Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 2 Tiga Sekawan


__ADS_3

Sesuai janjinya, keesokan harinya Deliza dan Alka pergi bersama ke rumahsakit mengunjungi sahabatnya yang masih betah dalam tidur lelapnya.


Deliza dengan wajah cerah dengan membawa goodybag berisi novel kesukaan mereka, dan Alka dengan tampang yang masih sangat menyenangkan membawa beberapa kotak makan, hari ini hari sabtu, mereka berencana menginap di ruang rawat Bayu, menggantikan sejenak Om Haidar dan Tante Mira serta Bang Yudha.


"Al . . pasti Bayu seneng kita dateng nemenin dia!" kata Deliza.


"Hmm.. apalagi yang datang cewek bawel kayak lo!" kata Alka.


Plakk..


"Aaw... apaan sih Za, nabok nabok mulu!" kesal Alka


"Lo sih, kalo gak rese gak enak apa Al!" jawab Deliza juga sewot


"Lah.. emang bener kan.. lo cewek terus lo bawel!" kata Alka memperjelas.


Saat Deliza ingin melayangkan lagi pukulan maut, Alka berhasil menghindar.


"Weee... gak kena!" ejeknya


"Awas lo ya Al!!" kata Deliza


"Sssttt.. udah diem, udah nyampe nih, masih bawel aja, .!" kata Alka membuka handle pintu ruangan kedap suara itu. Bayu masih terbaring diranjang dengan mata terpejam.


"Hallo Bay, kita datang, " ucap Deliza melambaikan tangan ke arah Bayu.


"Bay, lo pasti seneng, kita bakal nemenin lo malam ini, bareng cewek bawel lagi!" kekeh Alka.


"Iiihh.. Alkaaa..!" Deliza hendak memukul lagi, namun dihentikan oleh terbuka nya pintu.

__ADS_1


ceklek


"Eh.. kalian sudah datang!" kata Bang Yudha


"Iya Bang," Alka nyengir gak jelas


"Ya udah gue tinggal gapapa yaa?" kata Bang Yudha meraih ranselnya.


"Hmm.. kami yang akan jaga Bayu malam ini Bang, !" jawab Alka lagi


Deliza diam saja.. menatap Yudha yang sedang berkemas.


"Ya udah, kalo lapar dikulkas ada makanan, tinggal panasin" kata Yudha lagi.


"Tenang aja bang, stok makanan kita aman kok!" jawab Alka dengan memamerkan kotak makan yang ia bawa.


Hari sudah sampai pada senja, Alka kembali dari kantin membeli beberapa bungkus nasi, karna lauk sudah ia bawa dari rumah, "Za.. makan dulu!"


Deliza menutup novel nya melihat Alka yang sudah lebih dulu mengambil ayam goreng disana.


"Bay, makan yuk, biasanya lo yang paling semangat kalo ada ayam goreng!" kekeh Alka


"Iyaa lo berdua kan upin ipin" kata Deliza


"Haha.. apaan.. lo kak Rose ya! Garaaaaang!" menirukan suara Ipin..


"Rese lo!" Deliza melempar karet kearah Alka.


Namun Bayu masih nyaman dengan tidurnya. Sejak mereka bersahabat, tiap malam minggu gini mereka akan berkumpul dirumah Deliza, mama Dea pasti memasakkan ayam goreng favorit Bayu dan Alka.

__ADS_1


Mengingat moment itu rasanya baru kemarin mereka akrab dan dibilang tiga sekawan, tapi kini melihat kondisi Bayu, berasa ada yang kurang.


Deliza kembali menatap Bayu yang terlelap, "Bangun Bay, gw kangen sama candaan lo!" ucapnya dalam hati.


Alka serius memakan Ayam goreng, bahkan ia sudah mengambil beberapa potong lagi.


Makanpun mulutnya tak henti mengoceh. " Bay, sumpah.. rugi lo gak bangun, gw abisin nih ayam, enak!" kata Alka nyerocos


"Ceh.. diluar aja lo jaim, disini mah udah ngalahin anak cewe mulutnya, ngoceh terooooss!" kata Deliza yang menyuap beberapa nasi lagi kedalam mulutnya.


Usai makan, mereka duduk santai, semua sudah dirapikan kembali, Deliza mengambil beberapa selimut yang juga berfungsi sebagai kasur, menyusun bersebelahan dengan Alka.


"Wooy.. baru kelar makan, udah mau tidur aja nih anak cewe!!" kata Alka.


"Mulutnya yaaa... (deliza melempar bantal) ampuun.. gw nyiapin doank kali, biar ntar langsung cuz ke alam mimpi!" kata Deliza membela diri.


"serah dah za . seraaahh.." kata Alka.


Deliza mengambil kembali novel yang tadi ia baca,


"Itu novel udah lo baca berapa kali Za?"tanya Alka usil


"Udah lebih dari 10kali!" kekeh Deliza


"Za?" panggil Alka dengan nada serius.


"Hmm..." jawab Deliza


"Gimana kabar lo sama Putra?" pertanyaan Alka membuat Deliza sejenak menghentikan kegiatan baca novelnya, ia menghela nafas berat, seolah ada beban dalam hati dan pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2