
Setelah libur akhir pekan yang menyebalkan bagi Deliza karna harus menemani sepupunya yang sedang patah hati, hari ini Liza kembali ke rutinitasnya, berangkat sekolah bersama Alka dan pulang sekolah juga dengan Alka.
Sejenak ia berdecak sebal, "Aiiihhh.. kapan aku akan punya pacar jika sehari-hari yang kulihat hanya dirimu!" ucapnya saat berada didalam mobil bersama sepupunya yang sudah mulai memasang wajah angkuhnya kembali.
"Tenang saja, kau akan bertemu jodohmu, jika aku bertemu jodohku!" ucap Alka asal sambil berkonsentrasi menyetir.
"Kau tau Al.. aku dulu memiliki impian kecil, saat di SMA, aku ingin mengenal satu orang laki-laki yang bisa menemaniku.. " katanya membayangkan hal indah.
"Ceh . bahkan kau sudah memilikinya!" ucap Alka.
"Kau..? itu berbeda.. kau adalah sepupu menyebalkan!" geramnya lagi
"Hmm.." ucap Alka
"Hufft... aku benar-benar ingin memiliki kekasih!" kata Deliza.
"Bukankah Uncle Sam telah menjodohkanmu dengan anak rekan kerjany?" kata Alka.
Deliza kembali mengingat, Om Santo yang saat itu memang terlihat tertarik dengan Liza, dan sudah berulang kali berniat menjodohkan puteranya dengan Liza ,namun belum Liza jawab.
"Aahh.. sudahlah, sudah seperti jaman siti nurbaya saja.. pake dijodoh-jodohin!" kata Deliza.
Alka terkekeh.. "Kalo aku jadi pria itu juga pasti akan berfikir berulang kali!" ledeknya lagi.
"Sial.." kata Deliza.
*
__ADS_1
Didalam kelas.
"Al.. ini laporan pertanggungjawaban kita atas acara Pensi kemarin!" Aisya menghampiri Alka menyerahkan beberapa lembar kertas, Alka menyaut tanpa menatap gadis itu
"Baiklah, tolong langsung serahkan kepada Bu Ana." kata Alka kembali menyerahkan kertas tersebut kepada Aisya setelah membaca dan menandatangani.
"Hmm.. Baiklah kalo begitu!" kata Aisya, kemudian berbalik untuk keluar kelas, Alka mengangkat wajahnya, menatap punggung Aisya yang berjalan menjauh dengan tatapan sendu.
"Al.. ?" panggil Bayu, sesaat mata Alka beralih ke depan pintu, sudah berdiri pria berkacamata bertolak pinggang. Alka berdecak melihat kelakuan wakilnya tersebut.
Alka berjalan menghampiri Bayu, mereka memutuskan akan ke kantin bersama, membicarakan hal-hal yang tidak pernah ada faedahnya.
"Bagaimana Al?" kata Bayu tiba-tiba
"Apanya?" tanya balik Alka.
Alka mengeryit, lalu menatap sahabat lelaki nya itu, "Enggak gimana-gimana!" jawab Alka
"Mending kita cari cewek lain aja!" ajaknya
"Ceh.. sekolah aja dulu yang bener.. " kata Alka
"Ceh . . Bisa ya bilang begitu, setelah patah hati!" kata Bayu
"Aku dengar ada murid baru dikelas 2 IPA 3 Al!" kata Bayu
"Belum dengar, kalopun iya, yaa biarkan saja.!" kata Alka enteng.
__ADS_1
"Serius Al.. dibiarin saja, gak mau dicoba?" kata Bayu menghasut Alka.
"Mau dicoba bagaimaan?" kata Alka.
"Kenalan.. Yuk!" ajak Bayu.
"Loe aja sana...!" kata Alka menoyor kepala Bayu.
"Isshh.. kebiasaan loe.. **** lama-lama gue lo toyorin terus!" kata Bayu mengusap kepalanya..
"Makanya pinter sedikit napa!" kata Alka.
"Ajarin Al.. biar pinter!!" ucap Bayu di lebih-lebihkan..
"Jangan lebaaay!!" ucap Alka mendorong bahu sahabatnya.
"Please Al.. jangan Bully akooh!" kata Bayu dengan suara khas wanita.
"Jijay anjriiiit.." kata Alka
"Ssstttt. tuh liat!!" kata Bayu tiba-tiba menunjuk ke arah pintu kantin sekolah, terlihat disana beberapa gadis berjalan masuk kantin.
"Liat apa sih?" kata Alka cuek.
"Aisya Al.." kata Bayu.
Alka melengokkan pandangannya mencari - cari sosok yang dibicarakan oleh Bayu. Dan tanpa sadar ia sudah masuk jebakan betmen Bayu, seketika Bayu terkekeh melihat kelakuan Alka.
__ADS_1
"Siaal..!" ucap Alka kesal.