatap sang mama yang sudah menatapnya serius. "Iyaa . teman, kenapa sih ma?" tanya Liza lembut.


Dea mengeluarkan beberapa cup salad buah yang tadi ia buat sebelum putrinya pulang, kemudian memberikan ya satu cup kepada Liza, sambil duduk berhadapan di kursi makan, mereka mulai berbincang.


"Kak.. kakak mau nikah?" pertanyaan sang mama seketika menghentikan kunyahan Liza, Liza beralih menatap serius sang mama.


"Kenapa mama tiba-tiba menanyakan itu?" kata liza.


"Hmmm.. ituu.. "


"Pasti papa masih ngebahas temennya yang mau dijodohin sama Liza ya ma?" kata Liza menatap mamanya.


"He em.. " kata Dea mengangguk


"Mau mama bagaimana? Liza ikut saja!"kata liza pasrah, kembali mengambil sendok dan memakan salad buah buatan mama Dea.


"Tapi kak.. kalo nanti mama oke, pacar kamu gimana?"kata Mama Dea yang akhirnya mulai menanyakan pria yang bersama Liza tadi siang di Mall.

__ADS_1


"Pacar ma?" tanya Liza bingung.. "Kaka, gak punya pacar ma!" kata Liza


"Terus yang tadi di Mall siapa??" kata Dea akhirnya.


"Mall?? tadi siang? mama tau darimana?" kata Liza menyelidik, kadang mama nya suka ngorek informasi dari Alka, namun seharian ini memang Deliza tidak bersama Alka, dan pasti Sepupunya tersebut tidak mengetahui perihal Liza yang ke Mall bersama Putra


"Ehmm.. mama liat sendiri!" ucap Mama Dea sambil nyengir. berharap putrinya akan terbuka.


"Hehe.. mama.. itu teman Liza, namanya Putra, dia ituu.. anak baru di kelas Liza.." jelas Liza kepada sang mama.


"OHHH... temaaan.." kata mama Dea dengan nada meledek.


"Iyaa mama.. udah ah jangan mikir yang enggak-enggak!" kata liza


"Kalo cuma teman, berarti kalo mama Oke sama anaknya rekan papa buat jadi pendamping, kakak mau??" tanya Mama Dea lagi


*


Dea meninggalkan Liza yang sedang sibuk makan salad buatannya, "Sam.. kayaknya kita sudah bisa mulai nih perjodohannya!" kata Dea setelah masuk kedalam kamar.


Terlihat Sam yang sibuk dengan komputer lipatnya, seketika konsentrasi nya terpecah saat istrinya masuk kamar. " Jodoh? siapa?" katanya yang masih bingung.


"Isshh.. kamu!" kata Dea menepuk bahu suaminya tapi tidak kenceng.


"Anak rekan kamu yang mau kita jodohkan dengan Kakak!" jelas Dea

__ADS_1


"Ohh.. iya.. jadi??" kata Sam masih bingung


"Kakak setuju!" ucap Dea


Sam menatap Istrinya lekat, "kakak setuju? dijodohkan?".


Dea hanya mengangguk." atur pertemuan ya! nanti ku kabarin Lella dan Alvin!" kata Dea


"Baiklah, aku coba hubungi mr. Santo" kata Sam.


*.


Setelah mendapat kabar dari Sam, mr. Santo mengungkapkan maksud kepada putranya, terlihat Putra sulungnya baru saja memasuki rumah.


"Nak. kesini sebentar!" ucap Mr. Santo


"Iya pih!" jawab sang anak yang kini terlihat sumringah dengan memainkan keysmart di jari telunjuknya. ketika sang anak duduk, mr. Santo


"Anak temen papih sudah bersedia dijodohkan denganmu nak! bagaimana? apa kamu sudah menentukan jawabannya?" kata Mr. Santo


Seketika wajah ceria sang anak berubah murung. "Pih.. apa aku gak bisa mencari jodohku sendiri pih?" katanya


"Bisa. sangat bisa.. tapi papih minta sekali saja, kita bertemu dengan mereka, setelah itu keputusan ada ditanganmu " kata Mr. Santo.


Sejak meninggalnya sang istri mr. Santo yang sibuk bekerja itu memang sangat kurang memberikan perhatian terhadap putra semata wayangnya, jadi anaknya lebih menurut kepada paman dan bibi nya.

__ADS_1


"Baiklah Pih, aku ikuti kemauan papih, tapi jika aku tidak suka, aku boleh menolak ya!" jawab sang anak. " sudah ah aku mau ke kamar dulu" katanya lagi.


"Yaa.. istirahatlah." kata mr. Santo dengan wajah yang terlihat masih belum lega


__ADS_2