Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 3 Titip Hatiku


__ADS_3

Gue lirik wanita yang kini menggenggam erat jemari gue, menarik gue kesana kemari, mengikutinya melihat sifat manjanya, "kenapa hati ini menjadi gundah, jika mengingat akan meninggalkannya disini!" gumam gue yang merasa belum ikhlas atas kondisi seperti ini..


"Al . kita kesana!" ucap nya lagi menunjuk salah satu dari ketiga Box seukuran 3orang, dia mengajak gue masuk, gue terus mengikuti arahnya.


"Hmmm.. mau pose apa ya?" Lisa menatap layar, gue masih memandangnya, sejenak gue jadi bisu, tapi Lisa tetap ceria, sifat Ceria nya ini hanya ia tunjukkan jika bersama gue, dan gue suka.


Gue menekan satu tombol terakhir pilihan Background kami,."Romantis?" Lisa menatap gue matanya memang tidak bisa berbohong, dia juga merasakan dilema, namun seperti yang gue bilang, dia sangat pintar menyembunyikan kesedihannya.


"Kenapa?" gue menatap balik matanya, pandangan kami terpaku beberapa detik senyumnya mengembang, dia menggelengkan kepala. Gue meraih kepalanya, menenggelamkannya di dada gue, gue merasa kaos gue basah, dia nangis gaes.. gue gak berani melihatnya, gue tetep dalam posisi ini selama beberapa menit sampai terdengar mesin camera didepan kami berbunyi.. "Beep.. beep.. beep.."


"Lisa... Jadi fotonya gak?" Gue mencoba menatap lagi wajahnya, dia kembali tersenyum, namun mata basahnya tidak bisa lagi berbohong.


"Lisa . . ?" gue memanggil nya sekali lagi.


Lisa mulai menstabilkan menetralkan kondisi nya kembali,.. Kami kembali berfoto,

__ADS_1


fose pertama, Lisa menekan tombol topi, kemudian, menekan tombol kumis dan beberapa emot lain dilayar, gue memperhatikan saja.. fose itu tema koboy, setelah beberapa kali Klik foto kami sudah keluar dari mesin print di samping camera


Melanjutkan fose kedua, fose ini Lisa memakaikan gue kostum Badut, dia tertawa geli melihat hasil cetakannya..


Naahh.. Pas Fose yang ketiga, dia bingung harus pilih emot mana, gue yang ambil alih, gue pakaikan Gaun putih cantik dengan aksen bunga mawar di atas rambut panjangnya, kemudian gue tekan klik pertama kedua dan cup.. Ketiga.. kami berciuman, namun tidak dengan nafsu ya gaes.. gue hanya ingin hasil foto yang beda. foto yang ketiga gue cetak dua kali, yang satu langsung gue semat di dalam dompet klasik gue, menggantikan foto gue sama deliza disana. "Liza.. gue jadi kangen sama dia,!"


Hari itu Gue bener-bener diajak keliling sama Lisa, Calon Istri masa depan yang harus sabar nunggu gue mapan..


****


"Bund.. Abang pamit ya!" gue lihat bunda hanya nunduk,, "Bund?" panggilan gue membuat bunda kembali menangis


"Kenapa gak kuliah disini saja sih Bang, nanti bunda sama siapa dirumah, kalo ayah kamu keluar kota juga!" Bunda please jangan begini.. gue udah menguatkan hati sedemikian rupa demi hari ini, ternyata bunda yang gak kuat.


Gue peluk Bunda gue cukup lama. lalu melepasnya mengalihkan tatapan mata ke arah Lisa yang berdiri ditengah-tengah teman tampan gue. " Nanti Lisa abang suruh temenin bunda kalo Ayah dinas ya!" cuma itu yang bisa gue katakan.. Lisa maju satu langkah mendekati Bunda Lella yang masih berat melepas anak bungsu kesayangan.

__ADS_1


"Sudah Al? Ayo!" kata Ayah yang sudah memegang dua tiket ditangannya.


"Iyaa sebentar yah," Gue melihat ke arah Lisa, gue hendak menghampiri, namun lagi-lagi ayah memanggil.


"Lisa.. Titip Hati gue ya!" Gue gak bisa ngomong banyak lagi, bahkan untuk meluk dia aja gue gak bisa, karna ayah sudah begitu tegasnya memanggil.


Gue berbalik berjalan menjauh meninggalkan mereka yang mengantar kepergian gue, sebelum pagi ini, tadi malam gue berempat sudah mengadakan brefing mengenai vakumnya gue di cafe, dan mereka mendukung apapun keputusan gue, bahkan Mereka bersedia menjaga Bunda dan Lisa untuk gue. Gue bangga punya sahabat kayak mereka.


Triinnggg..


pesan singkat masuk


[Jaga diri baik-baik, tetap fokus, ingat..aku menunggumu😘]


pesan dari Lisa, dan itu menjadi pesan terakhir hingga gue sampai di Singapura untuk menjalani hari gue yang baru tanpa mereka.

__ADS_1


Lanjut gaaaakk???


__ADS_2