Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 2 Kepo tapi Gengsi


__ADS_3

Alka merasa haus, ia memutuskan ke kantin dulu sebelum kembali ke dalam kelas, namun langkahnya terhenti saat melihat seseorang di ujung lorong. "Siapa itu?" gumamnya. Namun berusaha tetap cool.


Dia berjalan lurus melewati si dua orang yang sedang berargumen, seketika matanya melirik ke sang gadis, Si gadis juga dengan curi-curi pandang melihat ke arah Alka.


"Iyaa . . kalo gitu sampai jumpa!" ucap gadis berambut curly kepada pria didepannya.


"Aku tunggu!" jawab si pria,


Alka memesan jus jeruk dan air mineral botol untuk dibawa ke kelas, ia menyeruput jus di kantin, sambil sesekali pandangannya melirik ke arah gadis yang kini terlihat berjalan menuju kelas.


"Ceh, bukankah tadi kusuruh sempurnakan gambarku, malah mengobrol!" gumamnya lagi.


"Woy..minum sendirian aja!" Tepukan di bahu Alka mengejutkannya.


"Sial.. hampir aja gue kesedak!" umpat Alka.


"Ngeliat apaan loe bro!" tanya Bayu yang sedari tadi sudah mengawasi Alka.


"Kepo!" kata Alka singkat


"Daripada loe gengsi!! kalo suka bilang bro, ntar diambil orang!" kata Bayu.


"Sekolah yang bener " kata Alka menoyor kepala Bayu. Dan Bayu hanya terkekeh mendengar jawaban dari sahabatnya itu.


*

__ADS_1


Siang itu mereka kembali berkumpul di Aula, melakukan design kotor yang sudah digambar oleh Alka, kemudian nanti sore nya akan mereka beli semua perlengkapannya.


"Sya, gambarnya udah di sempurnakan?"tanya Alka sambil tangan dan matanya melukis di dinding yang menjadi Background acara pensi tersebut.


"Hmm.. menurut aku, gambarmu sudah sempurna Al!" kata Aisya.


"Baiklah, sore ini ikut aku beli kebutuhannya!" kata Alka masih tanpa menatap si lawan bicara.


"Baiklah, " jawab Aisya berat.


Padahal aku sudah berjanji akan pulang bersama Putra. gumam Aisya


Aisya berdiri dibelakang Alka memandang punggung teman sekelasnya itu. Kemudian ia mengeluarkan ponselnya menghubungi seseorang yang tak lain Putra.


"Hallo Putra!" ucap Aisya saat panggilan telpon nya terhubung.


Alka mencuri pendengaran saat Aisya melakukan panggilan. Walau tampak tak peduli, lelaki itu mendengar dengan seksama apa yang mereka bicarakan.


Terdengar Aisya meminta maaf dan mencoba membuat janji di hari lain.


Ternyata dia sudah ada janji, Guman Alka dalam hati


Saat sedang melamun, seseorang menepuk bahu Alka.


"Isshh. kebiasaan, kalo dipanggil gak denger deh!" kata Deliza yang tiba-tiba datang.

__ADS_1


"Ngapain sih za," kata Alka merasa terganggu, karna ia harus memutus pendengarannya untuk mendengar percakapan Aisya dan Putra via telpon.


"Ayo pulang!" kata Deliza.


"Iya, sebentar, nanti kita mampir di toko buku lengkap ya Za, Aisya ikut bareng kita," kata Alka, dengan cepat ia merapikan semua kertas yang berserakan, meja menjadi lenggang seketika.


"Ayo Al,!" ajak Aisya


Alka hanya mengangguk kemudian berjalan terlebih dulu, diikuti Deliza dan Aisya dibelakangnya.


"Sya, mau beli apa sih?" tanya Deliza


"Perlengkapan untuk ruangan aula Za, Alka tadi sudah mendesign, dan sekarang tinggal mengaplikasikan aja!" jawab Aisya.


Deliza hanya berOh ria saja.


*


"Za duduk dibelakang ya!" kata Alka.


"Kok gitu?" komplain Deliza, namun tak diteruskan saat melihat mata Alka melotot, "Ceh ..modus!" ucapnya lagi kemudian mendudukan diri di kursi penumpang belakang supir.


"Kok Deliza kamu duduk dibelakang?" kata Aisya yang sudah membuka pintu tengah,


"Hehe.. iya Sya, tiba-tiba aku ngantuk, takut ketiduran, jadi kamu aja yang duduk disamping Alka ya!" kata Deliza

__ADS_1


Alka sudah duduk di belakang kemudi, menunggu Aiysa yang ragu-ragu untuk membuka pintu depan, akhirnya Alka membuka dari dalam." Ayo masuk Sya!" kata Alka.


Heran.. anak ini sama Aisya bisa lembut gitu bicaranya.. gumam Deliza yang masih memperhatikan dua orang yang duduk didepannya dengan canggung.


__ADS_2