Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 2 Gara -Gara Salah Kabin


__ADS_3

Alka kembali menuju kelas saat bel berbunyi begitu pula dengan Bayu, sesaat melirik ke arah tempat duduk Aisya yang berada di sebelah kanannya, namun tak menggubris apa yang sedang gadis itu kerjakan.


Bu Ana memasuki kelas, mata pelajaran Bahasa Indonesia, bu Ana meminta semua anak kelas 2 IPA 1 belajar mandiri di perpustakaan.


Mereka berjalam beriringan menuju perpus, kemudian bu Ana memberikan lembar kertas yang berisi tugas siswa. Dalam kertas tersebut siswa diminta membaca min 5buka yang berhubungan dengan sastra, kemudian dikembangkan menjadi karya tulis.


Setelah memberikan pemahaman, bu Ana kembali ke ruangan nya di Teacher's office.


Alka membaca dengan seksama, mengambil duduk di salah satu kabin yang ia pikir tidak ada orang, namun saat ia mengangkat wajahnya


Deg.


ia menjadi salah tingkah, dan merasa salah kabin. Dilihatnya beberapa siswa perempuan sedang memperhatikannya, dan disalah satu siswa tersebut ada Aisya yang sedang menatapnya dalam.


Alka membawa kembali buku-buku yang hendak ia baca, kemudian masuk di kabin sebelahnya, sebelum benar-benar masuk, ia melongok kabin tersebut, sepi. Ia melanjutkan niatnya.


"Al..? " Suara itu berasal dari pintu kabin, suara yang biasa dia dengar saat sedang di ruang OSIS. Alka menangkap sosok yang selama ini ia hindari, "Ada apa?" jawabnya


"Boleh aku bergabung disini?" ucapnya lagi.


"Masih banyak kabin lain yang kau bisa pakai!" ketus Alka.


"Hmm.. baiklah, maaf mengganggu!" ucap Aisya menunduk dan meninggalkan kabin tempat Alka menyelesaikan tugasnya.


"Duduklah!" ucap Alka sebelum gadis itu benar-benar keluar meninggalkan kabin baca


"Hahh?"


"Duduk, atau aku akan berubah pikiran" ucap Alka tanpa melihat ke arah Aisya, gadis itu duduk di kursi samping Alka, kemudian melirik ke arah lelaki yang masih sibuk membaca tersebut, lalu mulai membuka buku referensi nya satu per satu.

__ADS_1


Hening..


"Ummm. . Al..?" panggil Aisya


Tidak ada jawaban, Aisya kembali terdiam, mencoba berkonsentrasi atas buku yang ia baca.


"Siapa Putra?" kata Alka kemudian, mendapat pertanyaan langsung dari Alka membuat Aisya menatap wajah lelaki itu dengan terkejut.


"Maksudnya Al??" tanya balik Aisya


Alka menutup semua buku dan merapikan semuanya, kemudian menatap balik wajah gadis pujaan hati yang membuat ia galau selama seminggu ini.


"Ada hubungan apa kamu dengan Putra?" tanya Alka sekali lagi, kini ia sudah tidak peduli apa yang akan dipikirkan oleh Aisya, yang terpenting ia akan merasa lega ,apapun jawaban Aisya.


"Aku sering melihat kalian berdua seperti sepasang kekasih?" kata Alka menundukkan pandangannya.


"Benarkah? apa terlihat seperti itu?" kata Aisya.


Alka sudah ingin beranjak, namun, tangan Aisya menahannya, dan tersenyum. "Putra itu sepupu aku, anaknya Adik mamaku!" ucap Aisya.


Ucapan Aisya seketika menjadi hawa segar yang mengalir kedalam otak dan hati Alka. Ingin ia pastikan semua, namun waktu tak membuat mereka bisa berlama-lama disana.


"Aku akan mengantarmu pulang!" ucap Alka.


Aisya menjawab dengan anggukan disusul dengan ucapan "Iya" lalu tersenyum.


Mereka berdua meninggalkan perpustakaan dan menuju kelas. Didalam kelas Alka membuka ponsel yang ia matikan sejak pelajaran pertama dimulai, mengetik sebuah pesan disana.


"Za . . ku minta supir untuk menjemputmu, aku ada urusan. pulanglah bersama supir! aku akan beritahu uncle Sam!" pesan singkat itu sampai kepada Deliza

__ADS_1


Sejenak Deliza membaca pesan yang dikirim Alka, lalu matanya beralih kepada seorang lelaki dan gadis yang berjalan beriringan.


"Ceh.. akhirnyaa, dia tak bisa menahannya juga!" ucap Deliza.. melihat Alka dan Aisya berjalan beriringan membuat dia mengerti urusan apa yang dimaksud dengan Alka.


"Kali ini aku tidak akan mengganggu kalian!" kata Deliza kepada diri sendiri.


*


Seperti yang Alka katakan, supir rumah sudah berada di halaman parkir sekolah untuk menjemput Deliza, Deliza masuk ke mobil dan duduk damai menunggu sang supir membawanya pulang ke rumah.


Ditempat lain, Alka dan Aisya terlihat duduk berhadapan, dimeja tempat mereka duduk sudah tersaji beberapa menu makan siang, kali ini Alka membawa Aisya untuk lunch sekaligus memastikan apa yang Aisya ucapkan saat di perpustakaan.


"Ayo Sya dimakan!" kata Alka menyodorkan piring supaya lebih dekat dengan Aisya.


"Iya, terimakasih!" ucap Aisya


"Apa benar?" kata Alka.


"Benar?? apa??" jawab Aisya saat mulai memasukkan makanan kedalam mulutnya, bahkan saat mulutnya terlihat mengunyah kecil makanan itu.


"Putra itu sepupu kamu?" kata Alka lagi.


"Iya, !" jawab Aisya tegas.


"Kenapa?" lanjutnya


"Aahh.. tidak, tidak apa-apa! ayo lanjutkan makannya.


Kali ini aku memulai dengan makan siang, sebagai bentuk pendekatan, semoga benar yang dikatakan Deliza, kalo jodoh pasti bertemu. gumam Alka dalam hati sambil sesekali melihat ke arah Aisya.

__ADS_1


Alka lupa dengan ucapannya minggu lalu.. namun inilah yang ia tunggu sejak lama, semoga keinginan Alka terwujud.


Lalu Alka meminta readers memberikan LIKE dan VOTE sebagai tanda sayang.. Terimakasih.. 😁


__ADS_2