Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 2 Membuat Masalah


__ADS_3

"Ceh.. ku harap beliau tidak menyesal karna telah memilihku." ucap Putra.


"Jangan macam-macam, mereka keluarga baik-bail nak !" ancam mr. santo kepada putra semata wayangnya.


Putra memilih meninggalkan ruang tv dan kembali ke kamarnya.


"Aku harus berbuat sesuatu untuk menggagalkan rencana mereka." gumam putra sambil menatap langit-langit kamar, saat ini dia sedang merebahkan diri.


***


Deliza juga tampak semakin gelisah, beberapa hari lagi adalah pertemuan yang sudah ditentukan, walau dia menyetujui, namun kebenaran dihati kecilnya berbanding terbalik dari kondisi sikapnya, tidak munafik, dia sangat belum siap jika harus menikah semuda itu dengan alasan klasik. "Aahh.. apa aku yang terlalu tegang, bagaimana dengan calon suamiku? ceh.. suami? membayangkannya saja aku ngeri sekali!" ucap Deliza pada diri sendiri.


Ponsel Deliza berdering.


Alka Calling...


"Hallo" dengan perasaan malas Deliza menjawab panggilan Alka


"Hallo Za, ayo kita hang out!" ucap Alka dari sebrang.


"Aku sedang malas melakukan apapun Al.. kau pergi sendiri saja!" jawab Deliza.


"Ayolah Za..." paksa Alka


"Kita hanya menonton, setelah itu minum kopi di cafe biasa." ucap Alka lagi.


"Ya ya.. baiklah.. jemput aku.!" kata Deliza


"Aku sudah di rumahmu! keluarlah!!" kata Alk.


Deliza mendelikkan matanya, dia beranjak dari ranjang empuknya tanpa melakukan aktifitas dikamar mandi ia meraih tas sling nya kemudian keluar kamar, benar saja, Alka sudah menonton tv dan memakan cemilan dari mama Dea.


"Ceh.. buat apa loe telp gue kalo ternyata..." ledek Deliza.


"hahaha... gue kan gak mau ganggu loe yang lagi melamun Za!".kata Alka santai

__ADS_1


Sebelum menelpon ternyata Alka sudah ingin masuk ke kamar Deliza, namun dia urungkan karna melihat ekspresi sedih Sahabatnya itu yang terlihat jelas.


"Mau kawin tuh bahagia Za.. ceh.. bahkan tanpa ganti baju, loe udah siap jalan!" kata Alka


"Jadi pergi gak??" tanya Deliza yang jengah mendengar cibiran Alka.


"Kuylah.." kata Alka, namun bukan ke pintu keluar melainkan ke dapur.


"Bibi Dea.. kami pergi dulu!" kata Alka.


"Iya Bang, jangan membuat masalah yaa! jagain princess Bibi!" kata Dea..


Dari tiga keponakan, hanya Alka yang memanggilnya Bibi, sama seperti sebutan Deliza kepada Bunda Lella.


"Ma.. aku keluar sama Alka ya!" kata Deliza


"Iya sayang, bersenang-senanglah,!" kata Dea.


Dea melihat wajah sendu putrinya, namun ia sama sekali tidak akan mengubah keputusannya, "Ini yang terbaik buat kaka!" gumamnya.


***


Deliza memicingkan matanya melihat sosok yang dia kenal.


"Bayu?" ucapnya.


"Hai cantiiikk!" kata Bayu sambil memperbaiki kacamata nya.


"Eh Bay, udah lama?" kata Alka menjabat tangan sahabatnya.


"Udah hampir jamuran gue Al!" kekehnya.


"Bayu . kapan datang?" kata Deliza


Bayu melakukan cuti sekolah selama 2bulan, dan kemarin merupakan hari pertamanya menginjakkan kaki di kota B, lelaki yang sudah lama memiliki perasaan ke Deliza ini benar-benar bahagia melihat Deliza kembali.

__ADS_1


"Gue baru nyampe kemarin, bokap udah kelar sih, nyokap minta balik kesini, paling besok gue udh mulai sekolah, kangen gue sama omelan bu Ana." kata Bayu.


"Bu Ana udah gak jadi walikelas loe bro..!" kata Alka.


"Biarin, yang penting gue sekolah lagi, bisa lirik-lirik cewek cakep, gak kayak di Belanda, gue bosen liat sapi mulu!" kata Bayu.


Mereka memasuki studio 1, dimana filem tentang Nikah Muda yang di bintangi Artis sekaligus putra dari Ustad kondang itu dimainkan.


"Ceh.. loe sengaja ya Al!" kata Deliza saat melihat judul filem yang tertera di tiket masuk.


"Hehehe.. jangan marah Za.. biar loe lebih slow!" kata Alka.


"Sialan loe!" ucap Deliza


Bayu hanya melirik Deliza, sesekali pandangannya bertemu, namun langsung diputus oleh Deliza.


"Tambah cantik aja nih cewe!" kata Bayu dalam hati memperhatikan Deliza yang berjalan di depannya.


Filem yang ditonton berdurasi 90menit, DeliA mengambil beberapa hikmah dari sana, seketika perasaan tenang menyelimuti, ia yakin jika memang ia ikhlas, ini akan menjadi jodoh terbaik dari Allah pikirnya.


Setelah nonton, seperti yang dikatakan Alka, mereka mampir ke cafe tempat biasa, namun tidak disangka, ternyata disana Deliza bertemu dengan Putra, Putra yang duduk sendiri mengamati band cafe yang saat itu sedang menyanyi.


Deliza mengambil posisi duduk menghadap Putra, tatapan sendu kembali datang, ia sedih karna menolak cinta lelaki baik itu.


Deliza bukan type wanita yang gampang dekat dengan lelaki, bahkan dengan Bayu saja , perlu waktu.


Deg


Mata mereka bertemu, Putra menatap mata Deliza yang sejak tadi memandangnya, mereka terdiam lama, kemudian pandangannya terputus karna Bayu yang tiba-tiba duduk di hadapan Deliza


"Liatin apa sih Za?" kata Bayu sambil mengedarkan pandangan matanya.


Namun Deliza hanya diam saja. Alka yang sejak tadi memesan minum baru saja kembali, dan melihat Putra duduk sendiri. " Mau gue minta dia gabung?" tanya Alka kepada Deliza, membuat gadis itu gelagapan.


Bayu hanya mengeryit, pasalnya ia tidak mengenali Putra .

__ADS_1


__ADS_2