Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 2 Pilihan Hati


__ADS_3

Deliza kembali menatap kaca mobil, kini ia berdua Alka berada di dalam mobil menuju rumah mereka masing-masing.


"Za... tadi Putra telpon gw, lo belum liat ponsel ya?" kata Alka memecah keheningan.


"Hmm.. Ya.. gw belom liat," kata Deliza .


"Liat buruan, jangan bikin orang sakit bingung tau ga" kata Alka lagi.


"Besok gw ke rumah Putra kok Al, pulang sekolah anterin kesana yaa!" jawab Deliza


"Hmm.. " jawab Alka.


***


Seperti ucapannya, Keesokan hari Deliza bersiap -siap sepulang sekolah nanti akan ke rumah Putra, sudah hampir 1minggu dia menemani Bayu di rumahsakit, dan sejen melupakan calon suami perjodohannya itu.


Didalam mobil tidak ada suara yang keluar, Alka hanya mengeryit menatap heran pada Deliza.


"Za.. gw tau lo galau, tapi gw minta lo jangan mempermainkan perasaan orang Za, lo harus tegas, ikuti kata hati lo!" kata Alka.


"Hmm.. gw cuma pengen memastikan perasaan gw buat siapa Al, gw menyayangi semua, namun gw gak bisa mengambil semua, gw harus pilih, dan mereka pilihan yang sulit." kata Deliza


"Hmm gw paham, semoga lo jadi lebih bijak ya Za.. pesen gw sih itu aja, jangan mempermainkan perasaan orang, lebih-lebih perasaan orangtua lo!" kata Alka.


Deliza mencerna setiap kata yang diucapkan oleh Alka, ia tau, orang yang pertama yang datang kerumahnya adalah Putra, dan sebelumnya ia juga Putra adalah lelaki pertama yang menyatakan cintanya.


Deliza tahu, Bayu juga menyukainya, namun kegigihan Bayu masih kalah jauh dengan Putra, bahkan Putra yang memang lelaki terpilih yang dijodohkan oleh kedua orangtua mereka. "Baiklah Al, gw sudah paham harus bagaimana, doain yaa, semoga gw bijak!" kata Deliza


"Gw tau lo pasti bisa. za.. semangat!" ucap Alka. "Udah sampe, nanti mau gw jemput lagi gak?.salam ya, sorry gw gak masuk, ada janji mau ke rumahsakit gantiin Bang Yudha." katanya lagi


"Hmm.. iya gapapa . gak usah jemput, nanti gw naik taksi aja," katanya.


Deliza turun dan masuk kekediaman Mr. Santo, hendak mengetuk pintu, namun pinth tersebut sudah dibuka seseorang.


Bruukk..

__ADS_1


Putra memeluk Deliza erat sangat erat, rasa takut kehilangan menghantui jiwa nya setiap waktu.


"Ehemm.. Put.. hei.. " Deliza yang kesulitan bergerak hanya pasrah ketika tubuh Putra memeluk tubuhnya erat.


"Jangan tinggalkan Aku Za, aku sangat mencintaimu!" ucap Putra, kini airmata sudah menetes dipipi putih lelaki itu, terlihat cengeng namun Putra sudah tidak memperdulikan, asalkan dia bisa mendekap erat calon istri masa depannya.


"Iii.. iiyaa lepas dulu, aku susah nafas nih!" kata Deliza kemudian.


Putra melepas pelukannya, menyeka sisa airmata yang berada diujung matanya.


"JHeii.. kenapa Put? aku disini!" kata Deliza


Deliza menyeka airmata Putra yang sudah tak terbendung lagi, menuntun pria itu masuk kedalam rumah dan mendudukan di sofa ruang tengah rumahnya.


Pelayan diminta membawakan air mineral untuk menenangkan hati Putra sejenak, Deliza membantu pria itu meminumnya.


"Ada apa Put?" kata Deliza kembali menenangkan Putra


"Aku tidak apa-apa, maaf aku terlalu kekanakkan yaa!" ucap Putra..


Putra mengalihkan pandangan di jemari gadis itu, masih tersemat cincin pertunangannya, tandanya Deliza masih berada disisinya.


"Za.. kapan kamu siap kita menikah?" tanya Putra.


" Tapi kondisimu bagaimana?" tanya Deliza


"Za.. yang patah itu tangan aku, dan aku gak mau menjalar ke hati aku!" ucapnya.. " Ayo kita menikah Za!" ucapnya lagi.


Deliza menatap penuh heran, menatap kedalam manik mata hitam sang kekasih dan calon suami masa depannya itu.


"Baiklah.. akan ku bicarakan lagi dengan Mama dam Papa!" jawab Deliza tersenyum, membawa kelegaan pada hati Putra.


"Terimakasih Za.. untuk tetap disisiku!" ucap Putra


Tangan mereka saling menggenggam dan menguatkan, harapan mereka hanya satu, ingin melengkapi satu sama lain,

__ADS_1


Sejak obrolannya dengan Alka ketika di mobil, Deliza memutuskaan akan melanjutkan hubungannya dengan Putra, karna terlalu egois jika ia galau dengan sesuatu yang belum pasti,.belum tentu Bayu memiliki perasaan yang sama seperti yang dimiliki oleh Putra, dan Deliza menyadari itu kemudian mengambil kembali cincinnya dari dalam dompet yang berada di tasnya kemudian masuk kerumah Putra.


***


"Bay . . ?" panggil Alka.


"Hmm . . lo sendirian Al?" kata Bayu.


"He.. lo kan tau gw jomblo bro." kata Alka terkekeh.


"Liza kemana Al?" tanya Bayu


"Liza kerumah Putra, tadi dia titip salam buat lo, katanya dia kesini kalo lo udah mau pulang." kata Alka.


"Ooh.." jawab Bayu.


Alka mengambil sesuatu di tasnya, itu adalah foto Deliza dan Putra yang sedang menunjukkan kedua cincin mereka.


"Apa maksudnnya ini Al?" tanya Bayu.


"Ekhemm.. gak ada maksud apa-apa Bay, gw cuma mau bilang, mereka saling mencintai, jadi gw minta sama lo jaga hati lo, tetapkan perasaan lo ke Deliza hanya sebagai sahabat seperti kita terdahulu, tidak berubah. Gw mau mereka bahagia Bay, kita bantu mereka ya!" kata Alka


Bayu menatap manik mata sahabatnya, kemudian berdecak." Ceh.. memang kenapa dnengan perasaan gw Al?" tanya Bayu


"Semua bisa lihat ada rasa sayang diluar sayangnya seorang sahabat dari lo kepada Deliza, gw cuma mau lo bisa tahan ya Bay. .!" ucap Alka


" Gw usahain ya Al.. tolong bantu gw!" kata Bayu mendadak melow


"Sip bro.. !" tepuk Alka ke bahu Bayu.


"Aaw.. Al.. sakitlah!" kata Bayu meringis saat lengannya kena tepukan tanpa disengaja oleh Alka.


"Haha.. maaf maaf gw sengaja, eh.. gak sengaja!" katanya..


Mereka melanjutlan obrolan antar lelaki yang lama tak mereka keluarkan, hingga tawa tercipta diantara mereka, sedikit perasaan yang kalut kini menghantui Bayu, lelaki itu masih mencoba mengikhlaskan Deliza untuk Putra.

__ADS_1


Jika kalian menyukai kisah cinta segitiga Deliza, Putra dan Bayu, dukung dengan Like dan Vote yaa .. terimakasih.😁


__ADS_2