Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Mengakhiri Semua


__ADS_3

Mobil Alpard berwarna Hitam masuk ke pekarangan rumah Rio, saat ini sudah pukul 11 siang, Rio sengaja menunda meeting hari ini dengan clientnya demi menemani sahabatnya menyelesaikan perkara yang terjadi didalam rumahtangganya yang secara tidak direncanakan melibatkan anak sulungnya Alvin. Rio terlihat berdiri di depan pintu menyambut sahabatnya itu, Jaya turun dari mobilnya dibantu oleh supir yang lebih dulu membukaan pintu secara otomatis dari belakang stir, Jaya menaiki tangga menuju teras rumah Rio, dengan wajah yang sulit diartikan Jaya melangkahkan kaki jenjang nya ke arah Rio, mereka saling berjabat tangan dan berpelukan memberi support satu sama lain. "Aku turut bersedih Jaya akan masalah yang menimpa rumahtanggamu dengan Ketty" ucap Rio.


"Sudahlah, jangan kau sebut namanya lagi!" kata Jaya


"Dimana putriku Lella?" tanya Jaya


"Dia didalam ditemani oleh putriku Dea" ucap Rio


Jaya menganggukkan kepala, Rio mengajak sahabatnya itu masuk kedalam ruang tengah bukan diruang tamu karna baginya Jaya adalah keluarganya. "Duduklah dulu, akan kusuruh Istriku membuatkan mu minuman hangat, supaya kau sedikit rileks" ucap Rio sambil berlalu meninggalkan Jaya.


Jaya menghempaskan tubuhnya ke belakang sandaran sofa yang saat ini ia duduki, dia sejenak memejamkan mata sambil sesekali menekan pangkal hidungnya. Seketika ingatannya beralih pada Ketty tadi pagi, mereka bertengkar hebat, bahkan Jaya melayangkan Talak kepada Ketty, dan wanita itu hanya bisa menyesali perbuatannya.


Flashback on


"Aku akan mengakhiri semua!"


"Aku tidak ingin lebih lama lagi melihat putriku tersiksa, aku bahkan tadinya berfikir tidak salah ketika aku memutuskan untuk menikahimu, ternyata semua dugaanku hanya topeng mu saja." ucap Jaya


"Pergilah setelah ini, aku sudah siapkan rumah dan ini.. (Jaya memberikan cek yang nilainya sangat besar) untuk kau dan kedua anakmu, untuk membayar denda atas talak yang sudah ku layangkan kepadamu, selanjutnya, pengacaraku akan mengurus perceraian kita dipengadilan nanti, ku harap kau jangan mempersulitnya, jika kau tidak ingin ku persulit." kini Jaya terlihat lebih tenang, tetapi kebencian kepada bu Ketty tidak berkurang, lelaki paru baya itu hanya merasakan rasa bersalah dan penyesalan yang mendalam karna telah menikahi wanita jahat berkedok ini.


Bu Ketty gemetar meraih cek yang diberikan, dia juga tidak memiliki tenaga untuk berdiri, kedua anaknya menangis dan ikut membela ibu mereka, namun Jaya tetap pada keputusan. akhir, dia akan mengakhiri pernikahan nya dengan Ketty.


Flashback off


Jaya mengambil ponsel didalam jas nya, menghubungi seseorang, "Yaa.. bagaimana? sudah kau siapkan semua?"


"Sudah Tuan, besok berkasnya sudah bisa masuk ke pengadilan, dan kita hanya menunggu saat sidang nanti." ucap pengacara Jaya dari ujung telpon.


Jaya kembali mengantongi ponselnya, saat itu terlihat Rio dan istrinya datang menghampiri, kali ini dia membawa putrinya Lella, dengan di papah oleh Dea, Lella berjalan menghampiri ayahnya..


"Ayaaaahhh.. huhuhuhu.." tangis Lella pecah saat berada dipelukan Jaya.


"Maafkan ayah nak, ayah sungguh berdosa selama ini.," ucap Jaya


"Tidak ayah, jangan bicara seperti itu!" kata Lella

__ADS_1


"Ayah sama sekali tidak tau bahwa Ketty bisa sekejam itu terhadapmu sayang." Jaya mengusap wajah Lella yang masih terlihat memar di pipi dan sedikit luka di pelipis yang mulai mengering.


"Kenapa selama ini kau tidak menceritakan pada ayah nak!" kata Jaya


Lella menggelengkan kepala, "Lella hanya ingin Ayah tidak merasa khawatir, Lella yakin Mama bisa berubah nanti yah..!"


"Stop, jangan panggil dia mama lagi, dia tidak pantas menjadi ibumu! Maafkan ayah ya nak..!" Jaya kembali memeluk putri semata wayangnya dengan sayang, Dea memeluk mami nya menahan tangis yang memang sudah tidak bisa dia bendung, karena selama ini Dea memang tau, bagaimana kehidupan Lella.


***


Suasana sudah mulai tenang, mereka duduk di ruang keluarga, Jaya mengambil cangkir dan menyeruput isi nya, "Kau beruntung Rio!" kata Jaya


"Kau mendapatkan istri yang hebat seperti Mala"


"Istrimu lebih hebat Jaya, Kayla akan lebih hebat jika masih bersama kita!" kata Rio sedih


"Hmmm.. Istriku yang terhebat, dia hebat telah memberiku putri yang sangat hebat ini" ucap Jaya sambil mendekap bahu Lella


Lella tersenyum melihat ayahnya berada disampingnya, hatinya merasa lega. namun ada pertanyaan yang menggelitik di jiwanya.


Jaya mengulas senyum kepada putrinya. "Ayah sudah menceraikannya, tidak ada lagi orang yang akan menyakitimu sayang."


"Oia.. kata Dea kamu bekerja parttime?" tanya Jaya


"Hemmm.. iya yah, tapi Lella punya alasan untuk itu, dan Lella sudah pastikan ini tidak akan merusak nama baik ayah. Apa ayah keberatan yah?" kata Lella


"Tentu saja ayah tidak keberatan sayang, ayah bangga padamu, kau bisa dengan jernih menghindari masalah." kata Jaya


"Tapi, setelah ini ayah minta kau tidak usah lanjutkan yaa, kau harus fokus sama kuliahmu, supaya bisa segera membantu ayah di perusahaan." ucap Jaya.


Rio dan istri serta Dea hanya tersenyum melihat interaksi ayah dan anak itu.


setelah beberapa lama.


"Assalamu'alaikum.." ucap lelaki tampan yang masuk dari pintu utama, dia adalah Alvin, setelah selesai dengan mata kuliah hari ini dia memutuskan langsung pulang.

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam.." ucap mereka serentak


Alvin menyalimi kedua orangtua nya dan meyalimi Jaya juga ."Hallo om, apa kabar? saya Alvin." ucapnya kepada Jaya


Jaya tersenyum melihat tingkah sopan Alvin.


"La.. apa kamu sudah pikirkan yang ayah bicarakan tempo hari?" kata Jaya menatap Alvin yang sudah duduk diantara mereka semua.


"Iya ayah.. Lella sudah pikirkan." kata Lella


"Bagaimana kalau kamu beri jawabannya sekarang!" kata Jaya lagi


"Hmm.." Lella mengangguk


"Rio, tempo hari aku sudah mengatakan semua keinginan kita kepada anakku, dan sebelum aku mendapat jawaban ternyata aku harus kembali ke Singapura, hari ini anakku akan memberikan jawabannya langsung di depan Nak Alvin." ucap Jaya mengarah tatapan hangat kepada Alvin


Alvin merasa sangat kikuk, diluar dugaan, bahkan dia kemarin sempat menolak kepada papinya yang padahal itu semua bertentangan dengan apa yang dia rasakan.


"Alvin menerima apapun jawaban Lella om, Alvin harap jawaban apapun yang keluar dari bibir Lella itu dari hati Lella yang terdalam om." kata Alvin..


"Gimana sayang?" ucap Jaya


Lella menarik nafas sejenak melihat ke arah ayahnya dan Alvin, lalu menatap Dea


Dea menganggukkan kepala, menandakan bahwa dia mendukung apapun keputusan Lella


"Sebenarnya Ella ... " ucapan Lella terputus.


-


-


-


-

__ADS_1


bersambung


__ADS_2