
halo~kata orang yang ada di sebrang sana.
Kenapa sih Di? elo ganggu tahu gak?! udah malam malah nelepon-nelepon gak jelas!~sahut si gadis penerima telepon
elo bisa bantuin gue gak? ~kata si penelpon yaitu Dion.
bantu apa emang?kalo gak nyusahin sih bisa ~ucap si gadis penerima telepon yang tak lain adalah Leony.
elo bisa gak anterin si cello pulang sekarang dia mabuk nih sementara gue lagi ada urusan, nyokap gue masuk rumah sakit elo bisa kan bantuin gue ny? please ~kata Dion memohon.
aduh gimana yah?hmm oke yaudah deh loh kirim aja alamatnya ke gue ~putus Leony yang sebenarnya sedikit ragu.
oke, gue kirim alamatnya ke elo ya ny makasih banyak! ~dan sambungan telepon pun terputus.
aduh gimana nih! masa gue harus jemput dia sih! kan gue niatnya mau menghindar dari dia…terus kalo gue nolongin dia nanti kalo perasaan gue makin besar ke dia gimana!, dan Leony pun kebingungan sendiri.
"ah... yaudah deh itung-itung berbuat baik ke orang!" akhirnya Leony memutuskan untuk menjemput Marcello yang sedang mabuk.
Leony pun sampai dialamat yang diberitahu kan oleh Dion. club? batin Leony. tanpa pikir panjang Leony pun masuk kedalam club tersebut.
mata Leony mengitari isi didalam club tanpa sengaja matanya menemukan seorang pria yang sedang dikerumuni wanita yang berpakaian kurang bahan. "apakah aku harus menjemputnya disaat dia sedang asik dengan para wanita itu?" Leony pun berdecihh melihat pemandangan yang sangat menjijikan itu.
"ayok pulang! aku akan mengantarmu pulang Dion yang menyuruhku," Leony pun memapah Marcello keluar dari club.
"hey nona! mau kau bawa kemana dia?!" ucap salah satu dari wanita pakaian kurang bahan yang terlihat sangat kesal karena santapannya direbut.
"aku mau membawa dia kemana itu bukan urusanmu! lebih baik kau urusi saja om om yang menunggu mu untuk dilayani," kata Leony kesal.
"mengapa dia berat sekali! aku tidak yakin bisa mengantar nya pulang dengan selamat," gerutu Leony yang membantu Marcello masuk kedalam mobil.
"dan sekarang aku harus mengantarnya kemana? aku bahkan tidak tahu rumahnya dimana! arghhhh Leony bodoh!" Leony pun meruntuki kebodohan nya yang sama sekali tidak pernah tahu alamat Marcello.
__ADS_1
Leony pun berpikir untuk menanyakan nya pada Dion.
dion aku harus mengantar nya kemana? ~leony.
ting!(anggap aja bunyi pesan masuk)
antar saja dia ke perumahan elit yang ada dijalan Jupiter, blok z, no 123 ~dion.
hah wait…wait…wait lah itu kan alamat rumah gue, ngapain gue harus bawa dia kerumah ~leony.
emang, ya karena gue juga gak tahu dia tinggal dimana! satu sekolah gak ada yang tahu Marcello tinggal dimana! ~dion.
Halah… yaudah deh tapi kalo terjadi apa apa sama gue elo harus tanggung jawab! ~leony.
slow aja ~dion.
setelah bergelud dengan pikiran dan hatinya Leony pun membawa Marcello pulang kerumahnya. oh God, semoga yang kulakukan ini tidak salah, batin Leony.
"aduh!" pekik Leony dan Marcello.
"eh... sorry-sorry gak sengaja," Leony pun membantu Marcello berdiri.
"elo sengaja yah!" tuduh Marcello.
"engga ngapain gue sengaja ngelukai diri gue sendimmphhh mmmphhh," ucapan Leony terpotong karena bibirnya dibungkam oleh bibir Marcello.
"le…pa…s," Leony terus memberontak agar dilepaskan. karena membutuhkan oksigen Marcello pun melepaskan nya.
"elo gila! itu first kiss gue!" pekik Leony.
Marcello tidak mendengarkan pekikan Leony, ia malah fokus ke tubuhnya yang tiba-tiba merasa panas akh sial kena jebakan lagi, batin Marcello.
__ADS_1
mata Marcello tiba-tiba berubah dikabut kan oleh gairah. melihat ada wanita didepannya Marcello langsung menggendong wanita itu. ia berpikir itu adalah wanita yang dibayar nya sebelum ia terkena obat perangsang.
"woi! elo mau ngapain?! turunin gue!" teriak Leony.
Leony terus memberontak setelah tahu apa maksud Marcello. "lepasin gue brengs*k! elo kira gue cewek apaan?! lepasin!" teriak Leony memukul dada Marcello yang ada diatasnya.
Marcello tidak menghiraukan teriakan wanita yang ada didepannya ia malah meraih tangan wanita tersebut dan mengikatnya dengan dasi miliknya. "cello lepasin gue… hiks… hiks…"Tenaga Leony pun habis setelah memberontak pada Marcello. sekarang ia hanya bisa berdoa untuk nasib nya kelak.
Marcello melihat wanita yang didepannya tidak memberontak lagi pun melanjutkan aksinya dan terjadilah hal yang tidak di inginkan "akhh sakit!"pekik Leony.
pagi harinya Leony terbangun dengan badan yang terasa sakit semua terutama di area bawah perutnya. Leony pun mengingat kejadian yang terjadi semalam butiran bening terjatuh diatas pipinya. "menjijikkan!" teriak Leony merasa jijik dengan tubuhnya yang banyak sekali bercak merah.
"berisik!eh… oh jadi kamu yang nge jebak aku semalam, cihhh cukup tahu aku ny!" ucap Marcello.
"maksud kamu apaan?!" bentak Leony yang tak terima dituduh menjebak Marcello. hellow gila aja gue yang nolongin dia, gue yang jadi korban eh dia malah nuduh gue begitu pikirnya.
"aku tahu kau pasti menjebak ku kan?! huh! caramu terlalu sampah! dasar pelac*r!" bentak Marcello memakai pakaian nya.
"aku memang mencintaimu tapi bukan karena mencintaimu aku rela menyerahkan mahkota ku untukmu yang jelas-jelas bukan suamiku!" teriak Leony.
❤️❤️❤️
hai! ini bukan karya pertamaku hehehe tapi kalau kata-kata nya masih tidak enak untuk dibaca mohon maaf yah aku masih belajar and semoga kalian suka sama karyaku jangan lupa like dan kasih saran atau kritik oke😉 bye bye❤️❤️❤️
happy reading~~~
D1ND4
__ADS_1