
Gisel terbangun dan mendapati diri disebuah kamar yang asing, "Hmm.. dimana aku?" racau nya. Ingatannya kembali pada pria yang telah mengambil sesuatu yang berharga dalam dirinya,
4 bulan yang lalu, Gisel mulai bekerja bersama temannya, dia bekerja di club malam, kerja nya hanya menemani laki-laki hidung belang, aah mudah pikirnya, Gisel melihat temannya selalu bergonta ganti mobil sejak bekerja disana, mereka bekerja hanya 5jam mulai jam 9malam sampai jam 2 dini hari. karna club itu buka mulai jam 8 malam, namun gaji yang dia terima sangat besar.. sebelum buka biasanya club itu mengadakan brifing dan membagi level kepada para gadis untuk menentukan meja mana atau ruangan mana tempatnya malam itu, Nah awal bekerja Gisel merasa nyaman karna lelaki yang ia temui hanya sekedar minta ditemani minum dan ditemani meeting, tiba saat Gisel mendapat giliran bekerja di ruangan VVIP dalam club tersebut, datanglah seorang tamu yang sangat tampan, dia masih muda dan memiliki kharisma, entah setan apa yang merasuki pikiran Gisel, dia tertarik dengan lelaki itu, lalu dipikirannya dia ingin lebih dekat mengenalnya. Nama lelaki itu Andri dia merupakan CEO muda yang sedang membangun usaha dibidang elektronik di kota S
Perkenalan mereka singkat, mulai dari club malam, Andri selalu mengantar Gisel pulang ke rumah tiap pulang kerja, Lelaki itu selalu menunggu didalam ruangan VVIP dan selalu meminta kepada Manager club supaya Gisel yang berada disana. Andri bahkan hampir setiap akhir pekan menghabiskan waktu disana bersama Gisel. Entah karna dia memang menyukai Gisel atau memang ada hal lain.
Hingga suatu hari Gisel mencoba ikut minum bersama Andri, karna Gisel merasa Andri sudah seperti kekasih setiap akhir pekannya. Gisel menghabiskan beberapa botol minuman beralkohol itu bersama Andri, lelaki itu tersenyum licik, malam itu Andri tidak benar- benar mabuk, karna Andri sendiri sangat sadar untuk bisa menyetir, menunggu Gisel sampai jam 2 dini hari sepertinya terlalu lama, akhirnya jam 00.30 dini hari Andri memanggil manager club agar mengizinkan dia mengantar Gisel yang sudah pingsan karna mabuk dan managernya mengizinkannya, bahkan Andri menyelipka amplop ke dalam kantong jas manager tersebut. Namun malam itu Andri tidak membawa nya pulang, dia membawa Gisel ke sebuah hotel bintang lima yang terkenal di kota S, Andri memesan kamar VVIP dan membawa Gisel kesana.
"hmm Andri. kita dimana?" ucap Gisel, matanya terbuka setengah dan tangannya menunjuk2 ke arah pipi Andri.
"Malam ini kita akan bersenang-senang" Andri berbisik di telinga Gisel.
"Kamu memang nakal!" ucap gisel
Sesampainya di depan kamar, Andri membuka dengan menggesekkan kartu dan pintu terbuka otomatis dibarengi lampu yang menyala diseluruh ruangan, nampak, bed yang sangat besar dengan kelambu putih diatasnya, jendela besar menghadap kota S menjadi pemandangan malam itu, Andri membawa Gisel ke atas ranjang, gadis itu masih meracau. " andrii.. kenapa kamu bawa aku kesini, aku mau pulang!" ucapnya masih dengan bahasa orang mabuk..
"Tunggulah, nanti akan ku antar pulang." kata Andri. Lelaki itu berjalan menuju kamar mandi, dan membersihkan diri disana.
Beberapa menit kemudian terlihat dia keluar dengan menggunakan kimono handuk.
"Apa kau ingin sesuatu?" tanya Andri pada Gisel yang masih merebahkan tubuhnya sambil merentangkan tangannya
Gisel menggeleng.
Kejadian itu terlalu cepat, sampai pagi menjelang, Gisel membuka mata dan mendapati tubuhnya yang sudah tanpa sehelai benang pun.. seketika matanya beralih pada bercak darah di sprei kasur tempat semalam ia tiduri, hingga dia terperanjat dan langsung berlari ke kamar mandi.
Dikamar mandi dia menatap cermin dan mendapati tubuh yang banyak sekali tanda kissmark dimana-mana.
"Siaaal.. siapa yang melakukan ini!" ucapnya frustasi..
Gisel keluar kamar mandi di atas nakas terlihat tumpukan uang berwarna merah, dan sepucuk surat,
*terimakasih untuk semalam, aku tidak menyangka kau masih perawan, dan aku sangat beruntung mendapatkan itu, ini adalah ganti keperawananmu yang semalam sudah ku nikmati beserta biaya aborsi jika kelak kau hamil. jangan pernah mencariku,
Andri*
"Aaaarrggghhhh.. Andriii.. kau sialaaannn.."Gisel melempar semua benda yang ada di sana, dia menangis karna kesialan nya, " Kenapa semalam aku harus menenggak minuman laknat itu!"
__ADS_1
"Aku akan mencarimu Andriii!" geram Gisel
***
Masih menatap dengan tatapan kosong, Gisel memandang ruangan yang kini dia berada. tiba-tiba pintu dibuka,
Ceklek
"Ka Gisel sudah bangun?" Lella masuk bersama seorang wanita dengan jas putih kebesarannya, iyaa dia adalah dokter Siska,
"Kenapa aku disini?" ucap Gisel angkuh
"Hmm.. tadi kaka pingsan dan ka Alvin yang menemukan kaka!" Lella
"Baiklah, aku akan pulang terimakasih.!" gisel
"Jangan dulu pulang ka, istirahatlah, tadi Dokter Siska sudah memeriksa kaka, sekarang dokter ingin memberitau hasil pemeriksaannya kepada kita ka.." Lella
"Ap Apaa.. periksa? " ucap Gisel panik
"Siapa yang minta diperiksa, aku tidak memintamu memeriksaku! aku baik-baik saja." Gisel
"Ella sebaiknya kamu keluar, biar aku bicara dengan dokter berdua!" Gisel memandang dengan tatapan tajam ke arah Lella
"Baiklah.. Dokter saya tinggal keluar ya, " ucap Lella
"Iya Nona, silahkan" ucap dokter Siska
**
Kini hanya Gisel dengan Dokter Siska didalam kamar tersebut,
"Baiklah, Nona Gisel, saya akan mulai penjelasannya," dijawab dengan anggukan Gisel
"Berdasarkan hasil lab atas pengambilan sampel darah, ada beberapa pertanyaan yang ingin saya sampaikan, mohon dijawab ya Nona.."
"Baik"
__ADS_1
"Oke, kapan terakhir Anda menstruasi?"
"Hmm" Gisel mengerutkan dahi nya bingung, pasalnya sejak Andri mengambil keperawanannya, Gisel mulai jarang Menstruasi.
"Baiklah, saya lanjutkan, apa Anda sering mengalami pusing akhir-akhir ini?"
" ii ii iyaa... " jawab gisel
"Apa Anda merasakan mual diwaktu tertentu khususnya pagi dan malam?".
Gisel menganggukkan kepala
"Oke dari hasil pemeriksaan sementara, saya yakin sekali bahwa saat ini Nona sedang hamil muda, tapi untuk memastikan hal tersebut, sebaiknya Nona melakukan pemeriksaan spesifik dengan dokter kandungan. "
Deg.
"Hamil dok?" ucap Gisel
"hmm, ini hanya dugaan saya Nona, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan ulang."
Andriii.. ******** kau!! anakmu sudah ada dirahimku.. aku akan mencarimu.. sampai ke lubang semutpun.
"hmm.. dokter, bisakah Anda merahasiakan hasil ini dari adik saya Lella, krn saya ingin memastikan nya terlebih dahulu."
"Baiklah, kalo itu keinginan Anda Nona, saya pastikan Nona Lella tidak mengetahui hal ini"
"terimakasih dokter." gisel
"Terimkasih kembali, selamat beristirahat Nona, saya pamit undur diri"
Dokter Siska telah keluar dari kamar itu.. Gisel menarik sprei nya dan menggigit kuat-kuat, hatinya sakit ketika mendengar penuturan Siska.. Gisel tidak berniat menggugurkan bayinya jika memang dia hamil, tapi Gisel akan mencari Andrii kemana pun .
-
-
-
__ADS_1
bersambung