Aku Bukan Cinderella

Aku Bukan Cinderella
Season 2 Hei...


__ADS_3

Persiapan sudah mencapai 90%, besok adalah hari dimana dua keluarga bertemu untuk menentukan masa depan anak mereka, terbilang terlalu cepat, namun mereka sangat paham pergaulan saat ini, cara ini merupakan yang terbaik, untuk menjaga keduanya dari fitnah dunia.


Setelah malam lalu, Alka mengajak Putra bergabung di meja mereka, terlihat tatapan sengit antara Bayu dan Putra, namun Deliza tetap biasa saja, Deliza menganggap semua adalah temannya tidak lagi mau mengingat bahwa Putra pernah menyatakan cinta kepadanya.


Malam itupun berlangsung teduh, Alka berusaha membuat tawa Deliza, namun tidak kunjung perempuan yang berstatus sepupunya itu menunjukkan ekspresi bahagia.


Mereka pulang ketika waktu sudah menunjukkan pukul 23.00, Dea tidak khawatir karna Deliza pergi bersama Alka, Dea yakin putrinya itu akan baik -baik saja.


***


Hari ini semua sibuk, Lella sekeluarga menginap dirumah Dea sejak tadi malam, membantu mempersiapkan sesuatu yang belum dikerjakan. Nenek Merry dan Kakek Rio terlihat bahagia, namun cemas juga, mereka bahagia karna bisa sempat melihat cucu mereka dilamar orang, namun cemas akan kondisi cucu perempuan paling kecilnya itu.


Kaka Kila dan Lila juga turut membantu, Alka sengaja begadang menemani sekurity dirumah Dea, 😆


"Jam berapa keluarga mr. Santo datang De?" tanya Alvin.


"Sekitar jam 9 ka, mungkin sekarang mereka sedang dijalan!" jawab Dea, melihat jam dinding yang bergerak dipukul 08.30.


"Aku akan melihat Deliza dulu ." kata Dea.


Dikamar,


"Kaka ikut bahagia Liza, semoga kamu juga!" kata Kak Lila


"Seharusnya yang menikah Kaka duluan yaa, bukan aku, dunia memang aneh," kata Deliza sedih.


"Huus... jangan begitu, jodoh, rejeki, maut, diatur langsung sama Allah, doakan kakak menyusul ya!" ucap ka Kila.


"Iyaa ka, gimana kabar ka Haris dan Ka Husen,?" tanya Deliza mengalihkan topik.


Nama yang disebut merupakan kekasih dari si kembar Kila dan Lila, namun tidak author tayangkan yaa, karna disini hanya bercerita tentang Deliza dan Alka saja😁😁😁


"Mereka baik, dan kami masih berhubungan baik sayang!" jawab Kak Kila sambil menyisir rambut panjang Deliza, memakaikan jepit kemudian membuat hiasan dikepala Deliza.

__ADS_1


Deliza hari ini sangat feminim, gaun selutut berwarna peach emboss dengan bros bunga besar dipinggang kanan.


Pintu terbuka, Mama Dea masuk.


"Sayang, sudah siap?" kata Dea


" Aunty, kami turun dulu ya, biar bantu-bantu bunda dibawah!" kata Kila dan Lila."


"Iya Sayang terimakasih ya sudah menemani Deliza!" kata Dea,


Setelah Kila dan Lila keluar, Dea mendekati putri sulungnya yang sudah terihat lebih cantik dari sebelumnya.


"Nak, jangan terbebani ya, jika memang kamu cocok lanjutkan, tapi, jika memang tidak, jangan sungkan untuk bicara sama mama ya nak." kata Dea sambil mengusap bahu Deliza.


Deliza hanya menjawab dengan anggukan dan senyuman.


***


"Iisshhh.. apaan sih loe Al!" kata Deliza kemudian melemparnya dengan Pulpen yang sedang ia pegang.


"Ihh.. kebiasaan ya, lempar - lempar mulu" kata Alka sewot


"Kali gitu Za, kamu mau kabur, aku bantuin!" kata Alka lagi.


Deliza diam saja, beberapa menit kemudian,


Alka merebahkan tubuhnya di kasur Liza, ia sangat mengantuk sampai-sampai baru juga meletakkan kepala disana, ia sudah tertidur.


"Al.. loe tidur? Al??" panggil Deliza, namun tidak mendapatkan sahutan dari Alka.


Deliza hanya menggeleng-gelengkan kepala.


Tak lama pintu kamar Deliza kembali dibuka, masuklah ka Lila.

__ADS_1


"Za.. calonmu guanteng lhoo!" kata Lila yang baru saja menemui keluarga beserta calon suami Deliza.


Deliza masih diam.


"Hayuu.. aunty De nyuruh kaka buat jemput kamu." kata Lila.


Sejurus matanya melihat adik bungsunya tertidur pulas disana, "Isshh.. sudah biarkan saja Alka disitu, siapa suruh semalem dia begadang!" kata Lila.


Lila mengapit tangan Deliza, "Dingin Za tangan kamu, kamu gugup ya!" kata Lila


"Udah deh ka, jangan ngeledekin aku terus!" kata Liza


"Hehehe . iya .. iyaa.." kata Lila


*


Dilantai satu tepatnya diruang tamu, Mr. Santo sudah datang bersama keluarga besarnya.


Setelah pagi tadi sempat dibuat bingung sama Putra yang mendadak muntah-muntah tidak jelas, terakhir mereka memanggil dokter pribadi untuk memeriksa kondisi Putra, setelah tau penyebab muntah-muntahnya karna asam lambung Putra meningkat gara-gara begadang dan telat makan, mungkin juga kayaknya Putra tidak nafsu makan, menjadikan tubuhnya bereaksi, namun cepat tertangani, karna dokter memberikan obat melalui cairan infus selama setengah jam, kemudian Putra sudah kembali fresh, "Put, papih mohon, jaga sikap kamu, ingat Put, mereka keluarga baik-baik!" kata mr. santo setelah Putra siuman, Putra hanya menatap sang papih dengan sendu.


*


Kini mereka berada ditengah-tengah hangatnya keluarga Sam, Putra yang sejak kedatangan hanya tersenyum kaku, sejurus matanya melihat foto keluarga besar yang terpampang disana, namun ia tidak sepenuhnya sadar bahwa yang difoto itu adalah Deliza dan mama papa serta adik laki-lakinya.


Deliza turun bersama Lila, langkahnya pasti, tatapan nya tak berani menatap kedepan, dia menunduk sepanjang jalan, sampai ditengah-tengah riuhnya keluarga besar tersebut, Deliza masih saja menunduk, sampai terdengar suara yang ia kenali, ia mencoba mencari mengangkat wajahnya dan... " Heiii....." sapa Lelaki itu.


Deliza membulatkan matanya sempurna mengetahui bahwa yang dijodohkan dengannya adalah Putra Rajendra, lelaki yang belum lama ini menyatakan cintanya.


ingat lagu nya Afgan gaess..


Jodoh pasti bertemu..


kemudian Deliza meminta semuanya mendukung mereka dengan like dan Vote sebanyak -banyaknya.. chalangeyooo ..

__ADS_1


__ADS_2